Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Konsumsi Depot Air Minum Isi Ulang Yang Mengandung Bakteri Coliform dan Esherichia coli Dengan Kejadian Diare Pada Anak Stunting Di Wilayah Binaan Puskesmas Duren Sawit Tram, Venny; Novilia, Citra; Andini, Mawasumi Ayu
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 7 (2025): Volume 12 Nomor 7
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i7.21500

Abstract

Anak Stunting adalah gagal tumbuh pada anak usia di bawah 5 tahun (balita) akibat kekurangan gizi kronis, infeksi berulang dan stimulasi psikososial yang tidak memadai terutama dalam 1000 Hari Pertama Kehidupan. Diare dapat disebabkan karena mengonsumsi damiu yang tidak terjaga kebersihannya yang mengandung Coliform dan bakteri Escherichia coli (E. coli). Tujuan penelitian melakukan Pemeriksaan damiu yang dikonsumsi anak stunting di seluruh Wilayah Duren Sawit. Penelitian menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional yang menggambarkan hubungan kebiasaan mengkonsumsi damiu dimana dari hasil pemeriksaan mikrobiologi terdapat Coliform dan E. coli, dengan kejadian diare pada AS diwilayah binaan Puskesmas Duren Sawit Tahun 2024. Data penelitian ini di uji menggunakan chi square. Dari 50 anak stunting yang diperiksa, Kelurahan Pondok Kopi memiliki jumlah anak stunting terbanyak 28%, kejadian diare berulang pada anak stunting dalam setahun juga didapati terbanyak dikelurahan Pondok Kopi sebesar 38%. Keluarga anak stunting menggunakan akses air minum bersumber dari damiu sebesar 68%, orangtua anak stunting  memiliki penghasilan <UMR sebesar 92%. Dari 33 total sampel damiu yang diperiksa, didapati damiu positif Coliform sebanyak 60,6% dan positif E. coli sebanyak 24,2%. Pada pemeriksaan E. coli terbanyak ditemukan di wilayah Pondok Kopi dan Pondok Kelapa 37,5%. Pada pemeriksaan Coliform terbanyak ditemukan di Pondok Kelapa, Pondok Bambu dan Klender 20%. Ada hubungan kebiasaan mengkonsumsi damiu yang mengandung E.coli dengan kejadian diare pada AS (p = 0,003). Sedangkan damiu yang mengandung Coliform menunjukkan tidak ada hubungan dengan kejadian stunting.  Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara kebiasaan mengonsumsi damiu yang mengandung Coliform dengan angka kejadian diare pada AS, dikarenakan kontaminasi Coliform tidak cukup tinggi untuk pertumbuhan bakteri patogen yang bisa menyebabkan berbagai penyakit jika dikonsumsi. Terdapat hubungan yang bermakna antara kebiasaan mengonsumsi damiu yang mengandung E. coli  dengan angka kejadian diare pada AS (p = 0,003). Hal ini menunjukkan pentingnya meningkatkan promosi kesehatan dan melakukan pengawasan terhadap program air, sanitasi dan hygiene untuk menurunkan prevalensi stunting pada balita.
Literatur Review : Implementasi Transformasi Kesehatan Digital Wilayah Perkotaan dan Wilayah 3T di Indonesia Putri, Andinnya Cesalia; Andini, Mawasumi Ayu; Kristien, Stella Angela; Hartono, Budi; Daud, Alfani Ghutsa
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.37077

Abstract

Transformasi kesehatan digital menjadi bagian penting dalam Reformasi Sistem Kesehatan di Indonesia, sejalan dengan agenda Transformasi Kesehatan Kementerian Kesehatan Indonesia dan Strategi Global Digital Health. Prevalensi Obesitas dewasa naik dari 21,8% (RISKESDAS 2018) menjadi 23,4% (SKI 2023), juga ditemukan bahwa Prevalensi Diabetes Mellitus (DM) pada usia penduduk ≥15 tahun berdasarkan diagnosis dokter meningkat dari 2,0% (RISKESDAS 2018) menjadi 2,2% (SKI 2023). Hal ini menujukkan pola pergeseran Penyakit Tidak Menular (PTM) secara nasional baik di wilayah perkotaan dan wilayah 3T. Literature review ini bertujuan untuk menganalisis implementasi transformasi kesehatan digital di wilayah perkotaan dan wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) di Indonesia serta mengidentifikasi hambatan yang mempengaruhi pemerataan inovasi kesehatan digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi literatur sistematis melalui database Google Scholar dalam kurun waktu lima tahun terakhir dengan relevansi topik, kualitas metodologi, dan kesesuaian dengan konteks transformasi digital kesehatan di Indonesia. Menunjukkan bahwa implementasi digitalisasi kesehatan di wilayah perkotaan berkembang lebih cepat karena didukung infrastruktur teknologi, literasi digital, dan dukungan kebijakan yang memadai. Inovasi seperti Rekam Medis Elektronik, telemedicine, SISRUTE, dan platform SATUSEHAT mampu meningkatkan efisiensi dan akses layanan kesehatan. Sementara itu, di wilayah 3T, transformasi digital masih menghadapi kendala berupa keterbatasan jaringan internet, infrastruktur yang belum merata, rendahnya literasi digital tenaga kesehatan, fragmentasi regulasi, serta isu keamanan data. Transformasi kesehatan digital berpotensi meningkatkan pemerataan pelayanan kesehatan di Indonesia, namun diperlukan penguatan infrastruktur digital, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, harmonisasi regulasi, serta komitmen lintas sektor untuk mengurangi kesenjangan digital antara wilayah perkotaan dan wilayah 3T sehingga implementasinya dapat berjalan secara inklusif dan berkelanjutan.