Agi Muhammad Abdul Ghani
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dakwah Plural Berbasis Komunikasi Lintas Agama Dalam Mencegah Radikalisme Agi Muhammad Abdul Ghani; Ghani, Agi Muhammad Abdul; Walujayati, Roro Sri Rejeki; Huriani, Yeni; Hambali, Radea Yuli A
NALAR Vol 9 No 1 (2025): Islam in Contemporary Society
Publisher : Faculty of Ushuluddin, Adab, and Da'wah, State Islamic University of Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/njppi.v9i1.10097

Abstract

Abstrak Radikalisme berlandaskan agama menjadi sebuah isu sosial yang mengancam keharmonisan dan kedamaian masyarakat. Fenomena ekstremisme yang berbasis agama ini menunjukkan peningkatan yang mengkhawatirkan dalam beberapa dekade terakhir. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki peran komunikasi antaragama sebagai sarana dakwah dalam mencegah radikalisme berbasis agama melalui pendekatan fenomenologi terhadap Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) di Kota Bandung. Hasil penelitian mengindikasikan FKUB Kota Bandung telah membangun pemahaman mengenai bahaya radikalisme berbasis agama yang disesuaikan dengan ajaran teologis berbagai perwakilan agama. Komunikasi antaragama dilakukan secara internal melalui dialog anggotanya dan secara eksternal melibatkan masyarakat yang lebih luas. Inisiatif formal seperti diskusi dan penyuluhan, serta kegiatan informal seperti kampanye dan pawai, telah dilaksanakan FKUB. Jangkauan komunikasi antaragama meliputi dunia nyata maupun dunia maya. Di dunia nyata, FKUB bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mengatasi radikalisme. Sementara di dunia maya, FKUB menyebarkan pesan-pesan anti-radikalisme melalui media sosial dan media online. Penelitian ini menemukan upaya dakwah melalui komunikasi antaragama berlangsung pada tiga tingkatan: mikro, meso, dan makro. Pada tingkat mikro, nilai-nilai dan komunikasi berhubungan dengan internalisasi kebaikan individu. Di tingkat meso, interaksi membangun sikap kolaboratif baik di dalam FKUB maupun di masyarakat umum. Sedangkan pada tingkat makro, dakwah yang berbasis komunikasi antaragama membentuk pemahaman transendental yang meyakini adanya ikatan sosial berupa nilai-nilai universal melawan radikalisme. Rekomendasi untuk penelitian di masa depan adalah melanjutkan kajian mengenai efektivitas dakwah plural yang berbasis komunikasi antaragama di berbagai tingkatan, serta mengeksplorasi metode dakwah yang paling efektif. Para pembuat kebijakan diharapkan mendukung kegiatan FKUB dengan menyediakan anggaran dan infrastruktur yang diperlukan. Para pemimpin agama perlu berperan aktif dalam menyebarluaskan pesan pluralisme dan mempromosikan nilai-nilai universal baik melalui media sosial maupun secara langsung di komunitas mereka. Penelitian ini menekankan pentingnya kolaborasi antara peneliti, pembuat kebijakan, dan pemimpin agama dalam menghadapi tantangan radikalisme berbasis agama untuk menjaga perdamaian dan kerukunan di masyarakat.
RESEPSI JAMAAH TERHADAP DAKWAH PERSUASIF USTAZ HILMAN FAUZI DALAM PROGRAM MENATA HATI Reyditha Amelia; Encep Taufik Rahman; Agi Muhammad Abdul Ghani
Journal of Da'wah Vol. 5 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kerinci

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/jd.v5i1.7079

Abstract

Dakwah persuasif yang memadukan pesan keagamaan dengan pengalaman emosional membentuk ruang pemaknaan yang beragam di kalangan jamaah. Keragaman ini menunjukkan bahwa jamaah tidak menerima pesan secara pasif, tetapi menafsirkannya berdasarkan pengalaman hidup dan kondisi emosional masing-masing. Kajian ini mengungkap resepsi jamaah terhadap dakwah Ustaz Hilman Fauzi dalam Program Menata Hati, khususnya pada proses pemaknaan, posisi decoding, dan peran emosi dalam penerimaan pesan. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dengan melibatkan 12 jamaah yang telah mengikuti Program Menata Hati minimal tiga kali. Informan dipilih melalui purposive sampling dan snowball sampling. Data dihimpun melalui wawancara mendalam, kemudian dianalisis menggunakan enam tahapan analisis tematik Braun dan Clarke serta dipetakan berdasarkan teori encoding-decoding Stuart Hall. Hasil kajian menunjukkan bahwa jamaah memaknai pesan dakwah sebagai ajakan menata hati, menerima ketentuan Allah, memperkuat hubungan spiritual, dan mengurangi ketergantungan emosional kepada manusia. Resepsi terbagi ke dalam posisi dominan, negosiasi, dan oposisi. Storytelling, humor, muhasabah, journaling, sesi curhat, sedekah, dan doa bersama memperkuat keterlibatan emosional. Pengalaman hidup dan kondisi batin menentukan cara jamaah menerima, menyesuaikan, atau mengkritisi pesan. Jamaah juga melaporkan kecenderungan menjadi lebih reflektif, mampu mengelola emosi, dan memperbaiki relasi sosial. Namun, temuan ini berbasis pengalaman subjektif sehingga belum memverifikasi perubahan perilaku aktual. Observasi longitudinal diperlukan untuk menilai konsistensi perubahan tersebut. Pendakwah perlu merancang pesan yang empatik, kontekstual, dan sensitif terhadap pemulihan emosional jamaah. Secara teoretis, kajian ini memperluas teori resepsi Stuart Hall dalam konteks dakwah luring dengan menempatkan emosi sebagai faktor penting dalam proses decoding. Masa depan kajian dakwah persuasif memerlukan integrasi komunikasi, spiritualitas, dan psikologi audiens.