Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Hubungan Tingkat Penghasilan dengan Penggunaan Terapi Bekam di Klinik Cendana Herbal Samarinda Nita Rahayu; Andri Praja Satria
Borneo Student Research (BSR) Vol 1 No 3 (2020): Borneo Student Research
Publisher : Borneo Student Research (BSR)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan studi: Untuk mengetahui apakah terdapat ada hubungan tingkat penghasilan dengan penggunaan terapi bekam di Klinik Cendana Herbal Samarinda. Metodologi: Jenis penelitian ini menggunakan deskriptif correlation dengan menggunakan pendekatan cross sectional dan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 66 responden. Hasil: Dari uji analisis menggunakan korelasi Gamma. Hasil analisa korelasi Gamma menunjukkan nilai p value 0,000 < 0,05, yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat penghasilan dan penggunaan terapi bekam. Manfaat: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terapi bekam khususnya di Klinik Cendana Herbal Samarinda telah dimanfaatkan oleh pasien dengan berbagai tingkat penghasilan, dalam hal ini pemerintah dapat mendorong perkembangan dari terapi bekam sehingga dapat meningkatkan keinginan masyarakat dalam memanfaatkan pengobatan alternatif khususnya bekam.
Pengaruh Terapi Bekam Basah terhadap Muskuloskeletal Disorders di Bagian Punggung Bawah pada Pekerja Bangunan di Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur Ayuni Sahara; Andri Praja Satria
Borneo Student Research (BSR) Vol 2 No 1 (2020): Borneo Student Research
Publisher : Borneo Student Research (BSR)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan studi: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengaruh terapi bekam basah terhadap muskuloskeletal disorders dibagian punggung bawah pada pekerja bangunan di Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur. Metodologi: Pada penelitian menggunakan desain penelitian rancangan Group Pretest posttest with control group. Jumlah responden penelitian 30,Pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu dengan teknik purposive sampling, Analisis data yang digunakan yaitu uji test wilcoxon. Hasil: : Data diambil menggunakan kuesioner skala nordic body map.Data dianalisis menggunakan uji wilcoxone pada pretest- posttest kelompok kontrol dan eksperimen nilai p-value untuk kelompok eksperimen 0.000 > 0,05 hal menunjukan bahwa terdapat pengaruh yang berarti terhadap terapi bekam basah terhadap muskuloskeletal disorders dibagian punggung bawah pada pekerja bangunan,pada kelompok kontrol nilai p value 0.557>0,05 disimpulkan tidak terdapat pengaruh yang bermakna pada muskuloskeletal disorders dibagian punggung bawah terhadap terapi bekam basah pada pekerja bangunan. Manfaat: Manfaat penelitiaan ini dapat menjadi sumber ilmu pengetahuan dan informasi bagi bidang keperawatan tentang pengaruh terapi bekam basah terhadap musculoskeletal disorders di bagian punggung bawah,bisa memberikan kontribusi dan masukan bagi pelayanan keperawatan sebagai salah satu terapi alternatif dan,Meningkatkan pengetahuan dan wawasan dalam bidang penelitian ilmiah.
Studi Kepustakaan Pengaruh Bekam Kering Terhadap Musculoskeletal Disorders Ekstremitas Atas Dan Bawah Renita Bayuningtias; Andri Praja Satria
Borneo Student Research (BSR) Vol 3 No 1 (2021): Borneo Student Research
Publisher : Borneo Student Research (BSR)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan studi: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh bekam kering terhadap musculoskeletal disorders ekstremitas atas dan bawah berdasarkan artikel atau jurnal yang telah dianalisis. Metodologi: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah literature review dengan mengambil 15 jurnal yang terdiri dari 3 jurnal nasional dan 12 jurnal internasional. Hasil: Sebanyak 15 jurnal telah diidentifikasi, penilaian utama dalam penelitian ini adalah intensitas nyeri pada ekstremitas atas dan bawah. Hasil utama dalam penelitian ini menunjukkan adanya penurunan nyeri secara signifikan setelah pemberian terapi bekam kering terhadap nyeri ekstremitas atas dan bawah. Manfaat: Penelitian ini diharapkan dapat menjadi pembelajaran atau referensi di bidang ilmu keperawatan yang akan melakukan penelitian lebih lanjut dengan tema bekam kering terhadap Musculoskeletal Disorders.
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS FOOT MASSAGE DENGAN MINYAK BAWANG DAYAK DAN MINYAK ZAITUN TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI URGENSI: CASE REPORT Andriani, Dwi Astri; Nurjannah, Misbah; M Dirdjo, Maridi; Satria, Andri Praja; Novianto, Eko Deddy; Tianda, Fenny
JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH BENGKULU Vol 14 No 1 (2026): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH BENGKULU
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jkmb.v14i1.10372

