Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Advanced Geotechnical Solutions for Soft Soils: FEM Analysis and Hybrid Reinforcement in the Semarang-Demak Toll Road Project Kartawiria, Andi Kurnia Setiadi; Kamaruddin, Samira Albati Binti; Nazir, Ramli Bin; Alatas, Idrus Muhamad; Himawan, Agus; Hartasurya, Pasca; Imran, Iswandi; Mikhail, Reguel; Kurniawan, Yusrizal; Wibowo, Prasetyo Arief; Manurung, Ardita Elias; Maharani, Yusuf; Anggadinata, Yusmar; Setiawan, Muhammad Hariyadi; Siswantono, Siswantono; Wibawa, Sholeh Hendra; Editia, Rakhma Nur
Journal of Engineering and Technological Sciences Vol. 57 No. 5 (2025): Vol. 57 No. 5 (2025): October
Publisher : Directorate for Research and Community Services, Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/j.eng.technol.sci.2025.57.5.7

Abstract

This paper presents an analysis of the data collected from the full-scale trial embankment implemented in the Semarang-Demak Toll Road project, part of a national strategic project in Central Java, Indonesia. The project integrates a sea dike with a road embankment. The main challenge of the project lies in constructing the embankment on soft soil layers up to 40 meters thick. The road embankment is designed to reach a height of 6 meters above Mean Sea Level (MSL) or 8 meters above the average seabed level. In the absence of ground improvement techniques—such as bamboo mattress, prefabricated vertical drains (PVD), or high-strength geotextiles—very soft soil with an undrained shear strength of approximately 6.5 kPa can support only a critical embankment height of about 3 meters. A hybrid reinforcement that combines bamboo mattresses, high-strength woven geotextile, PVD and staged embankment construction is selected to solve the shear strength and settlement problem. Mattress acts as platform and designed to deform as much as the soft-soil to spread initial embankment load uniformly and increase bearing capacity, PVD accelerates consolidation, and high-strength woven geotextile provides tension capacity. To achieve a load ratio of 1.3 in accordance with SNI 8460-2017, a 13.5-meter soil preloading needs to be constructed. Several monitoring systems were installed to monitor the behavior of the entire embankment system. Complementary investigations, including CPT, CPTu, and Deep Boring, were conducted. Finite element analysis (FEA) was then performed, revealing improved performance, achieving safety factors of 1.25 during construction and 1.55 long-term.
PERENCANAAN ANGGARAN MITIGATIF SEBAGAI PILAR PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR TANGGAP BANJIR : INOVASI KOLABORATIF DENGAN DINAS PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN KABUPATEN MUARO JAMBI Kumalasari, Dyah; Nurdin, Ade; Nurul Kusuma Whardani, Putri; Astasya, Nita; Mikhail, Reguel
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 1 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i1.%p

Abstract

Kabupaten Muaro Jambi memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap banjir musiman, dengan lebih dari 15 desa terdampak setiap tahun. Data BPBD 2023 menunjukkan lebih dari 2.500 rumah tergenang air hingga ketingguian 100 cm, yang menyebabkan kerugian material dan nonmaterial, terganggunya aktivitas sosial-ekonomi, serta meningkatnya risiko kesehatan. Faktor-faktor ini diperburuk oleh alih fungsi lahan yang mengurangi daya serap air dan infrastruktur publik yang kurang adaptif terhadap banjir. Program pengabdian masyarakat bertujuan untuk menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB) untuk pembangunan ruang komunal multifungsi di Dusun Tuo, Desa Pematang Jering, Kecamatan Jaluko. Ruang komunal ini tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas publik sehari-hari, tetapi juga sebagai ruang evakuasi darurat selama bencana, dirancang untuk menghadapi dinamika banjir. Penyusunan RAB melibatkan partisipasi masyarakat dan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (PERKIM), untuk memastikan akuntabilitas dan relevansi terhadap kebutuhan lokal. RAB yang disusun mencakup perencanaan desain, material, dan pelaksanaan pembangunan secara sistematis dan efisien. Melalui program ini, diharapkan ruang komunal multifungsi dapat menjadi solusi inovatif untuk meningkatkan ketahanan masyarakat, mengurangi dampak bencana, dan mendukung pembangunan berkelanjutan. Selain itu, program ini memperkuat kolaborasi antara institusi pendidikan, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menciptakan infrastruktur yang adaptif dan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat Kabupaten Muaro Jambi