Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IDENTIFIKASI STRUKTUR BAWAH PERMUKAAN MENGGUNAKAN METODE SCHLUMBERGERDI DUSUN SEMAGE, LOMBOK TENGAH, NUSA TENGGARA BARAT Gusti Ayu Esty Windhari; I Gde Dharma Atmaja; Maulana Okta Saputra
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 12 No. 1 (2025): JUNI
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi struktur bawah permukaan dan potensi akuifer di Dusun Semage, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, menggunakan metode geolistrik tahanan jenis konfigurasi Schlumberger. Pengukuran dilakukan menggunakan metode Vertical Electrical Sounding (VES) dengan bentangan elektroda maksimum 1000 meter. Hasil interpretasi menunjukkan adanya 12 lapisan bawah permukaan dengan nilai resistivitas berkisar antara 1,74 hingga 64,34 Ohm.m. Zona dengan resistivitas sangat rendah (<5 Ohm.m) teridentifikasi pada kedalaman lebih dari 30 meter dan diasumsikan sebagai akuifer jenuh air tanah. Nilai error RMS sebesar 6,0025% menunjukkan kecocokan data hasil inversi dengan kondisi lapangan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode geolistrik konfigurasi Schlumberger efektif dalam memetakan potensi air tanah dan struktur geologi bawah permukaan di wilayah penelitian.
ANALISIS KONTRAKSI SEKTOR PERTAMBANGAN TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT DENGAN PENDEKATAN SHIFT SHARE Maulana Okta Saputra
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 12 No. 2 (2025): DESEMBER
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perekonomian Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengalami kontraksi pada tahun 2025 yang terutama dipicu oleh melemahnya sektor pertambangan sebagai sektor unggulan daerah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sumber kontraksi ekonomi Provinsi NTB menggunakan pendekatan shift share dengan memanfaatkan data PDRB sektor pertambangan NTB dan nasional atas dasar harga konstan. Hasil analisis menujukan bahwa nilai proportional share dan differential shift yang negatif mengindikasikan pelemahan sektor pertambangan secara nasional serta rendahnya daya saing sektor tersebut di NTB. Kondisi ini diperparah oleh kebijakan larangan ekspor konsentrat mineral. Penelitian ini meyimpulan bahwa kontraksi ekonomi NTB bersifat struktural dan regional, sehingga diperlukan diversifikasi ekonomi dan penguatan industri hilir pertambangan. Kata kunci : Kontraksi ekonomi, shift share, sektor pertambangan, PDRB, NTB