Yunita Putri Maulidina
Universitas Muhammadiyah Semarang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemberdayaan Santri di Era Digital Melalui Pembelajaran Bahasa Inggris Berbasis Mobile Testiana Deni Wijayatiningsih; Dodi Mulyadi; Riana Eka Budiastuti; Anjar Setiawan; Hana Izatunnajah; Yunita Putri Maulidina; Olivia Az Zahra; Kikan Laila Arinil Haque
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 5 No 1 (2026): Januari
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v5i1.884

Abstract

Latar belakang: Keterbatasan media pembelajaran, rendahnya kepercayaan diri santri dalam menggunakan Bahasa Inggris, serta minimnya pemanfaatan perangkat mobile sebagai sarana belajar merupakan latar belakang dilakukannya kegiatan pengabdian masyarakat ini. Padahal hampir seluruh santri telah memiliki smartphone yang berpotensi besar menjadi alat pembelajaran yang fleksibel, menarik, dan sesuai dengan gaya belajar generasi digital. Tujuan: Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan santri Pondok Pesantren Darun Najah Semarang melalui pembelajaran Bahasa Inggris berbasis Mobile-Assisted Language Learning (MALL). Metode: Melalui rangkaian kegiatan pelatihan kosakata, pelatihan berbicara, praktik interaktif menggunakan aplikasi Wordwall, Duolingo, Padlet, Google Docs, dan Bamboozle, serta pendampingan intensif selama empat sesi, program ini mendorong terciptanya pengalaman belajar yang lebih komunikatif dan bermakna. Evaluasi dilakukan melalui pre dan post-test, observasi, dan angket kepuasan mitra. Hasil: Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam penguasaan kosakata dan pemahaman struktur Bahasa Inggris. Rata-rata nilai pre-test santri meningkat dari 63,69 menjadi 85,38 pada post-test, dengan peningkatan kompetensi sebesar 34,05%. Dari aspek afektif, 90% santri menyatakan pembelajaran berbasis aplikasi lebih menyenangkan dan membantu meningkatkan kepercayaan diri mereka dalam berbicara. Mitra juga menunjukkan kepuasan tinggi (skor 4,6 dari 5), terutama pada aspek kebermanfaatan program dan keberlanjutan. Kesimpulan: Secara keseluruhan, program ini berhasil menjembatani dunia pesantren dan era digital melalui pemanfaatan teknologi mobile yang humanis, inklusif, dan adaptif. Pembelajaran berbasis MALL terbukti efektif meningkatkan kompetensi bahasa, motivasi, dan kemandirian belajar santri dalam konteks pesantren. Program ini diharapkan dapat menjadi model pembelajaran berkelanjutan di lingkungan pendidikan berbasis keagamaan. _____________________________________________________________________ Abstract Background: Limited learning media, low student confidence in using English, and minimal use of mobile devices as learning tools are the background to this community service activity. Even though almost all students have smartphones that have great potential to be flexible, interesting learning tools, and in accordance with the learning styles of the digital generation. Objective: This Community Service Program aims to empower students at the Darun Najah Islamic Boarding School in Semarang through Mobile-Assisted Language Learning (MALL)-based English learning. Method: Through a series of vocabulary training activities, speaking training, interactive practice using the Wordwall, Duolingo, Padlet, Google Docs, and Bamboozle applications, as well as intensive mentoring for four sessions, this program encourages the creation of a more communicative and meaningful learning experience. Evaluation was carried out through pre-posttests, observations, and partner satisfaction questionnaires. Result: The analysis results showed a significant increase in vocabulary mastery and understanding of English structures. The average student pre-test score increased from 63.69 to 85.38 in the post-test, with an increase in competence of 34.05%. From an affective perspective, 90% of students stated that app-based learning was more enjoyable and helped improve their speaking confidence. Partners also showed high satisfaction (score 4.6 out of 5), especially regarding the program's usefulness and sustainability. Conclusion: Overall, this program successfully bridges the world of Islamic boarding schools and the digital era through the use of humanistic, inclusive, and adaptive mobile technology. MALL based learning has proven effective in improving students' language competency, motivation, and learning independence in the Islamic boarding school context. This program is expected to become a model for sustainable learning in religious-based educational environments. Keywords: digital literacy, MALL, mobile learning, english language learning, empowerment