Abstrak : Kabupaten Lombok Barat merupakan salah satu daerah penghasil ternak babi di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan laju pertumbuhan dimensi lingkar tubuh yang meliputi lingkar leher (regio cervicalis), lingkar abdomen (regio abdominal), dan lingkar panggul (regio coxalis) pada babi domestik jantan dan betina. Penelitian dilakukan secara kuantitatif dengan rancangan acak lengkap (RAL) menggunakan dua faktor utama, yaitu jenis kelamin dan umur. Sampel terdiri dari 54 ekor babi domestik (27 jantan dan 27 betina) berumur 1 hingga 5 bulan yang diukur setiap bulan selama tiga bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kelamin dan umur berpengaruh nyata terhadap dimensi lingkar tubuh. Babi jantan memiliki pertumbuhan paling dini yaitu pada dimensi lingkar leher (regio cervicalis) dengan nilai laju (b=0,812), kemudian disusul oleh lingkar panggul (regio coxalis) dengan nilai laju (b=1,042) dan terakhir tumbuh adalah dimensi lingkar abdomen (regio abdominal) dengan nilai laju (b=1,118). Sedangkan babi betina dimensi yang paling dini tumbuh yaitu dimensi lingkar leher (regio cervicalis) dengan nilai laju (b=0,852), kemudian disusul oleh dimensi lingkar abdomen (regio abdominal) dengan nilai laju (b=1,038) dan dimensi lingkar yang paling akhir tumbuh yaitu dimensi lingkar panggul (regio coxalis) dengan nilai laju (b=1,086). Hal ini disebabkan oleh adanya tuntutan dari fungsi fisiologis tubuh dan adanya pengaruh peran hormonal seperti androgen pada ternak jantan serta estrogen pada ternak betina. Kata kunci: Babi domestik, Laju pertumbuhan, Dimensi lingkar, jantan, betina.
Copyrights © 2025