Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Analisis Kesesuaian Fintech Syariah Berdasarkan Konsep-Konsep Syariah Adel, Ichsanul Reihan; Andrini, Rozi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.30078

Abstract

Penelitian ini membahas kesesuaian financial technology (fintech) dengan prinsip-prinsip keuangan syariah yang meliputi akad, maqashid al-syari’ah, serta kepatuhan terhadap nilai-nilai Islam. Tujuan kajian ini adalah untuk mengidentifikasi integrasi prinsip syariah dalam praktik fintech, serta menganalisis tantangan dan peluang pengembangan fintech syariah di Indonesia. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi pustaka dari berbagai literatur nasional dan internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun fintech dapat menjadi solusi inklusi keuangan, implementasinya masih menghadapi kendala regulasi, standar akad, dan literasi masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan regulasi khusus dan edukasi menyeluruh agar fintech syariah dapat berkembang sesuai dengan konsep keuangan Islam. Penelitian ini juga menekankan peran penting pemerintah, institusi pendidikan, dan lembaga keuangan dalam membentuk ekosistem fintech syariah yang berkelanjutan
Analisis Perkembangan Sosial Ekonomi Peradapan Islam Masa Khulafaur Rasyidin Adel, Ichsanul Reihan; Wahyudi, Wahyudi; Andrini, Rozi
Al-Muzdahir : Jurnal Ekonomi Syariah Vol. 7 No. 2 (2025): Juli: Al-Muzdahir : Jurnal Ekonomi Syariah
Publisher : Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55352/ekis.v7i2.1529

Abstract

This research discusses the social and economic analysis during the Khulafaur Rasyidin period. The main problem examined is how the policies implemented by Abu Bakar, Umar, Utsman, and Ali impacted the economic development and social stability of the Muslim community. The objective of this study is to analyze and describe the effects of social and economic policies during that era on the establishment of a strong and sustainable Islamic civilization foundation. The method used is a literature study with a descriptive approach, where data is obtained from books, scientific articles, and relevant published documents. The data is systematically analyzed to map the impact of zakat policies, wealth distribution, infrastructure development, and internal conflicts that occurred. The conclusion of this research indicates that the Khulafaur Rasyidin period serves as an important foundation for the development of the Islamic socio-economic system. Although various political challenges and internal conflicts hindered economic growth during Ali's time, the policies of zakat redistribution and administrative reforms implemented by the other caliphs significantly contributed to the social and economic welfare of the Muslim community.
Gharar In Digital Economic Transactions: A Qualitative Analysis of E-Commerce Practices Adel, Ichsanul Reihan; Rinaldi, Afdhol
JAWI : Journal of Ahkam Wa Iqtishad Vol. 2 No. 3 (2024): JAWI - SEPTEMBER
Publisher : MUI Kota Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of digital technology has changed e-commerce transactions, where uncertainty in transactions has become an important issue in Islamic economics. This research aims to analyze the form of gharar in e-commerce and find solutions based on sharia principles. The method used is a literature study with a descriptive approach, and data is collected from secondary sources such as books and journals. The research results show that gharar often appears in the form of unclear product descriptions, non-conformity of goods, and non-transparent return policies, which have a negative impact on consumer trust. The recommended solution is to increase information transparency and improve return policies on e-commerce platforms. Technology such as blockchain can be a solution to reduce gharar and create a fair e-commerce ecosystem according to sharia principles.
Basic Concepts and Methodology of Islamic Economics: Foundations of a Fair Economic System Amid Global Injustice Arum, Hafidza Sanshia; Adel, Ichsanul Reihan; Mahyarni
JAWI : Journal of Ahkam Wa Iqtishad Vol. 3 No. 3 (2025): JAWI - SEPTEMBER
Publisher : MUI Kota Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article aims to review the basic concepts and methodologies in Islamic economics as a response to increasing inequality and systemic crises in the modern global economic system. By integrating the bayani, burhani, and irfani approaches, Islamic economics provides an alternative paradigm that is not only normative but also applicable and rational. This article also compares the conventional bank interest system with Islamic finance principles, accompanied by an analysis of the Indonesian government's response to financial access inequality. This study encourages an open approach to the development of Islamic economics rooted in maqasid sharia values and adaptive to innovation. The results of this study show that Islamic economics has great potential to emerge as a fair, sustainable, and relevant economic system in the digital age.
Analisis Literatur Kebijakan Moneter Islam dengan Pendekatan Bebas Riba Adel, Ichsanul Reihan; Suryadi, Nanda
Indonesian Research Journal on Education Vol. 6 No. 1 (2026): Irje 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v6i1.4007

