Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PEMETAAN HABITAT BENTIK BERBASIS PIXEL MENGGUNAKAN CITRA SPOT-7 DI PERAIRAN DESA PENGUDANG KABUPATEN BINTAN Kartika, Indah; Syahara, Ulfatul; Kurniawati, Esty; Apdillah, Dony; Febrianto, Try
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 15, No 1 (2025)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v15i1.32410

Abstract

Habitat bentik, yang merupakan bagian dari daerah pesisir, meliputi ekosistem terumbu karang dan lamun, keduanya sangat produktif dan vital bagi kehidupan laut. Ekosistem ini memberikan manfaat besar dalam bentuk barang dan jasa lingkungan. Desa Pengudang di Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, memiliki ekosistem laut yang beragam dan sehat, termasuk ekosistem lamun dan terumbu karang. Wilayah ini telah ditetapkan sebagai kawasan konservasi lamun dan daerah wisata, namun menghadapi perubahan ekosistem, termasuk kerusakan dan kehilangan, yang sebagian besar disebabkan oleh aktivitas manusia. Oleh karena itu, pemetaan dan pemantauan habitat bentik sangat penting untuk melacak perubahan yang terjadi. Citra satelit SPOT-7 digunakan untuk mengamati perubahan ini. Pengumpulan data dilakukan dari 10 Juni 2023 hingga 15 Januari 2024, dengan 250 titik observasi di Desa Pengudang, Kecamatan Teluk Sebong. Penelitian ini menggunakan algoritma Maximum Likelihood Classification (MLC) untuk pemrosesan citra. Komponen penyusun habitat bentik di perairan Desa Pengudang terdiri dari enam jenis habitat yaitu Alga bercampur dengan Karang Mati (AKM), Karang Mati bercampur dengan Pasir (KMP), Lamun (L), Lamun bercampur dengan Pasir (LP), Pasir (P), dan Pasir bercampur dengan Karang Hidup (PKH). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi perubahan yang signifikan dalam tutupan habitat bentik dalam kurun waktu 6 tahun di perairan Desa Pengudang dari tahun 2016 hingga 2022. Overall Accuracy (OA) dari hasil klasifikasi adalah 65,33% untuk citra tahun 2016 dan 76% untuk citra tahun 2022. Pemetaan ini membantu untuk menilai kondisi ekosistem dan memberikan wawasan tentang perubahan lingkungan laut di wilayah tersebut.
Analisis Tutupan Mangrove Multitemporal dan Kerapatan Kanopi Menggunakan Hemispherical Photography di Pulau Panjang Esty Kurniawati; Siti Mashawa Nanda Mirza; Falmi Yandri; Indah Kartika
Journal of Marine Research Vol 15, No 2 (2026): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v15i2.54091

Abstract

Ekosistem mangrove di wilayah pulau kecil rentan terhadap perubahan tutupan lahan dan tekanan lingkungan, sehingga diperlukan informasi spasial yang tidak hanya menggambarkan dinamika luasan, tetapi juga kondisi kanopi vegetasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan tutupan mangrove secara multitemporal serta memetakan kerapatan kanopi mangrove pada tahun 2023 di Pulau Panjang. Metode yang digunakan meliputi analisis citra Landsat berbasis Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) untuk pemetaan tutupan mangrove multitemporal, serta klasifikasi kerapatan kanopi mangrove yang divalidasi menggunakan data lapangan Hemispherical Photography. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tutupan mangrove mengalami dinamika spasial antar periode pengamatan, sementara kerapatan kanopi mangrove tahun 2023 didominasi oleh kelas kerapatan tinggi. Evaluasi akurasi klasifikasi kerapatan kanopi menghasilkan nilai overall accuracy sebesar 83% dengan tingkat kesesuaian yang baik antara hasil klasifikasi dan kondisi lapangan, meskipun masih terdapat keterbatasan dalam membedakan kelas kerapatan yang berdekatan akibat kompleksitas struktur kanopi mangrove. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi analisis multitemporal tutupan mangrove dengan pemetaan kerapatan kanopi berbasis NDVI yang didukung oleh Hemispherical Photography pada skala pulau kecil. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan tersebut mampu memberikan informasi yang lebih komprehensif mengenai kondisi dan kualitas ekosistem mangrove, sehingga berpotensi mendukung upaya pengelolaan dan pemantauan mangrove secara berkelanjutan di Pulau Panjang.
Design of a Web-Based Geographic Information System for Mapping Coastal Areas and Fishermen's Activities on Bintan Island Fortia Magfira; Indah Kartika; Marisha Pertiwi; Nida Mardhiyah Ramdhani
Journal of Applied Geospatial Information Vol. 9 No. 2 (2025): Journal of Applied Geospatial Information (JAGI)
Publisher : Politeknik Negeri Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30871/jagi.v9i2.11882

