Zommi, Zommi
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Praktik Penyelesaian Konflik Keluarga dalam Masyarakat Kampung Pinang Lubuk Basung, Kabupaten Agam Zommi, Zommi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.30110

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui praktik penyelesaian konflik keluarga, keterlibatan para pihak, dan nilai-nilai budaya yang terkandung didalamnya. Tradisi ini merupakan penyelesaian berbasis budaya, dimana setiap konflik yang terjadi dalam kaum diselesaikan secara adat. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan hukum empiris (field research), dengan temuan penelitian; Pertama, praktik penyelesaian konflik keluarga dilakukan melalui pola negosiasi dan mediasi atas dasar bajanjang naiak, batanggo turun. Kedua, penyelesaian konflik keluarga berbasis budaya dibawah otoritas dan kewenangan Niniak Mamak dan Mamak Pusako. Ketiga, mengandung nilai kolektivitas, yaitu nilai musyawarah dan mufakat, kekuasaan dan kepemimpinan Niniak Mamak, kesadaran kaum terhadap hukum adat, penghormatan, adab dan sopan santun, dan nilai kecerdikan Niniak Mamak. Kesimpulannya, tradisi tersebut masih relevan hingga sekarang di Nagari Kampung Pinang sehingga penyelesaian konflik tanpa harus berakhir di pengadilan.
Zakat Piutang (Studi Analisis Pendapat Ulama Malikiyyah dan Syafi’iyyah) Zommi, Zommi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.30111

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hukum mengeluarkan zakat harta yang dipiutangkan (dipinjamkan), dengan analisis pendapat ulama Malikiyah dan Syafi’iyyah. Ulama Malikiyah menyatakan bahwa pada piutang yang diharapkan kembali wajib dikeluarkan zakatnya satu kali zakat. Berbeda ulama Syafi’iyyah kewajiban zakatnya setiap haul dan nishabnya. Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan kepustakaan (Library Research) yaitu dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dalam bentuk komparatif fiqih mazhab. Temuan penelitian; faktor penyebab berbedanya kedua ulama tersebut adalah dalam menggunakan dalil yang dijadikan hujjah. Kemudian, mereka juga berbeda dalam memahami milik penuh (Milkut Tam). Menggunakan metode al-Jam’u dan at-Tarjih penulis menyimpulkan bahwa kedua pendapat ulama tersebut dapat digabungkan dalam rangka penyesuaian dengan kebutuhan zaman, sekalipun sumber hukum yang digunakan berbeda. Pendapat ulama Malikiyah sangat relevan untuk diterapkan pada zaman sekarang dengan memandang kemashlahatan. Mengingat harta piutang tidak berada penuh di tangan pemiliknya.