Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan Inovasi Pemanfaatan Hasil Laut Menjadi Abon dan Kerupuk Ikan Desa Labu Ijuk Kabupaten Sumbawa Shafwan Amrullah; Devi Tanggasari; Ariskanopitasari Ariskanopitasari; Lalu Heri Rizaldi; Mikhratunnisa Mikhratunnisa; Adi Ardiansyah
SAFARI :Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 3 No. 3 (2023): Juli : Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : BADAN PENERBIT STIEPARI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56910/safari.v3i3.717

Abstract

The use of marine products in almost all coastal locations in Indonesia has stagnated in selling value. This is because people in Indonesia have not processed marine products properly. One location that has problems like this is in Labu Ijuk, in the District of Moyo Hilir, Sumbawa Regency. In this activity, Lecturers from the Agricultural Industrial Technology Study Program, Sumbawa University of Technology (TIP-UTS) conducted training for the local community, especially those who work as fishermen. The training carried out was in the form of training in making floss and crackers from the basic ingredients of fish caught by local fishermen. The type of fish used is flying fish with the Latin name Decapterus. This fish is very abundant. After that, the material was given directly by the TIP-UTS Lecturer. The results of this service produce fish floss and fish crackers which must be dried in the sun first. After production was carried out, the team agreed with the community to develop packaging types and marketing methods using several online platforms.
SOSIALISASI PENANGANAN PASCAPANEN BUAH CABAI MERAH DI SERNU LABU BADAS KABUPATEN SUMBAWA Chairul Anam Afgani; Ariskanopitasari Ariskanopitasari
Jurnal Agro Dedikasi Masyarakat (JADM) Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jadm.v5i1.23437

Abstract

Cabai merupakan salah satu tanaman hortikultura yang sangat dibutuhkan di kalangan masyarakat Indonesia dengan nilai ekonomis yang tinggi. Cabai termasuk sayuran yang mudah busuk, mudah rusak, dan sulit dipertahankan dalam bentuk segar dan cabai tergolong sebagai produk pertanian klimakterik. Oleh karena itu, perlu cara penanganan pascapanen yang baik. Pelatihan bimbingan penanganan pascapanen cabai merah di masyarakat Sernu Labu Badas Sumbawa bertujuan untuk melatih masyarakat dalam penanganan pasca panen cabai merah yang memiliki mutu baik dan memperpanjang umur simpannya. Pemberian pengetahuan dilakukan secara sosialisasi, diskusi dan praktek. Hasil pengabdian masyarakat di masyarakat Sumbawa menunjukkan bahwa  masyarakat dapat memahami cara penanganan pasca panen cabai merah agar dapat menghasilkan hasil dengan kualitas yang baik dan memiliki masa simpan yang lama 4-6 bulan dengan sistem pengemasan yang baik