Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dark Web in Narcotics Crime: A Critical Study of Central Jakarta District Court Decision No. 12/Pid.Sus/2023 Dewi, Dewi; Jayanti, Meivina; Lee, Yonghwa; Putra, Albert Fajar Yuga Yusdi; Bramaditra, Muhammad Elvio
DE LEGA LATA: JURNAL ILMU HUKUM Vol 10, No 2 (2025): July-December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/dll.v10i2.24979

Abstract

The distribution of narcotics through the dark web is a new criminal offense in the Indonesian judicial system. This paper attempts to examine how the court views the use of the dark web as evidence related to criminal cases through an examination of the Central Jakarta District Court Decision No. 12/Pid.Sus/2023. This paper employs a normative legal approach methodology, analyzing each court decision document. The research findings indicate that while electronic evidence demonstrating connections to activities on the dark web has been submitted, there remain significant challenges in proving the connection between such evidence and the elements of the crime. These findings underscore the need for further regulatory improvements alongside enhanced capacity of law enforcement agencies in addressing crimes facilitated by increasingly sophisticated technology today
Perbandingan Antara Terjadinya Perjanjian dan Peralihan Hak Milik dalam Jual Beli Menurut Sistem Hukum Indonesia: Penelitian Kusen, Gabriel Chivalry Miracle; Sudarno, Immanuel Christian; Bramaditra, Muhammad Elvio
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6161

Abstract

Jurnal ini mengkaji kerancuan pemahaman masyarakat terkait momentum beralihnya hak milik dalam transaksi jual beli. Secara normatif, sistem hukum perdata Indonesia (KUHPerdata) memisahkan secara tegas antara saat terjadinya kesepakatan yang bersifat obligatoir dengan penyerahan barang (levering) yang memindahkan hak kebendaan. Permasalahan timbul ketika terjadi jeda waktu di antara kedua fase tersebut, terutama terkait pembagian tanggung jawab risiko (risk-bearing) apabila objek jual beli musnah akibat keadaan memaksa (overmacht). Menggunakan metode penelitian hukum normatif-empiris, penelitian ini menemukan bahwa tanpa adanya levering, hak milik secara sah masih berada di tangan penjual. Oleh karena itu, berdasarkan prinsip res perit domino yang dianut dalam tata hukum modern guna menyimpangi asas usang pada Pasal 1460 KUHPerdata, penjual wajib memikul kerugian atas musnahnya barang tersebut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepastian klaim kepemilikan mutlak membutuhkan tindakan penyerahan yuridis yang sah. Disarankan bagi masyarakat dan praktisi hukum untuk meminimalisir rentang waktu penyerahan, serta mendesak legislatif untuk segera melakukan kodifikasi pembaruan hukum perikatan nasional secara tertulis terkait prinsip pembagian risiko.