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan global yang sering disebut sebagai silent killer karena sering tidak menimbulkan gejala namun berisiko menyebabkan komplikasi serius. Pada kondisi hipertensi urgensi, diperlukan penanganan yang cepat dan efektif. Terapi nonfarmakologis seperti foot massage dengan penggunaan minyak alami dapat menjadi terapi komplementer untuk menurunkan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas foot massage menggunakan minyak bawang Dayak dan minyak zaitun terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi urgensi. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada empat pasien hipertensi urgensi di instalasi gawat darurat. Dua pasien diberikan intervensi foot massage menggunakan minyak bawang Dayak (kelompok intervensi) dan dua pasien menggunakan minyak zaitun (kelompok kontrol). Pengukuran tekanan darah dilakukan sebelum dan sesudah intervensi selama 15 menit menggunakan tensimeter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh pasien mengalami penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik setelah dilakukan intervensi. Penurunan tekanan darah lebih signifikan terjadi pada kelompok yang menggunakan minyak bawang Dayak dibandingkan dengan minyak zaitun. Foot massage efektif dalam menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi urgensi. Penggunaan minyak bawang Dayak lebih efektif dibandingkan minyak zaitun, sehingga berpotensi menjadi terapi komplementer dalam penatalaksanaan hipertensi.
Praktik keperawatan dengan intervensi inovasi pursed lip breathing dan tripod terhadap peningkatan saturasi oksigen pada pasien asma Putri, Dhea Ananda; Dirdjo, Maridi Marsan; Nurjannah, Misbah; Satria, Andri Praja
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 20 No. 2 (2026): Volume 20 Nomor 2
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v20i2.2446

Abstract

Background: Asthma is a chronic inflammatory disease of the respiratory tract characterized by narrowing of the airways, resulting in symptoms of shortness of breath, wheezing, and decreased oxygen saturation. This condition requires prompt and appropriate management, particularly in the Emergency Department (ED). In addition to pharmacological therapy, non-pharmacological nursing interventions such as pursed lip breathing and the tripod position can be used to help increase pulmonary ventilation and improve oxygenation in asthmatic patients. Purpose: To analyze the application of innovative interventions such as pursed lip breathing and the tripod position to improve oxygen saturation in asthmatic patients. Method: This study used a descriptive case study design with a nursing action evaluation method. The study was conducted from December 2025 to January 2026 at the Emergency Department (ED) of A.M. Parikesit Tenggarong Regional General Hospital. The study subjects consisted of one intervention patient (Mrs. S) who received PLB and tripod position training, and two control patients (Mrs. A and Mrs. V) who received standard care and medical therapy. Data were collected through interviews, observations, physical examinations, and monitoring of vital signs and oxygen saturation for 4 hours. Results: The combination of pursed lip breathing and the tripod position increased oxygen saturation in asthma patients. In the intervention patient (Mrs. S), oxygen saturation increased by 2%, from 94% to 96%. Meanwhile, in control patients, the increase in oxygen saturation was relatively stable, with an average increase of 1% in Mrs. A and 0% in Mrs. V. Furthermore, intervention patients also experienced a decrease in shortness of breath and an improvement in breathing patterns. Conclusion: The pursed lip breathing and tripod position interventions have proven effective in increasing oxygen saturation in asthma patients. The combination of these two techniques is a safe, easy, and applicable non-pharmacological intervention for use in the emergency department (ED) for patients who are conscious and able to follow instructions.   Keywords: Asthma; Oxygen Saturation; Pursed Lip Breathing; Tripod Position.   Pendahuluan: Asma merupakan penyakit inflamasi kronik pada saluran pernapasan yang ditandai dengan penyempitan jalan napas, sehingga menimbulkan gejala sesak napas, wheezing, dan penurunan saturasi oksigen. Kondisi ini memerlukan penatalaksanaan cepat dan tepat, khususnya di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Selain terapi farmakologis, intervensi keperawatan nonfarmakologis, seperti pursed lip breathing (PLB) dan posisi tripod dapat digunakan untuk membantu meningkatkan ventilasi paru dan memperbaiki oksigenasi pada pasien asma. Tujuan: Untuk menganalisa penerapan intervensi inovasi pursed lip breathing dan posisi tripod terhadap peningkatan saturasi oksigen pada pasien asma. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi studi kasus deskriptif dengan metode evaluasi tindakan keperawatan. Studi dilaksanakan pada bulan Desember 2025 hingga Januari 2026, bertempat di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD A.M. Parikesit Tenggarong. Subjek penelitian terdiri dari satu pasien intervensi (Ibu S) yang diberikan latihan PLB dan posisi tripod, serta dua pasien kontrol (Ibu A dan Ibu V) yang meneima asuhan standar dan terapi medis. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, serta pemantauan data-data vital dan saturasi oksigen selama 1x4 jam. Hasil: Kombinasi intervensi pursed lip breathing dan posisi tripod mampu meningkatkan saturasi oksigen pada pasien asma. Pada pasien intervensi (Ibu S), saturasi oksigen meningkat sebesar 2% yaitu dari 94% menjadi 96%. Sementara itu, pada pasien kontrol peningkatan saturasi oksigen relatif lebih stabil, dengan rata-rata kenaikan 1% pada Ibu A dan 0% pada Ibu V. Selain itu, pasien intervensi juga mengalami penurunan keluhan sesak napas dan perbaikan pola pernapasan. Simpulan: Intervensi PLB dan posisi tripod terbukti efektif dalam meningkatkan saturasi oksigen pada pasien asma. Kombinasi kedua Teknik merupakan intervensi non-farmakologis yang aman, mudah, dan aplikatif untuk diterapkan di IGD bagi pasien yang sadar dan mampu mengikuti instruksi.   Kata Kunci: Asma; Pursed Lip Breathing; Posisi Tripod; Saturasi Oksigen.