Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Klinik CERIA-TEYL: Pelatihan Tutor Mahasiswa untuk Kursus Bahasa Inggris Anak Prasejahtera Fitri Radhiyani; Suci Amaliah; Harnita Rosalia; Ismail Rahim; Rudy Yusuf
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): AXIOLOGY: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Jurusan Bahasa Inggris

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program pengabdian ini bertujuan untuk memperkuat kesiapan mahasiswa calon tutor dalam merancang pembelajaran bahasa Inggris yang menyenangkan, kontekstual, hemat biaya, dan sesuai dengan kebutuhan anak SD prasejahtera di Kota Makassar. Kegiatan dilaksanakan melalui Klinik CERIA-TEYL, yaitu model pelatihan desain pembelajaran yang terdiri atas lima tahap: Contextualize, Engage, Rehearse, Interact, dan Assess. Sasaran langsung kegiatan adalah mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris yang dipersiapkan sebagai tutor berbasis komunitas, sedangkan sasaran tidak langsungnya adalah anak-anak SD prasejahtera yang membutuhkan akses lebih luas terhadap pembelajaran bahasa Inggris gratis. Pelaksanaan kegiatan meliputi identifikasi kebutuhan, orientasi pembelajaran bahasa Inggris untuk anak, pengenalan model CERIA-TEYL, penyusunan desain pembelajaran, pengembangan media, latihan terbimbing, pemberian umpan balik dosen, dan revisi perangkat ajar. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa klinik ini membantu mahasiswa mengubah gagasan mengajar yang masih umum menjadi rancangan pembelajaran yang lebih terstruktur. Mahasiswa menghasilkan rancangan pembelajaran sederhana, aktivitas kosakata, media berbasis gambar, rancangan storytelling, lembar kerja singkat, dan alat asesmen formatif. Kegiatan ini juga memperkuat kesadaran mahasiswa tentang instruksi ramah anak, keberagaman peserta didik, interaksi kelas, dan refleksi mengajar. Meskipun sebagian mahasiswa masih memerlukan pendampingan dalam menyederhanakan instruksi dan mengatur transisi aktivitas, program ini menjadi dasar praktis bagi pengembangan kursus bahasa Inggris gratis berbasis komunitas.
PENGUATAN CRITICAL LISTENING MAHASISWA CALON GURU BAHASA INGGRIS MELALUI KLINIK AUDIO-VISUAL BERBASIS HOTS Fitri Radhiyani; Suci Amaliah; Ismail Rahim; Yunitari Mustikawati; Muftihaturrahmah Burhamzah
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 4 No. 03 (2026): MEI 2026
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat keterampilan critical listening mahasiswa calon guru bahasa Inggris melalui klinik audio-visual berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS). Kegiatan ini merespons kecenderungan pembelajaran menyimak yang masih diposisikan sebagai latihan pemahaman literal, padahal komunikasi akademik dan digital menuntut pendengar mengidentifikasi klaim, mengevaluasi bukti, membaca isyarat multimodal, dan merefleksikan bias. Metode pengabdian menggunakan pendampingan partisipatif melalui identifikasi kebutuhan, kurasi materi, pemodelan strategi, praktik terbimbing, diskusi berbasis bukti, refleksi pedagogis, dan penyusunan rencana tindak lanjut. Kegiatan menghasilkan siklus CERDAS Listening, lembar analisis, rubrik pendampingan, serta rancangan mini pembelajaran menyimak reflektif. Hasil menunjukkan peningkatan kesadaran peserta terhadap konsep critical listening, pergeseran respons dari opini umum ke jawaban berbasis bukti dengar/visual, serta kesiapan awal dalam merancang instruksi listening yang melampaui pemeriksaan jawaban. Program ini menegaskan kontribusi pengabdian dosen dalam menyiapkan calon guru sebagai fasilitator pembelajaran bahasa Inggris yang kritis, reflektif, dan bertanggung jawab di tengah arus informasi digital.
Contextual Approach In Poetry Writing Training For Students Idawati Garim; Kisman Salija; Suci Amaliah; Fadilah Neyarasmi
Tamaddun Life Vol 23 No 2 (2024): December
Publisher : Fakultas Sastra - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/tamaddun.v23i2.799

