Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Correlation Between Analgesic Administration, Depression, and Knee Osteoarthritis Severity in Elderly Gutomo, Arthur Marc; Kusumaningrum, Sulistyani; Budiningsih, Fatichati; Werdiningsih, Yulyani
Indonesian Journal of Medicine Vol. 10 No. 3 (2025)
Publisher : Masters Program in Public Health, Sebelas Maret University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26911/theijmed.2025.10.3.772

Abstract

Background: Chronic diseases in the elderly, including osteoarthritis (OA), impact quality of life and can lead to depression. Pain caused by knee osteoarthritis may trigger stress and depression, while depression can worsen pain perception and disability. This study aimed to analyze the correlation between analgesic use, depression, and the severity of knee osteoarthritis in elderly patients. Subjects and Method: A cross-sectional study was conducted at Dr. Moewardi Hospital, Surakarta, using medical records of 99 elderly patients diagnosed with primary knee osteoarthritis between January 2018 and January 2024. Analgesic administration data were obtained from prescription records. Depression levels were assessed using the Geriatric Depression Scale (GDS), while the severity of osteoarthritis was evaluated using the Kellgren and Lawrence radiological classification. Data were analyzed using the Spearman correlation test. Results: Analgesic administration was negatively associated with depression (OR= 0.09; 95% CI= 0.03 to 0.32; p<0.001) and severity of knee OA (OR= 1.91; 95% CI= 0.60 to 6.08; p<0.001). Severity of knee OA was positively associated with depression (OR= 0.18; 95% CI= 0.05 to 0.62; p<0.001). Conclusion: Analgesic administration is negatively associated with depression and severity of knee OA. Severity of knee OA is positively associated with depression.
Pemanfaatan Sumber Daya Alam Lokal Sebagai Makanan Pendamping ASI di Desa Ngleses, Kecamatan Juwangi, Kabupaten Boyolali Puspitasari, Aldayanti; Gutomo, Arthur Marc; Malika, Aulia; Febriyanti, Dinari; Adila, Henti; Pratomo, Joseph Levy; Supoyo, Nadhifa Mulia Anugerah; Fathahillah, Rajasa; Miftchuljannah, Regita Ayu; Andriani, T. Amelia Carolin Peggy; Pamungkasari, Eti Poncorini
Smart Society Empowerment Journal Vol 4, No 2 (2024): Juli
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ssej.v4i2.78574

Abstract

Pendahuluan: Permasalahan kesehatan yang hingga kini masih dialami oleh masyarakat Desa Ngleses justru banyak terjadi di balita yakni kejadian stunting. Stunting merupakan kondisi ketika anak mengalami gangguan pertumbuhan fisik dan perkembangan otak serta kecerdasan di mana tinggi badan anak tidak sesuai dengan usianya akibat masalah gizi kronis yang ditandai dengan z-score menurut TB/U kurang dari -2 SD. Faktor risiko terjadinya stunting salah satunya adalah kurang terpenuhinya kebutuhan gizi. Pemberian MPASI yang terlambat mengakibatkan kurangnya makanan ekstra yang dibutuhkan anak untuk mengisi kesenjangan energi dan nutrisinya. Oleh sebab itu, Workshop MPASI ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman ibu-ibu mengenai MPASIMetode: Metode yang dilakukan adalah melakukan pemberian edukasi mengenai MPASI dengan memanfaatkan sumber daya lokal dan demonstrasi pembuatan beberapa resep MPASI ke ibu hamil dan ibu dengan balita. Sasaran dari program ini adalah 20 orang ibu dari balita di Desa Ngleses. Media yang digunakan adalah berupa Power Point dan juga demo memasak dengan peralatan masak seperti kompor, gas, wajan, dan sudip. Prosedur pelaksanaan kegiatan adalah persiapan, pelaksanaan, evaluasi, dan analisis. Evaluasi dilakukan dengan instrumen berupa soal ujian pre-test dan post-test yang diberikan sebelum dan sesudah pemaparan materi.Hasil dan pembahasan: Dalam proses pelaksanaan, 20 ibu-ibu Desa Ngleses yang hadir menunjukkan atensi dan antusias yang baik dalam mengikuti pemaparan materi dan demonstrasi masak. Tingkat pemahaman peserta juga meningkat yang dilihat dengan cara membandingkan nilai post-test dengan nilai pre-test peserta. Rata-rata nilai pre-test adalah 50 dan rata-rata nilai post-test adalah 79 sehingga terjadi peningkatan nilai sebanyak 29 poin. Selain itu, dari program ini dihasilkan 6 resep makanan pendamping ASI disertai dengan harga pokok penjualan yang dikompilasi membentuk buku resep. Nantinya buku tersebut akan dibagikan kepada ibu-ibu kader sebagai salah satu luaran program ini.Kesimpulan: Workshop pemanfaatan sumber daya alam lokal sebagai pendamping ASI efektif untuk meningkatkan pengetahuan ibu balita.