Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENINGKATAN PEMAHAMAN PEMASARAN DIGITAL SEDERHANA PADA KELOMPOK WANITA TANI (KWT) DESA DUSUN BARU II KECAMATAN KARANG TINGGI KABUPATEN BENGKULU TENGAH Redy Badrudin; Reswita, Reswita
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 4 No. 4: April 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The goal of this type of program is to improve cognitive (understanding) capabilities in order to raise attitude levels and develop basic digital marketing abilities through WhatsApp (WA) of Women Farmer Grroup . Videos, conversations, and online instruction (oral slides) are the techniques employed. Pretest and posttest data that "increased" cognitive or basic digital marketing understanding, as well as the comprehension of 94.29% of 35 participants, demonstrate the activity's effectiveness. Nearly every member takes part.Understanding increased from Less Understanding to Majority Understanding as a result of the activity's execution. the activity's success. The implementation advice is really successful
PELATIHAN STRATEGI PEMASARAN USAHA BAGI KWT TANJUNG AUR DI DESA JENGGALU KECAMATAN SUKARAJA KABUPATEN SELUMA Reswita, Reswita; Redy Badrudin; Satria Putra Utama
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 9: Februari 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v3i9.7391

Abstract

Desa Jenggalu yang telah berkembang membentuk berbagai organisasi kemasyarakatan, termasuk Kelompok Wanita Tani (KWT) Tanjung Aur yang sangat aktif. Kelompok ini terbentuk oleh motivasi tinggi para ibu di Desa Jenggalu untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan, khususnya dalam mengolah produk lokal sebagai peluang usaha. Usaha Kelompok Wanita Tani Tanjung Aur berisiko mengalami ketertinggalan jika tidak mampu mengikuti perkembangan atau perubahan zaman dalam dunia bisnis. Risiko stagnasi atau bahkan kebangkrutan mungkin terjadi. Oleh karena itu, Kelompok Wanita Tani Tanjung Aur perlu menyadari pentingnya beradaptasi dengan arus digital dalam menjalankan usahanya, agar tidak tergeser oleh cepatnya proses digitalisasi yang tengah berlangsung. Salah satu pendekatan yang efektif dan efisien dalam pemasaran adalah melalui optimalisasi bauran pemasaran, yang sering disebut sebagai marketing mix berbasis digital. Permasalahan untuk KWT Tanjung Aur adalah pada produk : 1) Belum semua produk yang mempunyai merek, logo, dan izin usaha. Untuk price : penetapan harga jual yang tepat belum didasarkan pada perhitungan semua biaya yang terserap untuk pembuatan produk. Untuk Place : produk baru di dijual dan didistribusikan di sekitar desa Jenggalu, belum ada kerjasama dengan toko-toko pusat oleh-oleh atau pun outlet-outlet di minimarket. Untuk promosi : promosi masih dilakukan dari mulut ke mulut, baru beberapa anggota KWT saja yang menggunakan digital marketing untuk promosi penjualan. Kegiatan dari pelaksanaan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini yaitu : Penyampaian materi tentang pentingnya manajemen pemasaran digital, kiat-kiat dalam manajemen pemasaran digital, dan praktek cara mengimplementasikan strategi bauran pemasaran digital 4P (Product, Price, Place, dan Promotion), usaha Kelompok Wanita Tani Tanjung Aur. Manfaat dari kegiatan pengabdian pada masyarakat ini mencakup: a) Manfaat bagi Kelompok Tani Wanita Tanjung Aur mencakup: 1) Peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam menerapkan teknik-teknik strategi pemasaran yang tepat dan efektif, 2) Peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam mengimplementasikan pemasaran digital. b) Manfaat bagi Pemerintah Daerah melibatkan: 1) Peningkatan pendapatan masyarakat, 2) Peningkatan kesehatan masyarakat, 3) Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), 4) Peningkatan pertumbuhan ekonomi dan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Inovasi Pembuatan Pupuk Organik untuk Mendukung Pertanian Ramah Lingkungan di Desa Tangsi Duren Kecamatan Kabawetan Kabupaten Kepahiang Reflis Reflis; Redy Badrudin; Rica Denis
Pelayanan Unggulan : Jurnal Pengabdian Masyarakat Terapan Vol. 3 No. 2 (2026): Mei: Pelayanan Unggulan : Jurnal Pengabdian Masyarakat Terapan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/unggulan.v3i2.3375

Abstract

The rising cost of inorganic fertilizers and their uneven accessibility have encouraged farmers to use nutrient inputs that are locally available, affordable, and safer for the environment. This community service activity was designed to improve farmers' understanding and practical capacity in producing and applying organic fertilizer and eco-enzyme from local organic materials in Tangsi Duren Village, Kabawetan District, Kepahiang Regency. The program applied a participatory approach involving farmer groups, lecturers, and students of the Faculty of Agriculture, Universitas Bengkulu. The activity stages included preliminary observation, coordination with community partners, extension, demonstration, learning by doing, discussion, and evaluation. Conducted on 3 October 2025, the program introduced rice-washing water, fruit peels, vegetable residues, and healthy weeds or wild leaves as raw materials for organic fertilizer and eco-enzyme. The results indicated strong participant enthusiasm, broader awareness of organic farming, and increased willingness to engage in sustainable agriculture development. All participants expressed readiness to support organic farming, although some were still uncertain about its contribution to reducing production costs and improving market access for organic products. Follow-up facilitation with a local environmental care group was initiated to strengthen mentoring and marketing support. This activity confirms that hands-on training based on local resources can serve as an entry point for reducing dependence on chemical inputs and strengthening farmer-based sustainable agriculture.