Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dalam Pemetaan Potensi Banjir Berbasis Sistem Informasi Geografis (Studi Kasus: Kota Malang, Jawa Timur) Ramadhani, Dwi; Hariyanto, Teguh; Nurwatik , Nurwatik
GEOID Vol. 17 No. 1 (2021)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v17i1.1708

Abstract

Banjir merupakan bencana alam yang paling sering terjadi di Indonesia. Menurut catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), telah terjadi 1080 bencana banjir di Indonesia sepanjang tahun 2020. Pada tanggal 18 Januari 2021, Kota Malang diguyur hujan dengan intensitas tinggi sehingga terjadi bencana banjir dan tanah longsor yang menyebabkan satu orang hilang dan 260 rumah terendam banjir. Dengan adanya bencana tersebut maka diperlukan analisis terhadap penyebab terjadinya banjir serta melakukan pencegahan dan mitigasi dengan pemetaan potensi banjir. Penelitian ini menggunakan metode pembobotan Analytical Hierarchy Process (AHP) dengan narasumber pegawai BAPPEDA Kota Malang, pegawai DPUPRPKP Kota Malang, dan pegawai BPBD Kota Malang. Parameter yang digunakan antara lain ketinggian lahan, kemiringan lereng, jenis tanah, tutupan lahan, histori banjir, curah hujan, dan kerapatan sungai. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa curah hujan memiliki pengaruh lebih besar terhadap banjir dengan bobot sebesar 50%, diikuti dengan parameter lain yaitu kemiringan lereng 15%, tutupan lahan 11%, kerapatan sungai 10%, histori banjir 7%, ketinggian lahan 4%, dan jenis tanah 3%. Kemudian didapatkan tiga kelas potensi banjir yaitu potensi tinggi sebesar 3,04 km2, potensi sedang sebesar 90,42 km2, dan potensi rendah sebesar 9,41 km2. Wilayah yang berpotensi tinggi terhadap banjir adalah Kelurahan Kelurahan Arjosari, Purwodadi, Pandanwangi, Purwantoro, Sawojajar, Bunulrejo, Blimbing, Jatimulyo, Tlogomas, Lowokwaru, Dinoyo, Ketawanggede, dan Penanggungan.
Analisis Pemetaan Skala 1:1000 Menggunakan Data Unmanned Aerial Vehicle (UAV) (Studi Kasus: Waduk Selorejo - Kabupaten Malang) Cahyono, Agung Budi; Handayani, Hepi Hapsari; Nurwatik , Nurwatik
GEOID Vol. 18 No. 2 (2023)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v18i2.1771

Abstract

UAV Fotogrametri telah dipergunakan di berbagai sektor, salah satunya adalah untuk pemetaan dasar di Waduk Selorejo di desa Pandansari, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang. Penelitian ini adalah kerjasama Departemen Teknik Geomatika ITS dengan Perum Jasa Tirta I dalam rangka inventarisasi data dan kegiatan Mata Kuliah Kemah Kerja tahun 2022. Akuisisi data foto ini dilakukan dengan menggunakan wahana UAV jenis tipe rotor QuadCopter Dji Phantom 4 Pro sebanyak 3 unit. Berdasarkan pemotretan udara yang dilakukan di area wisata Waduk Selorejo, didapatkan hasil sebanyak 678 buah foto udara. Wilayah pemetaan mencakup bagian Selatan wilayah Waduk Selorejo. Perencanaan kontrol koordinat dilakukan terhadap 4 GCP (Ground Control Point) dan misi terbang pada 4 buah misi terbang. Misi terbang 1 dan 2 digunakan untuk pengolahan Blok I, misi terbang 2 dan 3 digunakan untuk pengolahan Blok II, serta misi terbang 3 dan 4 digunakan untuk pengolahan Blok III. Didapatkan hasil tinggi terbang rata-rata adalah 150 meter hingga didapatkan nilai Ground Sampling Distance (GSD) 4.23 cm/piksel. Dari hasil pengolahan data, didapatkan Circular Error (CE) 90% senilai 0.0602 meter dan memenuhi standar ketelitian peta RBI yang berada di rentang skala 1:1000 dan 1:2500 berdasarkan perka BIG No. 6 Tahun 2018.