Abstract

Coastal ecosystems and small-scale fisheries in Pengudang Village, Bintan, play an essential role in supporting local livelihoods. However, integrated spatial information on benthic habitats, mangroves, and fishing activities remains limited. This study aims to map coastal ecological conditions and fishing grounds while developing an accessible Web-GIS system to support coastal management. A descriptive qualitative approach was employed. Sentinel-2 Level 2A imagery was analyzed using Maximum Likelihood Classification, supported by field surveys, ground truthing, and interviews with 20 active fishers. Mangrove density was assessed using NDVI analysis. Spatial data, combined with fishers’ activity information, were integrated into a Web-GIS developed using the SDLC Waterfall method. The classification generated four dominant benthic habitat classes including seagrass, sand, mixed substrate, and dead coral with algae. NDVI indicated varying mangrove density levels from low to very high. Fishing grounds were concentrated in shallow waters with seagrass and mixed substrates. Fishers predominantly used kelong and bubu, producing 5–20 kg catch per trip. The developed Web-GIS provides interactive maps, layer selection, and spatial search features. The system enhances accessibility to coastal spatial data and supports evidence-based decision-making for sustainable coastal resource management in Pengudang Village.
Dissemination of Seagrass Density Information from Object-Based Image Analysis (OBIA) Mapping to Pengudang Coastal Community Esty Kurniawati; Indah Kartika; Try Febrianto; Septia Refly; Mario Putra Suhana; Asep Ma’mun; Muhammad Fajar Fajri Fardillah; Muhammad Johar Rudin
Jurnal IPTEK Bagi Masyarakat Vol 5 No 3 (2026)
Publisher : Ali Institute of Research and Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55537/j-ibm.v5i3.1590

Abstract

Pengudang Village, Bintan Regency, Riau Islands, is a coastal area that hosts seagrass ecosystems with high biodiversity. However, this area is increasingly experiencing degradation pressures due to climate change and anthropogenic activities. The limited public knowledge regarding the condition of seagrass ecosystems has become a major obstacle to community-based conservation efforts in the region. This community service activity aimed to disseminate information on seagrass density mapping results using the Object-Based Image Analysis (OBIA) technology to the coastal community of Pengudang. The mapping was conducted at 59 survey points distributed across the shallow waters of Pengudang Village in October 2025. The results identified seven seagrass species with a total coverage area of 344.26 hectares, of which approximately 92% fell into the high-density category. The dissemination of the mapping results was carried out in December 2025 using an interactive outreach method supported by visual media and infographics, and was evaluated through questionnaires distributed to 10 respondents. The evaluation results showed that all assessment indicators were within a score range of 3.7–4.0, categorized as Very Good, with no respondents expressing disagreement regarding either the material or the implementation of the activity. This activity demonstrates that a dissemination approach based on modern mapping technology, delivered through participatory and contextual methods, is effective in improving public understanding, awareness, and conservation motivation among coastal communities toward seagrass ecosystems.