Rahman Afandi
Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Program Penghijauan Melalui Penanaman Bibit Buah dan Tanaman Keras Desa Jompo Cahya Putri April Liana; Elis Rahadewi; Hilmy Surya Pratama; Intan Nuraini Muzagi; Izzah Rohmatun Nissa; Rahman Afandi
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jompaabdi.v5i1.2667

Abstract

Program penghijauan merupakan salah satu upaya strategis dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan di wilayah pedesaan. Desa Jompo sebagai wilayah dengan potensi lahan pertanian yang cukup luas masih menghadapi permasalahan keterbatasan vegetasi peneduh dan tanaman keras, khususnya di kawasan permukiman dan lahan terbuka. Pengabdian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengevaluasi implementasi program penghijauan melalui penanaman bibit buah dan tanaman keras yang dilaksanakan dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Jompo. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi lapangan, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Program penghijauan berhasil menanam sebanyak 75 bibit yang terdiri dari bibit buah dan tanaman keras pada lokasi strategis dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat, khususnya Kelompok Wanita Tani (KWT) dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan). Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian lingkungan, penguatan kerja sama sosial, serta potensi manfaat ekonomi jangka panjang dari tanaman buah. Program ini tidak hanya memberikan dampak ekologis berupa peningkatan tutupan vegetasi, tetapi juga berkontribusi terhadap pemberdayaan masyarakat desa. Oleh karena itu, program penghijauan berbasis partisipasi masyarakat dinilai efektif dan berpotensi untuk dikembangkan secara berkelanjutan di tingkat desa.
Program Dauroh sebagai Strategi Pembelajaran Tahfidz Al-Qur'an di SMP MBS Zam-Zam Cilongok, Banyumas Syafira Azzahra; Rahman Afandi
Nurani : Jurnal Studi Agama dan Peradaban Spiritual Vol. 1 No. 2 (2026): Juni: Nurani: Jurnal Studi Agama dan Peradaban Spiritual
Publisher : Lembaga Penerbit Penelitian Multidisipliner

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67096/nurani.v1i2.137

Abstract

Program dauroh merupakan model pembelajaran tahfidz Al-Qur'an yang bersifat intensif dan terstruktur yang mulai banyak diterapkan di lembaga pendidikan Islam formal di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam implementasi program dauroh dalam pembelajaran tahfidz Al-Qur'an di SMP MBS Zam-Zam Cilongok, Kabupaten Banyumas. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Subjek penelitian terdiri dari guru tahfidz (ustadzah) dan siswi kelas VIII F yang berjumlah 31 orang. Teknik pengumpulan data meliputi observasi non-partisipan, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program dauroh di SMP MBS Zam-Zam Cilongok dilaksanakan satu kali setiap bulan selama satu pekan (Senin–Jumat) dengan enam sesi halaqah setiap harinya. Program ini memiliki tiga komponen utama, yaitu: tahap persiapan yang mencakup penyusunan jadwal, penetapan target hafalan (minimal satu lembar per hari), dan seleksi pembimbing; tahap pelaksanaan melalui mekanisme setoran hafalan (ziyadah) yang didokumentasikan dalam buku mutaba'ah; serta tahap evaluasi melalui rekapitulasi capaian hafalan pada hari terakhir dauroh. Faktor pendukung keberhasilan program meliputi ketersediaan Rumah Tahfidz sebagai fasilitas khusus, sistem reward berupa izin perkeluaran pondok bagi siswa yang berhasil tasmi' satu juz, dan kompetensi guru pembimbing. Faktor penghambat yang ditemukan adalah keterbatasan sarana-prasarana dan gangguan dari pihak eksternal (wali santri yang berkunjung di luar jadwal). Program dauroh terbukti efektif meningkatkan fokus dan kuantitas hafalan siswa dibandingkan pembelajaran tahfidz pada hari-hari biasa.