Program pengabdian ini bertujuan untuk memperkuat kesiapan mahasiswa calon tutor dalam merancang pembelajaran bahasa Inggris yang menyenangkan, kontekstual, hemat biaya, dan sesuai dengan kebutuhan anak SD prasejahtera di Kota Makassar. Kegiatan dilaksanakan melalui Klinik CERIA-TEYL, yaitu model pelatihan desain pembelajaran yang terdiri atas lima tahap: Contextualize, Engage, Rehearse, Interact, dan Assess. Sasaran langsung kegiatan adalah mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris yang dipersiapkan sebagai tutor berbasis komunitas, sedangkan sasaran tidak langsungnya adalah anak-anak SD prasejahtera yang membutuhkan akses lebih luas terhadap pembelajaran bahasa Inggris gratis. Pelaksanaan kegiatan meliputi identifikasi kebutuhan, orientasi pembelajaran bahasa Inggris untuk anak, pengenalan model CERIA-TEYL, penyusunan desain pembelajaran, pengembangan media, latihan terbimbing, pemberian umpan balik dosen, dan revisi perangkat ajar. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa klinik ini membantu mahasiswa mengubah gagasan mengajar yang masih umum menjadi rancangan pembelajaran yang lebih terstruktur. Mahasiswa menghasilkan rancangan pembelajaran sederhana, aktivitas kosakata, media berbasis gambar, rancangan storytelling, lembar kerja singkat, dan alat asesmen formatif. Kegiatan ini juga memperkuat kesadaran mahasiswa tentang instruksi ramah anak, keberagaman peserta didik, interaksi kelas, dan refleksi mengajar. Meskipun sebagian mahasiswa masih memerlukan pendampingan dalam menyederhanakan instruksi dan mengatur transisi aktivitas, program ini menjadi dasar praktis bagi pengembangan kursus bahasa Inggris gratis berbasis komunitas.