Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Review Artikel: Metode Identifikasi Rhodamin B Pada Sediaan Lipstick, Lipcream, Dan Liptint Sumardi, Rosnidar; Luthfiyah, Widya; Patiwi, Nadya
Sains Medisina Vol 3 No 5 (2025): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v3i5.736

Abstract

Zat warna mempunyai peran dalam pewarnaan lipstik sehingga lipstik yang dihasilkan memberikan warna dan penampilan yang sangat menarik. Tetapi perlu diketahui bahwa saat ini juga banyak produsen dan industri kosmetika yang tidak bertanggung jawab menambahkan pewarna berbahaya pada sediaan lipstik. Salah satunya adalah penambahan zat warna Rhodamin B sehingga perlu dilakukan pengujian dengan metode analisa yang sesuai untuk identifikasi zat berbahaya tersebut. Studi ini bertujuan memberikan informasi mengenai metode analisa untuk mengidentifikasi kandungan Rhodamin B pada sediaan Lipstick, Lipcream, dan Liptint. Tinjauan artikel ini dilakukan melalui studi pustaka dari 23 artikel dengan rentang tahun publikasi 2013-2025. Hasil dari tinjauan artikel ini adalah masih terdapat produk Lipstik, Lipcream dan Liptint yang mengandung Rhodamine B yang beredar di pasaran setelah dianalisis secara kualitatif maupun kuantitatif. Metode yang digunakan untuk mengidentifikasi kandungan Rhodamine B secara kualitatif menggunakan metode kromatografi lapis tipis (KLT), Rapid Test Kit, Uji Benang Wol, dan Uji Pewarnaan menggunakan pelarut eter dan analisis kuantitatif untuk menentukan kadar Rhodamine B dapat menggunakan metode Spektrofotometri UV-Vis,Kromatografi Cair Kinerja Tinggi, dan Kolorimetri secara pencitraan digital.
Kajian Profil Senyawa Flavonoid, Fenolik, Alkaloid Dan Terpenoid Pada Genus Ceriops Wisdayanti; Sumardi, Rosnidar
Sains Medisina Vol 4 No 1 (2025): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i1.829

Abstract

Komunitas mangrove Indonesia tercatat sebagai yang terluas dan memiliki keanekaraman jenis yang tertinggi di dunia. Jenis pohon mangrove yang umum dijumpai, salah satunya yaitu Ceriops. Hal ini merupakan suatu tantangan untuk melibatkan diri dalam penelitian mengidentifikasi senyawa-senyawa yang terdapat dari tumbuh-tumbuhan tersebut. Senyawa yang paling banyak dilaporkan memiliki peran dan banyak dimanfaatkan untuk bidang obat-obatan adalah metabolit sekunder. Contoh dari metabolit sekunder yang paling sering dimanfaat dan dilaporkan memiliki berbagai aktivitas biologis yaitu fenolik, flavonoid, terpenoid dan alkaloid. Genus Ceriops dilaporkan memiliki senyawa metabolit sekunder dengan berbagai efek bioaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa metabolit sekunder pada genus Ceriops. Metode yang digunakan dalam bentuk studi literatur dengan rentang tahun publikasi mulai 2010 – 2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa flavonol merupakan jenis flavonoid yang dominan, fenolik yang sering ditemukan adalah phenylpropenes dan antraquinon, alkaloid yang banyak dijumpai ialah alkaloid indol, sedangkan terpenoid yang mendominasi adalah golongan diterpen dan triterpen. Tujuan tulisan ini untuk meninjau jenis flavanoid, terpenoid dan alkaloid yang ada pada beberapa tanaman Genus Ceriops sehingga memberikan komprehensif pandangan dalam pengembangan dan penemuan obat baru.
Sosialisasi dan Edukasi Penggunaan Obat Diabetes Mellitus pada Pasien Lanjut Usia di Puskesmas Banggae 1 Ramdaniah, Putri; Sumardi, Rosnidar; Wisdayanti, Wisdayanti; Putri Wibowo, Ekasari Kartika; Azima; Lutfiyah, Widya; Pratiwi, Nadya Pratiwi; Milawati
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2 No 3 (2025)
Publisher : PT. Edutech Inovatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64109/gvp7r950

Abstract

Diabetes Mellitus merupakan salah satu penyakit kronis yang paling banyak dialami oleh lansia dan menjadi penyebab utama gangguan metabolik yang berdampak pada penurunan kualitas hidup. Banyak lansia belum memahami cara penggunaan obat antidiabetes yang benar, baik dari segi dosis, waktu konsumsi, maupun interaksi obat dan makanan. Kondisi ini sering menyebabkan ketidakteraturan pengobatan dan meningkatkan risiko komplikasi. Kegiatan sosialisasi dan edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran lansia tentang penggunaan obat Diabetes Mellitus secara tepat, aman, dan efektif. Metode kegiatan dilakukan melalui pendekatan edukatif partisipatif berupa penyuluhan langsung, diskusi interaktif, dan simulasi penggunaan obat yang benar. Kegiatan dilaksanakan di Puskemas Banggae 1 dengan melibatkan tenaga kesehatan dan mahasiswa farmasi. Peserta mendapatkan materi tentang jenis-jenis obat diabetes, cara penyimpanan, efek samping yang perlu diwaspadai, serta pentingnya kepatuhan terhadap pengobatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta terhadap penggunaan obat diabetes. Lansia menjadi lebih percaya diri dalam mengatur jadwal minum obat dan mulai memahami pentingnya konsultasi rutin dengan tenaga kesehatan. Kesimpulannya, sosialisasi dan edukasi ini berhasil meningkatkan kesadaran serta pengetahuan lansia mengenai penggunaan obat diabetes. Kegiatan serupa perlu dilakukan secara berkelanjutan agar lansia dapat lebih mandiri dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik melalui pengelolaan obat yang rasional dan aman.