Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DERIVASI KATA TASBIH DALAM AL-QUR’AN (STUDY ANALISIS LINGUISTIK DAN MAKNA) Rahmat. R; Muhamamd Yusuf; Mardan
AL MUALLAQAT Vol. 4 No. 2 (2025): Bahasa dan Sastra Arab
Publisher : Program Studi Bahasa dan Sastra Arab STAIN Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis morfologi ayat tasbih dalam Al-Quran merujuk pada struktur kata dan kalimat yang mengandung makna tasbih, metode penelitian menggunakan penelitian kualitatif kepustakaan. Tasbih dalam Al-Qur’an digunakan dalam beragam bentuk dan konteks. Lafaz tasbih beserta derivasinya disebutkan sebanyak 92 kali dalam 87 ayat di 49 surat,  derivasi kata tersebut berdasarkan kaidah linguistic terbagi menjadi empat bagian yaitu isim mashdar, fill Madhi, fiil mudhari dan fiil amr. Meskipun demikian, namun semuanya memiliki makna dasar yang sama yaitu mengagungkan dan menyucikan Allah SWT.   
ANALISIS LINGUISTIK TERHADAP OPINI EMARAT AL YOUM: السموم الرقمية مرض يصيب الجالسين أمام الشاشات Rahmat. R; Haniah; Safaruddin; Husnah. Z
AL MUALLAQAT Vol. 5 No. 1 (2025): Kajian Linguistik Arab dan Pembelajaran Bahasa Arab Kontemporer.
Publisher : Program Studi Bahasa dan Sastra Arab STAIN Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jurnalbsa.v5i1.1897

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur linguistik dalam berita berbahasa Arab berjudul «السموم الرقمية مرض يصيب الجالسين أمام الشاشات» yang dimuat di portal Emarat Al Youm. Kajian ini berfokus pada tiga aspek utama, yaitu morfologi, sintaksis, dan semantik, guna mengungkap bentuk, fungsi, serta makna linguistik yang membangun pesan utama teks tersebut. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dengan pendekatan linguistik struktural dan semantik kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara morfologis, teks ini banyak memanfaatkan derivasi kata dari akar triliteral (ثلاثي), seperti ص-ي-ب, ج-ل-س, dan ف-ر-ط, yang menunjukkan produktivitas morfologi bahasa Arab dalam membentuk makna baru. Secara sintaksis, struktur kalimat yang dominan adalah jumlah ismiyyah dengan penyisipan jumlah fi‘liyah sebagai keterangan, yang berfungsi menegaskan hubungan antara subjek dan akibat yang ditimbulkan. Sementara secara semantik, penggunaan metafora «السموم الرقمية» (racun digital) menunjukkan perluasan makna dari ranah biologis menuju ranah psikologis dan sosial, menggambarkan dampak negatif teknologi terhadap kesehatan mental manusia.