Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Diplomasi Yang Dilakukan Indonesia Sebagai Solusi Meredam Konflik Laut China Selatan Berdasarkan UNCLOS 1982 Utari, Mustika Sukma; Satria, Andrea Octora Yama
JUPEIS : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 4 No. 3 (2025): JUPEIS: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jupeis.Vol4.Iss3.1733

Abstract

Laut China Selatan (LCS) hingga kini masih menjadi isu strategis yang belum menemukan penyelesaian final, meskipun beberapa negara yang terlibat sebagai claimant state telah membawa sengketa ini ke jalur hukum internasional, termasuk melalui Permanent Court of Arbitration (PCA). Secara de facto dan de jure, penguasaan wilayah laut dipandang sebagai bentuk legitimasi kekuasaan politik, sehingga perebutan atas kepemilikan fitur-fitur geografis menjadi persoalan utama dalam konflik ini. Dalam konteks ini, geopolitik memainkan peran penting bagi masing-masing negara dalam mempertahankan hak dan kedaulatannya. Penelitian ini menggunakan desain tipologi hukum empiris, dengan teknik purposive sampling melalui wawancara terstruktur terhadap pihak-pihak berwenang. Analisis dilakukan melalui pendekatan statute (statute approach) dan pendekatan kasus (case approach). Fokus kajian diarahkan pada dinamika kasus konflik LCS serta kebijakan yang diambil oleh Pemerintah Republik Indonesia, yang secara konsisten memegang prinsip kepatuhan terhadap UNCLOS 1982 dan menegaskan bahwa Laut Natuna Utara merupakan bagian sah dari wilayah kedaulatan Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia secara konsisten memperkuat pertahanan di Laut Natuna Utara akibat pelanggaran oleh kapal Tiongkok, dengan penegakan hukum sesuai UNCLOS 1982 dan hukum nasional, sejalan dengan amanat UUD 1945 untuk menjaga kedaulatan dan ketertiban dunia.
Komitmen Global Indonesia Berkaitan Kebijakan Ekspor Pasir Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2023 Dari Perspektif UNCLOS 1982 Utari, Mustika Sukma; Satria, Andrea Octora Yama
JUPEIS : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 5 No. 1 (2026): JUPEIS: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jupeis.Vol5.Iss1.2527

Abstract

Indonesia sebagai satu entitas yang aktif secara internasional, sejauh ini telah meratifikasi United Nation Convention on The Law of The Sea 1982 (UNCLOS 1982), dimana konvensi ini telah melindungi dan mengatur semua aspek hukum laut secara komprehensif. Salah satu bentuk perlindungan terhadap kehidupan dan keberlangsungan laut Indonesia adalah dengan moratorium ekspor pasir ke luar negeri, terutama Singapura. Dampak yang sangat mengkhawatirkan dari proses eksploitasi penambangan pasir ini tidak hanya kerusakan lingkungan, tetapi yang paling utama adalah menjaga kedaulatan wilayah Republik Indonesia. Penelitian ini menguraikan kaitan kebijakan ekspor pasir yang dibuka kembali dengan PP Nomor 26 tahun 2023, dengan komitmen global Indonesia sesuai dengan UNCLOS 1982. Penelitian ini dilakukan dengan metode yuridis normatif, dengan pendekatan deskriptif, menelaah korelasi kebijakan ekspor pasir dengan komitmen global Indonesia. Data diperoleh melalui studi pustaka, dan hasil penelitian menunjukkan bahwa hadirnya kebijakan ekspor pasir dalam PP nomor 26 tahun 2023, melahirkan kontroversi, dikaitkan dengan komitmen global Indonesia sesuai dengan UNCLOS 1982.