Alan Saputra
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Yuridis Konsep Hibah dalam Perspektif Hukum Islam dan Implementasinya dalam KHI (Kompilasi Hukum Islam) Tiara Jelita Andalusianti Roozan; Diah Ajeng Pangestu; Adinda Berliana Rizkita Anjani; Vanesa Alexandra Caniago; Hasrinda Rizqi Pramassari; Rajwa Al Imtiyaz; Alan Saputra; Muhammad Reyvanza Anwar
Jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat Vol. 4 No. 1 (2025): April : Jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrafi.v4i1.4857

Abstract

This study examines the concept of hibah (gift) in Islamic law and its implementation in the Compilation of Islamic Law (KHI) in Indonesia. Through juridical-normative analysis, the research investigates how Islamic law principles regarding hibah have been transformed into national legislation through KHI and evaluates their implementation in religious court practices. The findings reveal that KHI has successfully harmonized Islamic jurisprudence with national legal requirements, particularly through articles 210-214, which regulate hibah procedures including limitations on gift amounts, beneficiary rights, and documentation requirements. However, challenges persist due to KHI's relatively weak position in the legal hierarchy as a Presidential Instruction rather than formal legislation, creating potential conflicts with other regulations. The study recommends strengthening KHI's legal status, updating its provisions to address contemporary issues, standardizing hibah procedures, and providing judges with appropriate discretionary space to ensure both legal certainty and substantive justice in hibah disputes.
KERJASAMA KERAJAAN SRIWIJAYA DENGAN DINASTI TANG PADA TAHUN 683-740 M Alan Saputra; Yunani Hasan
Criksetra: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 3 No. 2 (2014)
Publisher : Sriwijaya University in collaboration with  Perkumpulan Program Studi Pendidikan Sejarah Se-Indonesia (P3SI) dan Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI). 

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jc.v3i2.255

Abstract

Abstrak: Penelitian ini berjudul Kerjasama Kerajaan Sriwijaya dengan Dinasti Tang pada Tahun 683-740 M (Sumbangan Materi Mata Pelajaran Sejarah Nasional Kelas X di SMA Negeri 8 Palembang). Adapun rumusan masalah yang ambil dalam penulisan skripsi ini adalah meneliti mengenai Hubungan Kerajaan Sriwijaya dengan Dinasti Tang pada Abad VII-VIII M dan dampaknya terhadap perkembangan kehidupan politik, ekonomi, sosial dan budaya di kedua kerajaan besar itu. Metode penulisan yang digunakan oleh penulis adalah Metode Historis dengan langkah-langkah yang terdiri dari Heuristik, Kritik Sumber baik itu yang sifatnya internal maupun eksternal, Interpretasi Data dan Historiografi. Kerajaan Sriwijaya merupakan kerajaan Buddha yang muncul pada Abad VII M di pulau Sumatera. Pada Abad VIII M, Sriwijaya terus berkembang menjadi kerajaan maritim terbesar di Asia Tenggara. Dengan kekuatan politik dan militernya, Sriwijaya berhasil menguasai Selat Malaka yang merupakan jalur pelayaran dan perdagangan internasional yang menghubungan Barat (Arab, Persia dan India) dengan China. Atas dasar kepentingan politik dan ekonomi, Sriwijaya menjalin hubungan dengan Dinasti Tang di China dengan cara saling mengirimkan utusan dan upeti. Hal tersebut merupakan langkah strategis yang tepat, dan sangat menguntungkan bagi Sriwijaya maupun Dinasti Tang. Hubungan itu juga berpengaruh pada bidang sosial yang terlihat dari interaksi antara masyarakat Sriwijaya dengan masyarakat Dinasti Tang dan di bidang Kebudayaan melalaui agama Buddha. Sriwijaya merupakan pusat pendidikan dan penyebaran agama Buddha di Asia Tenggara yang sangat maju. Kemajuan agama Buddha di Sriwijaya “diabadikan” oleh seorang Bhiksu Agung Dinasti Tang bernama I-Tsing melalui catatan-catatannya.