Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

TRANSFORMASI DIGITAL DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA: DALAM LITERATURE REVIEW Handayani, Annisa; Wati, Fidia; Siahaan, Karin Sarah Angelina; Handani, Tia; Manalu, Rafael Benediktus; Pratama, Lucky Satria
Journal of Information System, Applied, Management, Accounting and Research Vol 9 No 3 (2025): JISAMAR (Journal of Information System, Applied, Management, Accounting and Resea
Publisher : Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Jayakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52362/jisamar.v9i3.1980

Abstract

Era digital merupakan suatu fase perkembangan di mana kehidupan manusia menjadi lebih mudah dan efisien berkat kemajuan teknologi digital. Pada periode ini, dampak paling nyata terlihat pada sektor ekonomi, yang menuntut perusahaan untuk terus melakukan adaptasi dan inovasi. Penelitian ini bertujuan untuk menyajikan gambaran komprehensif mengenai tantangan serta peluang yang muncul dari proses digitalisasi terhadap peningkatan kualitas SDM secara keseluruhan. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode Systematic Literature Review (SLR). SLR merupakan metode yang bertujuan untuk menelaah dan menganalisis studi-studi terdahulu secara eksplisit, sistematis. Data yang digunakan dalam penelitian ini bersumber dari literatur sekunder seperti artikel ilmiah, jurnal akademik, dan publikasi terpercaya yang membahas isu digitalisasi dan pengaruhnya terhadap kualitas sumber daya manusia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa transformasi digital memiliki dampak positif yang signifikan dalam meningkatkan kualitas SDM, baik di sektor publik maupun swasta, melalui peningkatan efisiensi kerja, produktivitas, kompetensi, dan profesionalisme. Namun, proses ini juga dihadapkan pada sejumlah tantangan seperti kesenjangan digital, keterbatasan infrastruktur, rendahnya literasi digital di beberapa kalangan, serta perlunya strategi pelatihan yang terintegrasi dan kolaborasi yang lebih kuat antara sektor pendidikan, industri, dan pemerintah.
Dampak dilakukan Merger pada Bank Syariah Indonesia (BSI) Terhadap Kinerja Keuangan Berdasarkan Literature Review Handayani, Annisa; Wati, Fidia; Siahaan, Karin Sarah Angelina; Handani, Tia; Manalu, Rafael Benediktus; Pratama, Lucky Satria
BanKu: Jurnal Perbankan dan Keuangan Vol 6, No 2 (2025): Volume 6, Nomor 2, Agustus 2025
Publisher : Program Studi Perbankan dan Keuangan Fakultas Ekonomi Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/banku.v6i2.16226

Abstract

Merger yang terjadi pada tiga Bank Umum Syariah di Indonesia, diantaranya Bank Syariah Mandiri (BSM), Bank BRI Syariah, dan Bank BNI Syariah, menjadi Bank Syariah Indonesia (BSI) merupakan langkah strategis untuk meningkatkan daya saing dan kinerja keuangan perbankan syariah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak merger terhadap kinerja keuangan BSI melalui tinjauan literatur (Literature Review ) terhadap 15 artikel terbitan tahun 2021–2024. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan studi literature (Literature Review ). Data diperoleh penulis dengan melakukan pencarian terhadap berbagai sumber tertulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua artikel yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh merger terhadap profitabilitas. Sementara itu, lima artikel lainnya menyatakan bahwa setelah dilakukan merger menunjukkan adanya peningkatan profitabilitas. Terdapat enam artikel yang menunjukkan adanya peningkatan ROA (Return on Assets). Selain itu, terdapat lima artikel menunjukkan adanya peningkatan ROE (Return on Equity). Merger BSI berhasil meningkatkan efisiensi, mengoptimalkan sumber daya serta modal, membawa sinergi positif dan meningkatkan nilai perusahaan bank.
Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi dan Tingkat Kemiskinan terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka di Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Tengah Tahun 2023 Silalahi, Cantika Sarma Seicilia; Siregar, Najwa Adelia; Manalu, Rafael Benediktus; Lubis, Sahira Annaba; Siagian, Septriani Theresia
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7472

Abstract

Pengangguran terbuka hingga kini masih menjadi tantangan serius di dunia ketenagakerjaan Indonesia, tak terkecuali di Provinsi Jawa Tengah. Beragam program pembangunan yang telah dijalankan, baik yang berfokus pada pertumbuhan ekonomi maupun penanggulangan kemiskinan, belum mampu secara konsisten menekan angka pengangguran di seluruh wilayah. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pertumbuhan ekonomi dan tingkat kemiskinan terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di 35 kabupaten/kota Provinsi Jawa Tengah tahun 2023, menggunakan data sekunder cross section dari BPS yang diolah dengan regresi linear berganda metode OLS melalui EViews. Sebelum estimasi dilakukan, model terlebih dahulu diuji melalui serangkaian uji asumsi klasik meliputi uji normalitas Jarque-Bera, multikolinearitas dengan VIF, dan heteroskedastisitas metode Glejser dan seluruhnya dinyatakan terpenuhi. Kendati model lolos uji kelayakan, hasil uji parsial (uji t) justru memperlihatkan bahwa pertumbuhan ekonomi (X1) maupun tingkat kemiskinan (X2) tidak berpengaruh signifikan terhadap TPT secara individual. Hal serupa juga ditemukan pada uji simultan (uji F), di mana kedua variabel secara bersama-sama pun tidak terbukti memberikan pengaruh yang berarti. Kondisi ini diperkuat oleh nilai Adjusted R-squared yang hanya sebesar 3,54%, yang mengindikasikan bahwa variasi TPT antardaerah di Jawa Tengah jauh lebih banyak ditentukan oleh faktor-faktor lain di luar model. Temuan ini memberikan pesan penting bahwa pendekatan makroekonomi semata tidak cukup untuk memahami dan mengendalikan dinamika pengangguran di tingkat kabupaten/kota. Dibutuhkan kajian yang lebih menyeluruh dengan mempertimbangkan variabel tambahan seperti indeks pembangunan manusia, upah minimum regional, realisasi investasi, serta komposisi sektoral perekonomian daerah agar analisis yang dihasilkan lebih komprehensif dan relevan secara kebijakan.