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep dan mekanisme kebijakan moneter tanpa bunga dalam perspektif ekonomi Islam. Dalam sistem moneter konvensional, bank sentral berperan sebagai otoritas moneter yang menggunakan berbagai instrumen, terutama suku bunga, untuk menjaga stabilitas moneter. Suku bunga menjadi variabel utama yang mempengaruhi aktivitas ekonomi, seperti konsumsi, tabungan, investasi, kesempatan kerja, serta kegiatan ekspor dan impor. Inflasi merupakan permasalahan ekonomi yang mendapat perhatian besar dari pemerintah dan para ekonom karena dampaknya terhadap stabilitas perekonomian. Meskipun demikian, inflasi tidak selalu berdampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi dan dalam kondisi tertentu justru dapat memberikan dampak positif. Oleh karena itu, pemerintah menerapkan kebijakan moneter dan fiskal untuk mengendalikan serta menstabilkan laju inflasi. Dalam perspektif ekonomi Islam, pengendalian inflasi tidak dilakukan melalui instrumen suku bunga maupun pengendalian jumlah uang yang beredar secara semata. Penambahan uang hanya diperbolehkan apabila dikeluarkan dengan peningkatan produksi barang dan jasa. Selain itu, ekonomi Islam menekankan pentingnya aspek moral dan nilai-nilai sosial, seperti larangan konsumsi berlebihan, kebijakan investasi yang bersifat spekulatif dan tidak produktif, serta penerapan sistem transaksi berdasarkan prinsip bagi hasil . Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menganalisis berbagai penelitian terdahulu yang bersumber dari jurnal ilmiah dari berbagai negara. Hasil kajian menunjukkan bahwa kebijakan moneter tanpa bunga berpotensi menjadikan inflasi memiliki dampak yang lebih positif terhadap perekonomian. Selain itu, fungsi bank sentral tidak hanya terbatas pada menjaga stabilitas harga, tetapi juga mencakup upaya mewujudkan kesejahteraan melalui penerapan akad-akad masyarakat yang sesuai dengan prinsip ekonomi Islam dalam operasional kebijakan moneternya.
PENGELOLAAN BAITUL MAAL PADA MASA KHULAFAUR RASYIDIN DAN PENERAPANNYA DI INDONESIA Adel, Ichsanul Reihan; Muhammad Adnan Azzaki
Opportunity Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 2 (2025): Opportunity Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55352/634dey54

Abstract

Baitul Maal merupakan lembaga keuangan publik Islam yang mengelola pendapatan dan pengeluaran negara berdasarkan syariat Islam. Baitul Maal yang telah ada sejak zaman Nabi Muhammad SAW dan semakin terstruktur pada masa Khulafaur Rasyidin, memiliki peran penting dalam penyaluran kesejahteraan melalui zakat, infaq, shadaqah, dan pajak lainnya. Penelitian ini mengkaji peran Baitul Maal pada masa Khulafaur Rasyidin dan penerapannya dalam konteks Indonesia modern. Dengan menggunakan metode penelitian kepustakaan, ditemukan bahwa sumber dana utama Baitul Maal adalah zakat, jizyah, kharaj, dan fa'i. Khalifah Umar bin Khattab menetapkan sistem administrasi modern seperti al-diwan. Di Indonesia, Baitul Maal telah bertransformasi menjadi Lembaga Keuangan Mikro Islam (LKMS) melalui Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) untuk mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat kecil, yang mencerminkan adaptasi terhadap kebutuhan ekonomi modern dengan tetap menjaga prinsip-prinsip Syariah.