Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Optimalisasi Pemberdayaan P2MKP Tambakan Berbasis Blue Economy Upaya Meningkatkan Kemandirian Ekonomi Masyarakat Desa Bugel Kecamatan Padarincang Kabupaten Serang: Optimization of Empowerment of P2MKP Tambakan Based on Blue Economy Efforts to Increase Economic Independence of Bugel Village Community, Padarincang District, Serang Regency Kristiyanto, Arip; Rahmawati, Iroh; Suharto, Agus; Safitri, Helen; Fadilah, Muhamad Yudi; Andriansah, Zulfi
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 7 (2025): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v10i7.9057

Abstract

This Community Service Program aims to optimize the empowerment of the Tambakan Independent Marine and Fisheries Training Center (P2MKP) based on the blue economy to increase the economic independence of the Bugel Village community, Padarincang District, Serang Regency. This village has significant pond fisheries potential, but its utilization has not been maximized. The blue economy approach is focused on developing sustainable and efficient fisheries. The community service methods used include financial management skills training, counseling on blue economy practices, and the development of local resource-based businesses. The results of this community service are improving community skills in managing resources and the formation of an e-commerce-based marketing system, improving neat and documented business financial records through financial system records with the SIAPIK application, blue economy-based businesses, and the formation of independent business groups. In addition, there is a higher awareness of sustainable practices and positive impacts on the environment. Thus, the economic independence of the Bugel Village community can be realized sustainably. Increased sales turnover in September to November 2024, there was an increase in sales in October by 12%, then in November 18%. Based on the survey, it stated that there was an increase in understanding related to financial management by 67%, the average value before the activity was 52.7 while after the activity it became 88.1.
Pemberdayaan Masyarakat Sawah Luhur melalui Pengolahan Limbah Cangkang Kerang Mendorong Keberlanjutan Ekonomi dan Lingkungan Arip Kristiyanto; Rahmawati, Iroh; Saputra, Alfian Ady; Pangestu, Nandana Dwiki; Rusdiana, Dian; Fadilah, Muhamad Yudi
Jurnal Abdimas Mandiri Vol. 10 No. 1 (2026): On Progress
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jam.v10i1.6537

Abstract

Wilayah pesisir Sawah Luhur menghadapi permasalahan serius terkait penumpukan limbah cangkang kerang yang berpotensi mencemari lingkungan dan menurunkan kualitas hidup masyarakat sekitar. Kondisi ini menunjukkan perlunya solusi inovatif yang tidak hanya mampu mengurangi dampak pencemaran, tetapi juga memberikan nilai tambah secara ekonomi. Topik pengabdian masyarakat ini dipilih karena limbah cangkang kerang memiliki potensi besar untuk diolah menjadi produk bernilai jual, sehingga mampu menciptakan sumber pendapatan alternatif bagi masyarakat pesisir sekaligus mendorong terwujudnya pembangunan berkelanjutan. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui pendekatan community empowerment yang berbasis partisipasi aktif masyarakat. Tahapan pelaksanaan mencakup sosialisasi mengenai dampak limbah dan peluang pemanfaatannya, pelatihan teknis pengolahan cangkang kerang menjadi produk bernilai ekonomi seperti batako, pendampingan proses produksi, serta pembentukan kelompok usaha kecil berbasis komunitas. Dengan metode ini, masyarakat tidak hanya memperoleh keterampilan baru, tetapi juga didorong untuk berkolaborasi dalam mengembangkan usaha bersama. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengelola limbah cangkang kerang, terbentuknya kelompok usaha mikro yang mampu menghasilkan produk bernilai tambah, serta berkurangnya pencemaran lingkungan pesisir akibat penumpukan limbah. Program ini membuktikan bahwa pemberdayaan masyarakat berbasis pengolahan limbah dapat memberikan manfaat ganda, yakni meningkatkan kesejahteraan ekonomi rumah tangga nelayan dan menjaga kelestarian lingkungan. Selanjutnya bertujuan meningkatkan kapasitas manajemen keuangan anggota UMKM Rumah Produksi Kerang Hijau melalui pelatihan dan penerapan sistem yang efektif. Hasil kuisioner menunjukkan terjadi peningkatan pemahaman, nilaiĀ  pre-test sebesar 52,7 sedangkan post-test meningkat menjadi 86,9.