Wawan Shofwani
UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Manajemen Inovasi Digital melalui Aplikasi SIMAPEL: : Transformasi Budaya Kerja Guru di MANU Putra Buntet Pesantren Wawan Shofwani; Dewi Shinta Nuriyah; Moh. Ali; Dewi Cahyani
TSAQAFATUNA : Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Vol. 7 No. 1 (2025): Pendidikan Islam Berbasis Kritis, Kolaboratif, dan Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/tsaqafatuna.v7i1.613

Abstract

The transformation of teachers' work culture has become one of the main challenges in the era of educational digitalization. Digital innovations based on management information systems (MIS) are believed to enhance work efficiency, discipline, and accountability in educational environments, including madrasahs. This study aims to explore how digital innovation management through the implementation of the Simapel application (Educational Service Management Information System) contributes to changes in the work culture of teachers at MANU Putra Buntet Pesantren. In this study, a qualitative approach with a case study design was used, involving research subjects consisting of teachers, the head of the madrasah, and Simapel application operators. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation. Data analysis was conducted using the interactive model of Miles and Huberman, which includes data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The research results indicate that the use of Simapel encourages a positive transformation in the teachers' work culture, particularly in terms of discipline, punctuality in reporting, more structured work communication, and increased digital literacy. Madrasah management plays an important role in initiating, directing, and facilitating this digital innovation process through policies, training, and ongoing evaluation. However, challenges such as initial resistance, technical limitations, and the need to adapt remain part of the transformation process. This study concludes that digital innovation management through Simapel not only serves as an administrative tool but also as a strategic instrument in shaping a professional work culture within the madrasah environment. This study recommends the need for broader system integration, strengthening user training, and sustainable policy support in the implementation of educational SIM.
Analisis Kebijakan Pendidikan di Bidang SPMB Berbasis Zonasi/Domisili Dan Problematikanya Wawan Shofwani; Mochamad Dicky Yudhantaka; Masduki Duryat
Jurnal Niara Vol. 18 No. 2 (2025): September
Publisher : FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/8a03c171

Abstract

Kebijakan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) atau yang sekarang berubah menjadi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) resmi diberlakukan oleh Mendikdasmen Prof. Abdul Mu’thi, perubahan juga terjadi pada istilah zonasi menjadi domisili, yakni siswa akan dinilai layak atau tidaknya masuk ke sekolah negeri berdasarkan jarak dari rumah ke sekolah. Istilah tersebut tentu tidak terlalu berbebda dengan kebijakan zonasi yang dikeluarkan oleh menteri pendidikan sebelumnya. Tujuan dari kebijakan tersebut diterapkan adalah sebagai upaya pemerataan kualitas dan akses pendidikan di Indonesia. Selain itu, implementasi kebijakan tersebut dirintis tentu masih menghadapi berbagai macam tantangan dan permasalahan lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan zonasi atau domisili SPMB yang dikeluarkan oleh Mendikdasmen, memunculkan problematika-problematika yang akan timbul, serta mengevaluasi pengaruhnya terhadap peserta didik, orang tua, serta satuan pendidikan. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif – deskriptif analitis, melalui studi literatur dan wawancara terhadap pemangku kepentingan. Penulis mengidentifikasi bahwa kebijakan tersebut memiliki dampak positif dalam mengurangi kesenjangan pendidikan tetapi juga melahirkan beberapa masalah, yaitu keterbatasan daya tampung sekolah, ketimpangan kualitas antar sekolah, serta resistensi masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi dan penyesuaian kebijakan yang lebih fleksibel agar prinsip keadilan dan pemerataan pendidikan dapat tercapai secara normal
Transforming Educational Management in Islamic Boarding Schools: A Historical and Digital Perspective Shofwani, Wawan; Arifudin, Iis; Gloria, Ria Yulia; Wiradinata, Djohana Rochanda
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 10 No 2 (2025): Vol. 10 No. 2 (2025): Volume 10, Nomor 2, September 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jp.v10n2.p174-187

