Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN AKUPRESURE TITIK LI-4 (TITIK HEGU) TERHADAP DISMINORE PADA REMAJA PUTRI DI SMA 15 PEKANBARU Gandi, Putri Indra; Haryanti, Hulfa Ahadian; Firdaus, Ulfa Nadia Nurul; Malika, Riwayati
Ensiklopedia of Journal Vol 7, No 4 (2025): Vol. 7 No. 4 Edisi 2 Juli 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/eoj.v7i4.3283

Abstract

Abstract: Dysmenorrhea occurs when there is an excessive increase in prostaglandin levels in the endometrium during the proliferative phase leading to the secretory phase, which can result in contractions of the myometrium, causing ischemia that is followed by a decrease in progesterone levels at the end of the luteal phase. This results in pain in the uterine muscles before, during, and after menstruation. This condition can last for 2 days or more during each month’s menstrual period. Management of dysmenorrhea pain can be approached through non-pharmacological therapy, specifically by applying pressure to the Li4 meridian point (Hegu Point). The aim of this research is to determine the effect of Li4 acupressure (Hegu Point) on dysmenorrhea pain in adolescents with dysmenorrhea.. This research method is quantitative with a one-group pretest-posttest experimental design conducted at SMA 15 Pekanbaru. The population consists of all female students of SMA 15 Pekanbaru with Purposive sampling technique. The sample for this study includes female students experiencing pain. Data collection was carried out by distributing pretest and posttest questionnaires using the Numeric Rating Scale (NRS). The LI-4 acupressure was administered 20 times over three consecutive days by a therapist, after which the respondents continued during menstruation. Data analysis was conducted using univariate and bivariate methods. The results showed a decrease in dysmenorrhea pain, with a pre-treatment average of 2.67 and a standard deviation of 0.687, while after three consecutive days of acupressure treatment, the average intensity of dysmenorrhea pain was 1.19 with a standard deviation of 0.552. The results of the Wilcoxon test showed a decrease in the average intensity of dysmenorrhea pain on day 1 of 0.22, on day 2 of 0.43, and on day 3 of 0.83, with a P value of 0.00, which means that the application of acupressure at point LI 4 (Hegu) has an effect on dysmenorrhea in  teenage.Keywords: Acupressure, Pain Intensity, Dysmenorrhea, Teenage
Peningkatan Pengetahuan Ibu Hamil tentang Tanda Bahaya Kehamilan Melalui Penyuluhan di Polindes Selebung Wilayah Kerja UPTD.Blud Puskesmas Aik Darek Tahun 2026 Haryanti, Hulfa Ahadian; Wahidati, Wahidati; Ariyanti, Dewi; Munawarah, Septia; Martina, Martina
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.37200

Abstract

Upaya peningkatan derajat kesehatan ibu dan anak menjadi prioritas dalam menurunkan angka kematian ibu dan mencegah komplikasi kehamilan. Rendahnya pengetahuan ibu hamil mengenai tanda bahaya kehamilan serta kurangnya kesadaran untuk mencari pertolongan medis secara cepat masih menjadi permasalahan utama, termasuk di wilayah kerja UPTD.BLUD Puskesmas Aik Darek. Kondisi ini diperparah oleh anggapan bahwa beberapa gejala seperti sakit kepala, pembengkakan, atau penurunan gerak janin merupakan hal yang normal, serta belum optimalnya pelaksanaan pemeriksaan antenatal care (ANC). Oleh karena itu, diperlukan intervensi edukatif yang terencana dan berkelanjutan melalui kegiatan penyuluhan di Polindes Selebung. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan kesiapsiagaan ibu hamil dalam mengenali tanda bahaya kehamilan serta mendorong perilaku pencarian pertolongan medis secara tepat waktu. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, pelatihan, demonstrasi, dan pendampingan dengan pendekatan partisipatif serta penggunaan media edukatif seperti leaflet dan poster. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pengetahuan dan sikap ibu hamil berdasarkan perbandingan hasil pretest dan posttest. Ibu hamil menjadi lebih mampu mengenali gejala berisiko dan mengambil keputusan yang tepat dalam mencari pelayanan kesehatan. Selain itu, terjadi peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dalam menyampaikan edukasi secara lebih terstruktur dan interaktif. Secara keseluruhan, program ini efektif dalam meningkatkan kesiapsiagaan ibu hamil serta memperkuat peran fasilitas kesehatan dalam upaya pencegahan komplikasi kehamilan. Program ini diharapkan dapat berkontribusi dalam menurunkan risiko komplikasi dan kematian ibu serta mendukung peningkatan derajat kesehatan ibu dan anak secara berkelanjutan.