Tianita, Tianita
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EKSPLORASI IMPLEMENTASI KURIKULUM DI INDONESIA DAN INGGRIS: TINJAUAN PADA ASPEK PEMBELAJARAN SAINS Syafitri, Indriani; Wahyuni, Aditiya; Tianita, Tianita; Koto, Irwan
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v5i2.4802

Abstract

ABSTRACT Curriculum is a learning plan that is prepared in accordance with national education policies and objectives to be the main guideline in the education process. This study analyzes the curriculum and implementation of science learning in Indonesia and the United Kingdom. This study uses a qualitative method with a comparative approach based on literature review. The results show that Indonesia uses the more flexible Merdeka Curriculum, but the UK uses a more structured National Curriculum with a Key Stages system. Science learning in Indonesia is still theory-oriented with limited experimental activities in the laboratory, while the UK emphasizes experimentation and problem solving. The advantage of the Indonesian curriculum system is its flexibility, but the main challenge in implementing the curriculum is the availability of supporting infrastructure for science learning and the willingness of educators. In contrast, the UK system has strict academic standards, so academic guidance becomes a challenge for students. To improve the quality of science learning in Indonesia, it is necessary to align the requirements of the curriculum documents with their implementation, improve the competence of teachers, and strengthen laboratory facilities to support experiment-based learning. ABSTRAK Kurikulum adalah rancangan pembelajaran yang disusun sesuai kebijakan dan tujuan pendidikan nasional untuk menjadi pedoman utama dalam proses pendidikan. Penelitian ini menganalisis kurikulum dan implementasi pembelajaran sains di Indonesia dan Inggris. Studi ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan komparatif berbasis studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia menerapkan Kurikulum Merdeka yang lebih fleksibel, namun Inggris menggunakan National Curriculum yang lebih terstruktur dengan sistem Key Stages. Pembelajaran sains di Indonesia masih berorientasi pada teori dengan keterbatasan kegiatan eksperimen di laboratorium, sedangkan Inggris lebih menekankan eksperimen dan pemecahan masalah. Keunggulan sistem kurukulum di Indonesia adalah fleksibilitasnya tetapi tantangan utamanya untuk mengimplementasi kurikulum adalah ketersedian infrastruktur pendukung pembelajaran sain dan kesiapan tenaga pendidik. Sebaliknya, sistem Inggris memiliki standar akademik yang ketat sehingga tuntanta akademik menjadi tantangan bagi siswa. Untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sains di Indonesia, diperlukan kesesuian tuntutan dokumen kurikulum dengan implementasinya, peningkatan kompetensi guru, serta penguatan fasilitas laboratorium untuk mendukung pembelajaran berbasis eksperimen.
ANALISIS PENINGKATAN HASIL BELAJAR FISIKA KELAS X MELALUI PROGRAM ASISTENSI MENGAJAR BERBASIS INOVASI PEMBELAJARAN DI SMA NEGERI 11 KOTA BENGKULU Tianita, Tianita; Sinulingga, Wika Aryani; Purwanto, Andik; Sianturi, Nimrod M.
Jurnal Kumparan Fisika Vol. 8 No. 2: Agustus 2025
Publisher : Unib Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jkf.8.2.61-66

Abstract

ABSTRAK Pembelajaran fisika di abad ke-21 menuntut strategi yang mampu meningkatkan pemahaman konsep melalui keterlibatan aktif siswa. Observasi awal di SMA Negeri 11 Kota Bengkulu menunjukkan bahwa pembelajaran fisika masih berpusat pada guru sehingga berdampak pada rendahnya hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan hasil belajar fisika siswa kelas X melalui penerapan pembelajaran inovatif dalam Program Asistensi Mengajar (AM). Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain One Group Pretest–Posttest pada tiga kelas, yaitu X.A, X.B, dan X.C. Instrumen penelitian berupa tes pilihan ganda yang diberikan sebelum (pretest) dan setelah perlakuan (posttest). Program pembelajaran inovatif mencakup penggunaan Problem-Based Learning (PBL), pendekatan deep learning, media visual, simulasi digital, dan asesmen interaktif berbasis Kahoot. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan rata-rata nilai di ketiga kelas, dari rentang pretest 43,5–48 menjadi 68,9–70,2 pada posttest. Ketuntasan belajar meningkat dari 2,9%–15% menjadi 35%–56%. Analisis menggunakan Normalized Gain (N-gain) menunjukkan kategori peningkatan sedang dengan nilai 0,42–0,44. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan inovasi pembelajaran melalui Program AM berkontribusi dalam meningkatkan hasil belajar fisika siswa, meskipun peningkatan belum mencapai ketuntasan klasikal. Kata kunci— hasil belajar, inovasi pembelajaran, problem-based learning, asesmen interaktif ABSTRACT Physics education in the 21st century requires strategies that can improve conceptual understanding through active student engagement. Initial observations at SMA Negeri 11 Kota Bengkulu show that physics education is still teacher-centered, resulting in low student learning outcomes. This study aims to analyze the improvement in physics learning outcomes of 10th grade students through the application of innovative learning in the Teaching Assistance Program (AM). The study used a quantitative method with a One Group Pretest-Posttest design in three classes, namely X.A, X.B, and X.C. The research instrument was a multiple-choice test administered before (pretest) and after the treatment (posttest). The innovative learning program included the use of Problem-Based Learning (PBL), a deep learning approach, visual media, digital simulations, and Kahoot-based interactive assessments. The results showed an increase in the average scores in all three classes, from a pretest range of 43.5–48 to a posttest range of 68.9–70.2. Learning completeness increased from 2.9%–15% to 35%–56%. Analysis using Normalized Gain (N-gain) showed a moderate improvement category with a value of 0.42–0.44. These findings indicate that the application of learning innovation through the AM Program contributes to improving students' physics learning outcomes, although the improvement has not yet reached classical completeness. Keywords— learning outcomes, learning innovation, problem-based learning, interactive assessment