Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Perbedaan Perlakuan Telur Bebek yang Direbus dan Dikukus terhadap Sifat Fisik Telur Asin Ma'arif, Muhammad Syamsul; Adyatama, Aqil; Nandhirabrata, Raditya
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 4 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i4.3134

Abstract

Telur asin merupakan salah satu komoditas pangan yang bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh manusia. Kandungan protein dalam putih telur asin cukup tinggi yaitu lebih dari 50%, oleh sebab itu diperlukan perlakuan khusus dalam penanganan dan pengolahan telur asin agar kandungan nutrien dalam telur asin dapat optimal dan tidak hilang. Beberapa cara yang dilakukan dalam pengolahan telur asin adalah perebusan dan pengukusan. Perebusan dan pengukusan apabila ditinjau dari sudut pandang teknologi pangan dan hasil ternak adalah dua teknik termal utama memberikan pengaruh berbeda terhadap struktur protein telur asin melalui mekanisme denaturasi yang khas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh metode pemasakan yaitu perebusan yang dibandingkan dengan pengukusan terhadap karakteristik organoleptik telur asin. Telur diasinkan menggunakan larutan NaCl 25% selama 14 hari, kemudian dimasak dengan kedua metode. Evaluasi dilakukan terhadap lima parameter sensori menggunakan 15 panelis semi-terlatih. Hasil uji independent samples t-test menunjukkan perbedaan signifikan pada tekstur (p=0.008) dan penerimaan keseluruhan (p=0.000), dengan perebusan menghasilkan nilai lebih tinggi. Kesimpulan dari penelitian ini berdasarkan hasil yang diperoleh yaitu tidak terdapat perbedaan signifikan pada aroma (p=0.165), rasa (p=0.136), dan warna (p=0.429). Temuan ini menunjukkan bahwa perebusan lebih efektif dalam meningkatkan kualitas sensori telur asin.
Analisis SWOT & Produktivitas Ayam Petelur: Studi Kasus Berbasis Meta-Analisis di Peternakan Makmur Jaya Desa Binangun, Karangkobar, Banjarnegara Syahila, Lailatu; Adyatama, Aqil; Nandhirabrata, Raditya
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 4 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i4.3143

Abstract

Peternakan ayam petelur skala kecil di Indonesia menghadapi berbagai tantangan, termasuk manajemen kandang tradisional, fluktuasi produksi, dan ketergantungan pada pakan komersial Permasalahan akses teknologi dan input produksi masih menjadi kendala utama peternakan layer skala kecil di Indonesia. Keterbatasan modal dan pengetahuan teknis sering menghambat peternak dalam mengadopsi sistem kandang closed house atau peralatan pakan otomatis yang dapat meningkatkan produktivitas. Kesenjangan teknologi ini terutama terlihat di daerah terpencil seperti Banjarnegara, di mana kandang bambu tradisional masih dominan meskipun memiliki keterbatasan dalam pengendalian lingkungan. Penelitian mutakhir mengungkap potensi integrasi antara kearifan lokal dengan teknik precision farming yang belum tergarap maksimal. Pendekatan inovatif seperti pemantauan mikroklimat berbasis sensor dan aditif pakan herbal menunjukkan prospek baik untuk meningkatkan kelayakan usaha peternakan kecil. Penelitian ini menganalisis performa produksi dan manajemen peternakan ayam petelur Makmur Jaya, Banjarnegara Rhode Island Red di Peternakan Makmur Jaya, Banjarnegara, berdasarkan data wawancara. Parameter utama meliputi Hen Day Production (HDP), Feed Conversion Ratio (FCR), tingkat kematian, serta evaluasi kandang menggunakan analisis SWOT. Hasil menunjukkan HDP 80%, FCR 2.5, dan tingkat kematian 0.25%, dengan keunggulan dalam manajemen kesehatan berbasis herbal. Tantangan utama adalah efisiensi pakan dan kontrol lingkungan. Rekomendasi mencakup modernisasi kandang dan adopsi teknologi pakan.
Pemanfaatan Tanah Liat Campur Jahe Sebagai Zat Aditif Aroma-Enhancer pada Telur Asin: Utilization of Clay Mixed with Ginger as an Aroma-Enhancer Additive in Salted Eggs Ikhsan, Febrian Nur; Adyatama, Aqil; Nandhirabrata, Raditya
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 4 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i4.20508

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh berbagai konsentrasi jahe (0%, 50%, 75%, 100%) terhadap karakteristik sensori telur asin menggunakan uji Kruskal-Wallis dan Mann-Whitney. Hasil menunjukkan bahwa parameter aroma dan rasa mengalami perubahan signifikan (p<0,001), sedangkan warna dan tekstur tidak menunjukkan perbedaan bermakna (p>0,05). Skor aroma tertinggi dicapai pada perlakuan 100% jahe (4,07), diikuti 75% jahe (3,95), menunjukkan efek optimal senyawa aktif zingiberene dan gingerol dalam menekan bau amis. Untuk parameter rasa, konsentrasi 75% jahe menghasilkan skor tertinggi (3,43), membentuk profil rasa gurih-seimbang, sementara konsentrasi 100% justru menurunkan penerimaan akibat dominansi rasa jahe yang berlebihan. Analisis lebih lanjut mengungkap mekanisme kerja jahe melalui: (1) inhibisi oksidasi lipid, (2) pengikatan senyawa volatil sulfur, dan (3) modifikasi mikroflora permukaan. Stabilitas warna (E<3,5) dan tekstur (kadar air 53±2%) pada semua perlakuan menunjukkan keterbatasan pengaruh jahe terhadap parameter fisikokimia tersebut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konsentrasi optimal jahe untuk telur asin berada pada rentang 75-80%, yang mampu meningkatkan kualitas sensori tanpa mengubah karakteristik fisik produk. Temuan ini memberikan dasar ilmiah bagi industri dalam pengembangan produk telur asin berbasis jahe dengan kualitas sensori yang unggul.
The Effect of Young Timor Deer (Rusa timorensis) Hornbill Flour Supplementation on the Testicular Size of Male Wistar Rats (Rattus norvegicus) Kartika, Nur Hafidzah Devi; Samsudewa, Daud; Prasetya, Nor Basid Adiwibawa; Nandhirabrata, Raditya
Bantara Journal of Animal Science Vol. 7 No. 2 (2025): BJAS
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/bjas.v7i2.7226

Abstract

The processing of young deer antlers exemplifies the use of deer as wildlife, guided by the principle of continuity and without harming them. The purpose of this study was to determine the effect of young Timor deer antler meal and to determine the impact of its supplementation on the size of the testes of male Wistar rats. Twenty male Wistar rats with a body weight of 200–250 g and an age of 90 days were used. The samples were divided into four groups: a control group and three treatment groups of young Timor deer antler meal at doses of 25 mg kg-1 BW-1, 50 mg kg-1 BW-1, and 100 mg kg-1 BW-1. Ca and Zn measurements were carried out using an atomic absorption spectrophotometer at the Feed Nutrition Laboratory of Diponegoro University. The size of the left and right testes (length, width, diameter, and weight) was analyzed using Analysis of Variance, and Duncan's Multiple-Range Test was used for testis weight. Data on Ca and Zn content were analyzed descriptively. Therefore, it can be concluded that supplementation with young Timor deer antler flour affected testicular weight, but not testicular length, width, and diameter. The results showed a significant difference (P<0.05) in testicular weight parameters, and testicular length, width, and diameter were not significantly different. Therefore, it can be concluded that supplementation with young Timor deer antler flour affected testicular weight, but not testicular length, width, and diameter.