Abstract

This study explores the transformation of educational management in Islamic boarding schools (Islamic Boarding School ) from historical and digital perspectives, using Buntet Islamic Boarding School in Cirebon as a case study. Employing a qualitative-descriptive design with a historical approach, the research integrates literature review, field observation, and semi-structured interviews. The findings reveal three significant transformation dimensions: (1) the digitalization of management systems through applications such as Simapel and SIMATREN, which enhance accountability, transparency, and institutional efficiency; (2) curriculum transformation that integrates classical Islamic texts (kitab kuning) with modern digital pedagogy, improving students' religious and technological literacy; and (3) the strengthening of Islamic Boarding School -based academic culture through research development, publication, and digital literacy training. The study concludes that the managerial transformation of Islamic Boarding School is not merely a response to modernization but an adaptive effort to harmonize spirituality and digital innovation in a hybrid management model. Recommendations include expanding digital literacy programs, training educators in educational technology, and fostering collaboration with external institutions to sustain innovation. This research contributes to the global discourse on Islamic educational management by demonstrating how faith-based schools can balance tradition and technological progress within a culturally grounded framework.
Analisis Minat dan Bakat Siswa melalui Metode Aplikasi Fingerprint Analysis And Beyond Japo (Jari Potensi) Wawan Shofwani; Suklani; Kambali
Risâlah Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 12 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jurnal_risalah.v12i2.1762

Abstract

Kebijakan kurikulum di Indonesia yang kerap mengalami perubahan sering menjadikan para pemangku pendidikan di sekolah-sekolah mengalami kebingunangan. Mereka harus beradaptasi dan memahami setiap perubahan kurikulum itu diberlakukan. Salah satu implementasi kurikulum merdeka yang dicanangkan oleh kemebendikbud era Nadim Makarim adalah dengan menghapuskannya sistem penjurusan pada sekolah pada jenjang SMA/MA, kebijakan ini tentu saja akan menimbulkan dampak yang signifikan terhadap sistem pembelajaran di sekolah, termasuk pada aspek pengembangan minat dan bakat siswa. Hilangnya penjurusan menjadikan sekolah harus bisa menentukan kemana arah minat dan bakat siswa itu sendiri untuk menuju ke jenjang pendidikan selanjutnya. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan solusi dengan menganalisis minat siswa kelas X MANU Putra Buntet Pesantren dan bakat potensi yang mungkin dimilikinya dengan menggunakan aplikasi Fingerprint Japo (Jari Potensi). Metode Fingerprint Japo diaplikasikan sebagai alat untuk menggali informasi mengenai karakteristik individu siswa melalui analisis sidik jari, yang diyakini dapat mencerminkan potensi yang dimiliki. Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi minat dan bakat di antara siswa, dengan beberapa bidang yang menonjol, seperti seni, olahraga, dan sains. Temuan ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi pihak sekolah dalam merancang program pembelajaran dan pengembangan diri yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan potensi siswa, serta mendorong siswa untuk mengembangkan minat dan bakat mereka secara optimal.
Implementation of the CINTA Curriculum Through Managerial Supervision to Enhance Madrasah Quality and Culture Sopidi Sopidi; Nurlela Nurlela; Wawan Shofwani; Nani Kurniasari
KASTA : Jurnal Ilmu Sosial, Agama, Budaya dan Terapan Vol. 6 No. 1 (2026): April
Publisher : Lembaga Bale Literasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/kasta.v6i1.2596

Abstract

This study examines the implementation of the CINTA Curriculum through managerial supervision to enhance madrasah quality and culture. The enactment of the Decree of the Minister of Religious Affairs Number 1503 of 2025 emphasizes the integration of character values into madrasah education, requiring adaptive and value-oriented management. However, empirical evidence on how managerial supervision facilitates the internalization of these values remains limited. This study aims to develop and analyze a value-based managerial supervision model to strengthen the implementation of the CINTA Curriculum. This research employed a qualitative approach with a multisite case study design. The study was conducted in several madrasahs implementing the CINTA Curriculum, involving madrasah principals, supervisors, teachers, and relevant stakeholders. Data were collected through interviews, observations, and document analysis, and were analyzed using interactive data analysis techniques. The findings reveal that systematic and reflective managerial supervision significantly enhances teacher performance, institutional effectiveness, and the internalization of CINTA values—intelligence, inclusivity, nationalism, resilience, and religiosity—within learning practices and madrasah culture. The integration of value-based supervision also promotes holistic learning and strengthens character education. In conclusion, managerial supervision functions not only as a quality assurance mechanism but also as a transformative strategy for embedding character values in educational practices. This study offers a contextual supervision model that supports curriculum policy implementation and contributes to improving madrasah governance and educational quality.