Abstract

This study explores the effectiveness of a contextual approach in enhancing students’ poetry writing skills, creativity, and engagement at SMPN 1 Majene. By integrating students’ personal experiences and cultural contexts into the learning process, the study aimed to address challenges such as limited understanding of poetic structures, difficulties in self-expression, and lack of engagement in poetry writing. A qualitative descriptive method was employed, involving classroom observations, student artifacts, interviews, and reflective journals. The findings reveal that the contextual approach significantly improved students’ understanding of poetic elements such as rhyme, rhythm, and stanza structure. Furthermore, students demonstrated enhanced creativity and self-expression, producing authentic and emotionally resonant poems by drawing on their lived experiences. Collaborative activities, such as peer reviews and group discussions, fostered a supportive learning environment that further motivated students. However, challenges were observed, including difficulties with advanced poetic techniques and hesitancy in sharing work during peer sessions. These findings highlight the transformative potential of contextual learning in making poetry writing more accessible and meaningful, while also underscoring the need for ongoing refinement of teaching strategies. This study provides valuable insights for educators and curriculum designers seeking to enhance creative writing instruction through relevant and inclusive pedagogical approaches.
BARUGA: Bangun Ragam Unggul Generasi Andalan melalui Literasi Digital dan Bahasa Inggris di SMK Telkom Makassar Muh Reky Chalik Abuzar; Lely Novia; Stefani Inggrid Gorap; Suci Amaliah; Selviyani
Diakoneo : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2025): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan keterampilan berbicara Bahasa Inggris dan literasi digital siswa SMK melalui pendekatan kolaboratif berbasis teknologi. Kegiatan dilaksanakan oleh tim AjarMi FBS UNM di SMK Telkom Makassar dengan tiga intervensi: pelatihan aplikasi ELSA Speak (diikuti oleh 30 siswa), pelatihan pembuatan poster digital menggunakan Canva dan Microsoft Copilot dalam proyek P5 (melibatkan 28 siswa), serta kompetisi English Voice Out Competition (EVOC) yang diikuti oleh 9 peserta. Metode Participatory Action Research (PAR) digunakan untuk melibatkan siswa sejak perencanaan hingga evaluasi. Hasil kuesioner menunjukkan 78 persen peserta setuju dan 22 persen sangat setuju bahwa kegiatan ini meningkatkan kepercayaan diri berbahasa Inggris, serta 89 persen peserta merasakan peningkatan motivasi belajar. Program ini tidak hanya mengasah keterampilan linguistik dan kreativitas, tetapi juga memperkuat kolaborasi antara mahasiswa, guru, dan siswa dalam membangun pembelajaran vokasional yang adaptif terhadap tuntutan abad ke-21.
Human‑AI Feedback for EFL Writing Revision: Accuracy, Agency, and Integrity Suci Amaliah; Geminastiti Sakkir
Journal of Excellence in English Language Education Vol 5, No 2, April (2026): Journal of Excellence in English Language Education
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FBS UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/joeele.v5i2, April.84061

Abstract

This mixed‑method study investigates how human-AI collaborative feedback influences the revision of English as a Foreign Language writing. Three research questions examine whether combined feedback improves accuracy and complexity more than AI-only, human-only or minimal feedback; how hybrid feedback shapes learners’ revision agency; and what integrity issues arise. A quasi-experimental design randomly assigned 120 Indonesian undergraduates to four conditions: AI feedback, human feedback, hybrid feedback (AI followed by human) and a control group. Over eight weeks, participants wrote weekly essays; ChatGPT (GPT‑4) provided suggestions on grammar and vocabulary, while experienced lecturers provided holistic comments on organization and argumentation. Writing quality was assessed pre‑ and post‑intervention using an analytic rubric, and participants completed a revision agency questionnaire. Semi‑structured interviews explored perceptions of accuracy, agency and ethical concerns. Quantitative analysis showed that the hybrid group achieved the largest gains, with mean improvements of 20 points in accuracy, 15 points in lexical diversity, and 18 points in organizational coherence. AI-only and human-only groups improved by around 13 points; the control group by six points. An ANOVA confirmed significant differences among groups (p < .05, η² = 0.28). The hybrid condition also yielded the highest agency scores (M = 4.5, SD = 0.3); AI-only feedback promoted autonomy but sometimes overwhelmed learners. Qualitative findings indicated that students valued AI’s immediacy and comprehensive corrections but depended on teachers for higher-order organization and critical thinking. Participants emphasized the need for balanced guidance to avoid over-reliance on AI and to uphold academic honesty. Overall, combining human and AI feedback enhanced writing quality, fostered learner agency and mitigated integrity concerns, yet successful implementation requires ethical training and feedback literacy. These results contribute to EFL feedback research by demonstrating the synergy between AI and human feedback and by highlighting the importance of scaffolding and ethics training for sustainable practice overall.