Waduk Manduk Jatirejo merupakan salah satu potensi wisata alam yang sedang dikembangkan oleh pemerintah daerah (Bumdes) dan Komunitas Pewduli Waduk (KPW) dan masyarakat sekitar sebagai destinasi wisata unggulan berbasis lingkungan dan ekonomi kreatif. Waduk Manduk mulai dikelola sejak tahun 2024 semenjak Bendungan Gondang diresmikan oleh pemerintah. Permasalahan yang sedang dihadapi antara lain: minimnya keterampilan dan pengetahuan tentang pengelolaan wisata, kurangnya akses pelatihan bagi KPW dalam pemasaran digital untuk meningkatkan daya tarik wisatawan, masih rendahnya keterlibatan masyarakat dalam inisiatif pengelolaan wisata yang berkelanjutan, belum adanya peraturan khusus mengenai pengelolaan wisata, kurangnya anggaran untuk pengembangan infrastruktur wisata dan promosi digital, keterbatasan dalam sistem koordinasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha lokal, dan masyarakat dalam pengelolaan wisata, waduk Manduk masih kelihatan kumuh karena belum tertata dengan baik, pelaporan keuangan belum transparan. Oleh sebab itu maka tim PKM PMM Politeknik Indonusa Surakarta dan Kemdiktisaintek melakukan optimalisasi waduk manduk dengan melakukan penataan waduk sebagai pusat rekreasi seperti wahana bebek gowes, camping ground, mancing mania dan area bermain anak. Berbagai kegiatan dilakukan antara lain: FGD perencanaan Infrastruktur, pelatihan manajemen obyek wisata, workshop manajemen keuangan dan administrasi digital, pelatihan branding dan pemasaran Digital. Disamping itu juga menerapkan teknologi dan inovasi dengan pengembangan digitalisasi Obyek Wisata berbasis website, branding Image, pemasasangan rambu-rambu wisata, penyediaan tempat sampah, pembuatan view point, memberikan fasilitas umum, pembuatan pagar, peningkatan wahan bermain anak, peningkatan area ticketing, peningkatan dermaga bebek gowes, peningkatan area parkir. Dengan penataan waduk Manduk tersebut diharapkan dapat menarik pengunjung yang lebih banyak dapat mendatangkan investor untuk pengembangan waduk manduk kedepannya.