Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

BEYOND PROFIT DALAM MENGGAGAS MODEL PERBANKAN SYARIAH YANG HUMANIS DAN INKLUSIF Maulana, Fadhil
Finance : Journal of Accounting and Finance Vol. 3 No. 1 (2025): Volume 3 Nomor 1, Mei 2025
Publisher : universitas Islam Zainul Hasan Genggong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55210/rmhkjm08

Abstract

Sharia banking has often been understood as merely an interest-free financial alternative, when in fact its essence is much deeper and broader. This article proposes a model of sharia banking that is not only profit-oriented but also promotes humanistic values and social inclusiveness. Through a maqashid-based approach, Islamic finance should aim to create economic justice, empower communities, and address structural inequalities. By integrating ethical principles, civilized digitalization, and expanding access for vulnerable groups, Islamic banks can play a transformative role in social development. This article emphasizes that the success of future Islamic banking is not only measured by profitability, but by how far it can dignify humanity and bridge those who are economically left behind. Thus, the “beyond profit” initiative is an important step toward banking that is not only Islamic in form, but also in spirit.  
INTERPRETASI KARYA DJOKO PEKIK “BERBURU CELENG” Maulana, Fadhil; Makawi, Faizal Erlangga; Yunus, Pangeran Paita
Journal of Arts Education and Design Vol. 1 No. 1 (2024): Volume 01 Nomor 01 (Juni 2024)
Publisher : PT Ininnawa Paramacitra Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62330/artsedes.v1i1.47

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk Untuk menambah wawasan di bidang seni dengan memaparkan lebih lanjut tentang penulisan interpretasi atau kritik seni dengan pendekatan teori Feldman yeng menggunakan tahapan deskripsi, analisis formal, interpretasi dan evaluasi pada karya Djoko Pekik. Metode dalam interpretasi karya Djoko Pekik ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, dengan pendekatan teori Feldman. Kualitatif ini merupakan jenis penelitian yang cenderung memakai analisis biasanya bersifat deskriptif, berguna dalam mengetahui, memaparkan, menyelidiki, menjelaskan kualitas keunggulan maupun pandangan individu atau kelompok terhadap sesuatu semisal pengaruh sosial. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Interpretasi karya seni adalah proses menafsirkan nilai-nilai yang terikat dalam karya tersebut, karena dibalik sebuah karya pasti ada maksud atau hal yang melatarbelakanginya. Kita dapat melihat dalam tulisan ini contoh interpretasi terhadap karya lukis “Berburu Celeng” yang dibuat oleh Djoko Pekik, dimana ia memaparkan bagaimana karyanya itu mampu mewakili pikiran dan hatinya, sehingga dia mengangkat realitas sosial dalam karyanya untuk mengekspresikan diri juga menyuarakan apa yang selama ini dia dan masyarakat rasakan. Karena pengalaman pribadinya itulah yang membentuk karakter atau gaya lukisnya, hal itu pula yang membuat lukisannya mahal karena mampu memunculkan tampilan visual yang unik dan khas serta pemaknaan atas pengalaman hidup yang begitu dalam dan berarti. Tentu hal-hal seperti itu dapat kita pelajari guna meningkatkan kepekaan kita dalam berkarya dan memahami karya.
KRITIK SENI KARYA AFFANDI KOESOEMA BERJUDUL THREE EXPRESSIONS Maulana, Fadhil; Yunus, Pangeran Paita; Makawi, Faizal Erlangga; Padillah, Rezki; Febrian, Muh Farrel
Journal of Arts Education and Design Vol. 1 No. 1 (2024): Volume 01 Nomor 01 (Juni 2024)
Publisher : PT Ininnawa Paramacitra Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62330/artsedes.v1i1.48

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginterpretasikan karya seni lukis maestro Indonesia, Affandi Koesoemo dalam lukisan berjudul Three Expressions. Penelitian ini menggunakan metode kritik seni Feldman untuk menganalisis nilai-nilai dalam karya seni, khususnya karya Affandi. Penelitian mengenai karya Affandi mengungkap tiga faktor utama yang menyumbang pada nilai dan kepopuleran karyanya. Pertama, latar belakang dan pengalaman pribadi Affandi, termasuk karakter, pendidikan, dan kontribusinya dalam dunia seni, membentuk dasar nilai-nilai karyanya. Kedua, ekspresi emosional dalam pembuatan lukisan dianggap sebagai jiwa karya seni, menarik perhatian para pengamat. Ketiga, goresan unik dan berkarakter dalam lukisan mencerminkan ekspresi mendalam Affandi, dengan guratan kuat dan penggunaan cat langsung dari tube cat. Hasil penelitian ini memberikan pemahaman mendalam tentang faktor-faktor kunci yang mengartikan nilai seni dalam karya Affandi.