Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

REVIEW ARTIKEL: AKTIVITAS ANTIKANKER TANAMAN PACING TAWAR (Costus speciosus) Zahra, Citra Aulia; Halimah, Eli
Farmaka Vol 22, No 3 (2024): Farmaka (November)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v22i3.56083

Abstract

Pacing tawar (Costus speciosus) merupakan tanaman yang berpotensi menjadi alternatif barupengobatan kanker. Kanker terjadi akibat mutasi pada DNA sehingga terjadi pembelahan sel abnormaldan tidak terkontrol. Review artikel ini bertujuan untuk mengetahui bagian tumbuhan dan tipe ekstrakdari C. speciosus yang memiliki aktivitas antikanker sehingga berpotensi menjadi alternatif pengobatankanker. Metode yang dilakukan pada kajian ini yaitu studi literatur melalui beberapa online databaseyaitu PubMed, Science Direct, Google Scholar, Springer, dan Elsevier. Artikel yang dipakai adalah 13artikel dengan tahun terbitan dari 2014 hingga 2024 yang dapat diakses secara gratis. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa tanaman C. speciosus memiliki potensi sebagai antikanker terhadap sel kankerserviks (KB), sel kanker payudara (BT-549, MCF-7, MDA-MB-231), sel melanoma (SK-MEL), selkanker ovarium (SKOV-3), sel kanker hati (HepG2), sel endotel vena umbilikalis (HUVECs), selkanker usus besar (HCT116), sel kanker prostat (PC-3), sel kanker paru-paru (A549), sel kankerkandung kemih (HT-1376), serta sel kanker pankreas (HPAC-1376). Berdasarkan pembahasan dalamreview artikel ini, diketahui bahwa ekstrak metanol, etanol, dan heksan dari rimpang C. speciosus,ekstrak metanol dan etil asetat dari akar C. speciosus, dan ekstrak metanol dari daun C. speciosus
Studi In Silico Daun Kemangi (Ocimum basilicum Folium) sebagai Antikanker Payudara terhadap ESRα Ichsani, Luthfia Nur; Elvian, Elvian; Zahra, Citra Aulia; Ramdani, Aura Radiatia Sesiani; Aprilio, Kevin; Rusdin, Agus; Mardisanutomo, Harsoning Tyas; Muchtaridi, Muchtaridi
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 12, No 3 (2025)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijpst.v12i3.47530

Abstract

Kanker payudara merupakan penyebab utama kedua kematian akibat kanker pada wanita. Berdasarkan data Global Cancer Observatory tahun 2022, terdapat penambahan 66.271 (16,2%) kasus baru kanker payudara di Indonesia dengan jumlah kematian mencapai 22.598 kasus.  Daun kemangi (Ocimum basilicum Folium) diketahui memiliki berbagai efek farmakologis contohnya antiproliferatif. Namun, hingga saat ini belum diketahui komponen spesifik dalam daun kemangi yang berkontribusi terhadap efek tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mencari senyawa daun kemangi yang berpotensi sebagai pengobatan untuk kanker payudara melalui metode penambatan molekuler. Berdasarkan aturan Lipinski, didapatkan hasil bahwa senyawa apigenin, luteolin, eugenol, cirsimaritin, cirsilineol, carvacrol, spathulenol, asam ursolat, linalool, dan asam rosmarinat memenuhi kriteria sebagai senyawa obat. Melalui studi penambatan molekuler didapatkan hasil cirsimaritin sebagai lead compound dengan energi ikatan sebesar -8.19 kcal/mol yang mendekati afinitas ikatan tamoxifen. Terdapat lima interaksi asam amino pada cirsimaritin yang mirip dengan tamoxifen, yaitu tiga ikatan hidrogen pada GLY A : 521; HIS A : 524; GLU A : 353 serta dua ikatan alkil berupa LEU A : 387 dan ILE A : 424. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cirsimaritin memiliki potensi sebagai antikanker payudara melalui penghambatan pada ESR. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi dasar untuk pertimbangan modifikasi lanjutan cirsimaritin sebagai kandidat obat yang potensial.
Identifikasi Potensi Interaksi Obat pada Resep Umum di Salah Satu Apotek Kota Bandung Periode Oktober 2025–Maret 2026 Zahra, Citra Aulia; Septyadi, Rendy; Sinuraya, Rano Kurnia
Indonesian Journal of Clinical Pharmacy Vol 15, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15416/ijcp.2026.v15i2.70822

