Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Association of Low-Birthweight Incidence with Hemoglobin Levels in Pregnant Women at Puskesmas Demangan, Madiun In 2022 Noveriera, Adinda Ayu; Sahadewa, Sukma; Andiani, Andiani
Jurnal Ilmiah Kedokteran Wijaya Kusuma Vol 14, No 1 (2025): EDISI MARET 2025
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/jikw.v14i1.3761

Abstract

Background: The incidence of low birth weight babies (LBW) is important because it is an indicator to measure a child's health status, and until now it is still one of the health problems generally faced by developing countries, including Indonesia. One of the risk factors for LBW is the level of hemoglobin (Hb). Hemoglobin is a parameter that is widely used to determine the prevalence of anemia. Objective: The purpose of this study was to analyze the relationship between hemoglobin levels of pregnant women and the incidence of low birth weight babies. Method: The research method used a cross-sectional design with a sample size of 49 respondents who were taken by simple random sampling method after fulfilling the inclusion and exclusion criteria at the Ngegong, Mangunharjo and Demangan Health Centers, Madiun City. Result: Data obtained through the patient's medical record. Data analysis in this study using the Chi Square test obtained a p- value of 0.02 <0.05 and OR = 0.75. Conclusion: So it can be concluded that there is a relationship between low hemoglobin levels and the incidence of low birth weight, where low hemoglobin levels have a 0.75 times higher risk of experiencing LBW. The Spearman rank correlation coefficient value of 0.445 indicates the strength of the relationship between these two variables in the moderate category.
Association of Low-Birthweight Incidence with Hemoglobin Levels in Pregnant Women at Puskesmas Demangan, Madiun In 2022 Noveriera, Adinda Ayu; Sahadewa, Sukma; Andiani, Andiani
Jurnal Ilmiah Kedokteran Wijaya Kusuma Vol. 14 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/jikw.v14i1.3761

Abstract

Background: The incidence of low birth weight babies (LBW) is important because it is an indicator to measure a child's health status, and until now it is still one of the health problems generally faced by developing countries, including Indonesia. One of the risk factors for LBW is the level of hemoglobin (Hb). Hemoglobin is a parameter that is widely used to determine the prevalence of anemia. Objective: The purpose of this study was to analyze the relationship between hemoglobin levels of pregnant women and the incidence of low birth weight babies. Method: The research method used a cross-sectional design with a sample size of 49 respondents who were taken by simple random sampling method after fulfilling the inclusion and exclusion criteria at the Ngegong, Mangunharjo and Demangan Health Centers, Madiun City. Result: Data obtained through the patient's medical record. Data analysis in this study using the Chi Square test obtained a p- value of 0.02 <0.05 and OR = 0.75. Conclusion: So it can be concluded that there is a relationship between low hemoglobin levels and the incidence of low birth weight, where low hemoglobin levels have a 0.75 times higher risk of experiencing LBW. The Spearman rank correlation coefficient value of 0.445 indicates the strength of the relationship between these two variables in the moderate category.
Peningkatan Pengetahuan Masyarakat mengenai Diabetes Melitus dan Hipertensi melalui Edukasi Prolanis di Puskesmas Pacet Kabupaten Mojokerto Noveriera, Adinda Ayu; Adinda Ayu Noveriera; Nutdfah Nurmiftsa; Nurwasilah; Ardhi Wanda; Sucipto; Sukma Sahadewa
Jurnal Pengabdian Kedokteran Indonesia Vol 7 No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/g7tteq18

Abstract

Diabetes Melitus (DM) dan hipertensi merupakan penyakit kronis yang memerlukan manajemen mandiri secara disiplin. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan peserta Prolanis di Puskesmas Pacet mengenai manajemen DM dan hipertensi melalui edukasi menggunakan media lembar balik (flipchart). Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pre-test–post-test. Kegiatan melibatkan 30 peserta Prolanis sebagai responden. Metode pelaksanaan meliputi pemberian materi menggunakan lembar balik yang mencakup definisi, faktor risiko, gejala klinis, hingga manajemen krisis, disertai diskusi interaktif. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan skor pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan adanya peningkatan literasi kesehatan yang signifikan pada seluruh responden, di mana sebagian besar peserta mencapai skor maksimal pada evaluasi akhir. Penggunaan media lembar balik terbukti efektif sebagai alat bantu visual, terutama pada kelompok lansia, dalam menyederhanakan informasi medis yang kompleks.Kesimpulannya, intervensi edukasi terstruktur dengan desain pre-eksperimental ini mampu memberikan peningkatan yang signifikan dalam pemahaman pasien terhadap manajemen penyakit kronis.
Peningkatan Pengetahuan Ibu Mengenai Pencegahan Stunting melalui Edukasi Kesehatan Yusuf Badrus; Jordhy Akbar; Idwar, Herizal; Cesarea, Haning; Nadilah Amanda; Adinda Ayu Noveriera; Nutdfah Nurmiftsa; Sucipto; Sukma Sahadewa; Noveriera, Adinda Ayu
Jurnal Pengabdian Kedokteran Indonesia Vol 7 No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/rahq7w87

Abstract

Stunting merupakan manifestasi dari malnutrisi kronis yang sangat dipengaruhi oleh pengetahuan ibu dalam pola asuh dan pemenuhan nutrisi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman ibu rumah tangga (IRT) yang berperan sebagai kader kesehatan mengenai pencegahan stunting melalui edukasi kesehatan yang terstruktur. Metode pelaksanaan melibatkan 30 responden dengan evaluasi menggunakan instrumen pre-test dan post-test yang telah divalidasi, mencakup aspek gizi, sanitasi, dan pola asuh. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada nilai rata-rata pengetahuan responden, dari 70,67 menjadi 97,67. Transformasi pengetahuan paling besar terlihat pada responden dengan skor awal rendah (40) yang mencapai skor maksimal (100) setelah intervensi. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu rumah tangga sebagai kader dalam upaya pencegahan stunting di tingkat keluarga.