Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MENDIAGNOSIS PENYAKIT JEMBRANA PADA SAPI BALI: STUDI LITERATUR Devia Wulandasari
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 12 No. 1 (2025): JUNI
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit Jembrana adalah penyakit berbahaya yang menyerang sapi bali. Penyakit ini disebabkan oleh Jembrana Disease Virus yang termasuk dalam kelompok Retrovirus dari subfamili Lentivirinae yang menyebabkan menurunnya sistem kekebalan tubuh. Ulasan ini bertujuan untuk menyajikan informasi terkait penyakit Jembrana pada sapi bali meliputi etiologi, patogenesis, gejala klinis, diagnosis dan pengendaliannya. Metode penulisan yang digunakan pada studi literatur ini yaitu menggunakan penelusuran pustaka dengan melakukan pencarian artikel jurnal yang terkait dengan topik yang dibahas. Tanda-tanda klinis khas yang ditemukan pada penyakit ini adalah keringat darah di beberapa bagian tubuh. Penularan penyakit Jembrana terjadi secara langsung maupun tidak langsung. Faktor-faktor risiko terhadap penyebaran penyakit yang paling banyak terjadi melalui lalu lintas pergerakan hewan. Pencegahan dan pengendalian yang direkomendasikan adalah dengan melakukan vaksinasi serta pengawasan lalu lintas ternak. Peternak berperan dalam melakukan pengontrolan terhadap vektor lalat dan melakukan tindakan pencegahan melalui penerapan biosecurity yang baik.
LAJU PERTUMBUHAN DIMENSI LINGKAR TUBUH BABI DOMESTIK (Sus scrofa domesticus) DI KABUPATEN LOMBOK BARAT Nova Eriyanto; Ni Luh Lasmi Purwanti; Mariyam Al Haddar; Devia Wulandasari
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 12 No. 2 (2025): DESEMBER
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Kabupaten Lombok Barat merupakan salah satu daerah penghasil ternak babi di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan laju pertumbuhan dimensi lingkar tubuh yang meliputi lingkar leher (regio cervicalis), lingkar abdomen (regio abdominal), dan lingkar panggul (regio coxalis) pada babi domestik jantan dan betina. Penelitian dilakukan secara kuantitatif dengan rancangan acak lengkap (RAL) menggunakan dua faktor utama, yaitu jenis kelamin dan umur. Sampel terdiri dari 54 ekor babi domestik (27 jantan dan 27 betina) berumur 1 hingga 5 bulan yang diukur setiap bulan selama tiga bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kelamin dan umur berpengaruh nyata terhadap dimensi lingkar tubuh. Babi jantan memiliki pertumbuhan paling dini yaitu pada dimensi lingkar leher (regio cervicalis) dengan nilai laju (b=0,812), kemudian disusul oleh lingkar panggul (regio coxalis) dengan nilai laju (b=1,042) dan terakhir tumbuh adalah dimensi lingkar abdomen (regio abdominal) dengan nilai laju (b=1,118). Sedangkan babi betina dimensi yang paling dini tumbuh yaitu dimensi lingkar leher (regio cervicalis) dengan nilai laju (b=0,852), kemudian disusul oleh dimensi lingkar abdomen (regio abdominal) dengan nilai laju (b=1,038) dan dimensi lingkar yang paling akhir tumbuh yaitu dimensi lingkar panggul (regio coxalis) dengan nilai laju (b=1,086). Hal ini disebabkan oleh adanya tuntutan dari fungsi fisiologis tubuh dan adanya pengaruh peran hormonal seperti androgen pada ternak jantan serta estrogen pada ternak betina. Kata kunci: Babi domestik, Laju pertumbuhan, Dimensi lingkar, jantan, betina.