Abstract

Interaksi obat adalah perubahan efek obat akibat penggunaan dua atau lebih obat secara bersamaan yang dapat meningkatkan risiko efek samping maupun menurunkan efektivitas terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi interaksi obat pada resep umum berdasarkan tingkat keparahan interaksi (mayor, moderat, dan minor) serta mekanisme interaksinya. Penelitian dilaksanakan di salah satu apotek di Kota Bandung pada periode Oktober 2025–Maret 2026 dengan desain noneksperimental menggunakan pendekatan deskriptif analitik secara retrospektif. Sampel penelitian berupa resep yang memenuhi kriteria inklusi, yaitu resep dengan ≥2 jenis obat. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik total sampling. Analisis potensi interaksi obat dilakukan menggunakan Drug Interaction Checker dari Drugs.com. Dari 2.371 resep yang ditelaah, sebanyak 1.106 resep memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis lebih lanjut. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 687 potensi interaksi obat, terdiri atas 73 interaksi minor (10,63%), 517 interaksi moderat (75,25%), dan 97 interaksi mayor (14,12%). Interaksi moderat menjadi kategori paling dominan, salah satunya kombinasi obat antihiperlipidemia dengan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), yaitu celecoxib dan fenofibrate, yang berpotensi meningkatkan risiko efek samping akibat peningkatan kadar celecoxib dalam plasma. Sementara itu, interaksi mayor ditemukan pada kombinasi sesama obat antihiperlipidemia, yaitu fenofibrate dan rosuvastatin yang berisiko menyebabkan miopati hingga rhabdomiolisis. Potensi interaksi farmakokinetik paling banyak ditemukan pada kombinasi suplemen mineral, yaitu kalsium dan zat besi, sedangkan interaksi farmakodinamik paling sering terjadi pada kombinasi antidiabetes oral, yaitu glimepiride dan metformin. Tingginya potensi interaksi obat pada resep menunjukkan pentingnya peran aktif apoteker dalam mengidentifikasi, memantau, dan mencegah interaksi obat guna meningkatkan keamanan terapi pasien.Kata kunci: apotek, interaksi obat, mekanisme interaksi, resep, tingkat keparahan Identification of Potential Drug Interactions in General Prescriptions at a Pharmacy in Bandung City During the Period of October 2025–March 2026AbstractDrug interactions are changes in drug effects caused by the concurrent use of two or more medications, which may increase the risk of adverse effects or reduce therapeutic effectiveness. This study aimed to identify potential drug interactions in general prescriptions based on severity level (major, moderate, and minor) and interaction mechanisms. The study was conducted at a pharmacy in Bandung City during October 2025–March 2026 using a nonexperimental retrospective descriptive-analytic design. The samples were polypharmacy prescriptions meeting the inclusion criterion of containing ≥2 medications and were collected using a total sampling technique. Potential drug interactions were analyzed using the Drug Interaction Checker from Drugs.com. Of the 2,371 prescriptions reviewed, 1,106 prescriptions met the inclusion criterion and were further analyzed. The results identified 687 potential drug interactions, consisting of 73 minor interactions (10.63%), 517 moderate interactions (75.25%), and 97 major interactions (14.12%). Moderate interactions were the most common, including the combination of celecoxib and fenofibrate, which may increase the risk of adverse effects due to elevated plasma levels of celecoxib. Major interactions were found between fenofibrate and rosuvastatin, which may increase the risk of myopathy and rhabdomyolysis. Pharmacokinetic interactions were most commonly observed with calcium and iron supplements, whereas pharmacodynamic interactions were most frequently identified between glimepiride and metformin. The high prevalence of potential drug interactions in polypharmacy prescriptions highlights the important role of pharmacists in identifying, monitoring, and preventing drug interactions to improve patient safety.Keywords: drug interactions, pharmacy, polypharmacy, prescriptions, severity level