Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Kesiapsiagaan Dengan Peran Perawat Dalam Manajemen Pra Bencana Di Kecamatan Awayan Kabupaten Balangan Hombing, Nurhani Br; Mohtar, M. Sobirin; Mahmudah, Rifa’atul
Sains Medisina Vol 3 No 4 (2025): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v3i4.699

Abstract

Penerapan kesiapsiagaan bencana tidak hanya melibatkan pemerintah, tetapi juga melibatkan masyarakat, terutama bagi petugas kesehatan. Sebagai salah satu komponen yang penting dalam respon penanganan bencana, perawat memiliki peran yang sangat besar dalam mempersiapkan maupun menangani masyarakat saat menghadapi bencana. Tujuan penelitian untuk mengetahui adanya hubungan kesiapsiagaan dengan peran perawat dalam manajemen pra bencana di Kecamatan Awayan Kabupaten Balangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian korelasional untuk menganalisis hubungan antara kesiapsiagaan dan peran perawat dalam manajemen pra-bencana di Kecamatan Awayan. Sampel penelitian berjumlah 30 perawat yang dipilih menggunakan teknik cluster sampling. Instrumen penelitian yaitu berupa kuisioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square untuk melihat hubungan antara kedua variabel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara kesiapsiagaan dan peran perawat (p-value = 0,000). Perawat yang lebih siap lebih aktif, dan peningkatan kesiapsiagaan serta kerjasama dengan BPBD dapat meningkatkan efektivitas perawat dalam menghadapi bencana. Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara kesiapsiagaan bencana dan peran perawat dalam manajemen pra-bencana di Kecamatan Awayan, Kabupaten Balangan. Perawat yang lebih siap cenderung lebih aktif dalam menjalankan perannya, dan peningkatan kesiapsiagaan serta kerjasama dengan BPBD dapat meningkatkan efektivitas penanganan bencana.
Pengukuran Persepsi Pasien Penderita DM Tipe II Dengan Brief Illness Perception Questionnaire (B-IPQ) Di Puskesmas Awayan Hombing, Nurhani Br; Wijaksono, Muhammad Arief
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 4 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i4.1136

Abstract

Pendahuluan: Diabetes melitus merupakan masalah kesehatan yang terus meningkat. Data Riset Kesehatan Dasar 2018 mencatat 53.806 penderita di Kalimantan Selatan. Di Kabupaten Balangan, kasus mencapai 7.589 orang pada 2020 dan terus meningkat. Di Puskesmas Awayan, jumlah penderita naik dari 241 orang (2022) menjadi 598 orang (2023). Persepsi pasien berperan penting dalam pengelolaan penyakit dan kepatuhan pengobatan sehingga perlu diukur sebagai dasar intervensi. Tujuan: Mengetahui persepsi pasien Diabetes Melitus tipe II terhadap penyakitnya menggunakan instrumen Brief Illness Perception Questionnaire (B-IPQ) di Puskesmas Awayan. Metode: Penelitian deskriptif kuantitatif dengan rancangan univariat. Sampel berjumlah 30 pasien Diabetes Melitus tipe II pada Agustus–September 2025, diambil dengan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner B-IPQ dan dianalisis secara deskriptif. Hasil: Rata-rata skor persepsi sebesar 6,73 (kategori tinggi). Aspek perhatian, waktu, dan emosi memiliki skor tertinggi, menunjukkan pemahaman bahwa penyakit bersifat kronis dan berdampak emosional. Namun, 63,3% responden masih memiliki persepsi negatif. Penyebab utama yang diyakini adalah pola makan tidak teratur, konsumsi gula berlebih, dan stres. Kesimpulan: Pasien memiliki kesadaran yang baik, tetapi masih memandang penyakit sebagai kondisi berat dan sulit dikendalikan. Edukasi berkelanjutan diperlukan untuk memperbaiki persepsi dan mendukung pengelolaan optimal.