Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

COMPARISON OF THE EFFECTIVENESS GEL AND HYDROGEL OF RENGGAK LEAF ON PERINEAL WOUND HEALING IN RATS Firdaus, Ulfa Nadia Nurul; Runjati, Runjati; Supriyadi, Supriyadi
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 33 No. 1 (2023): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v33i1.1875

Abstract

Luka perineum dapat disebabkan oleh persalinan secara spontan oleh alat atau tindakan (episiotomi) dan terjadi selama kelahiran berlangsung. Luka perineum terjadi pada hampir semua persalinan pervaginam yang dialami oleh ibu primipara dan tidak jarang juga terjadi pada multipara. Data Kementerian Kesehatan tahun 2021 menunjukkan bahwa 83% ibu melahirkan pervaginam mengalami ruptur perineum, dengan 63% disebabkan oleh episiotomi dan 38% disebabkan oleh robekan spontan. Luka perineum yang tidak  tertangani  denganntepat  dan  cepat  dapat menyebabkan keterbatasan aktivitas fisik serta gangguan laktasi. Penanganan non-farmakologi menggunakan ekstrak daun renggak menjadi solusi alternatif untuk penyembuhan luka perineum. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan gel dan hydrogel daun renggak (amomum dealbatum roxb) terhadap penyembuhan luka perineum pada tikus dibandingkan kelompok kontrol perawatan bersih kering. Jenis penelitian ini yaitu True Experiment dengan Post-test with Control Group menggunakan simple random sampling dengan jumlah sampel 24 ekor tikus betina (Rattus Norvegicus) yang dibagi menjadi 3 kelompok yaitu kelompok gel, hydrogel dan kelompok perawatan bersih kering. Instrumen yang digunakan yaitu lembar observasi skor skala REEDA. Analisis dalam penelitian ini menggunakan uji friedman dan Kruskal wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gel dan hydrogel daun renggak lebih cepat dalam proses penyembuhan luka perineum sejak hari pertama dibandingkan kelompok kontrol perawatan bersih kering. Hasil analisis kelompok intervensi dan kontrol terdapat penurunan skala REEDA yang bermakna dari hari ke 1 sampai hari ke 7, hal ini ditunjukkan dengan p-value sebesar 0,00 (p-value <0,05). Dapat disimpulkan bahwa pemberian gel dan hydrogel daun renggak efektif sebagai alternatif penyembuhan luka perineum
HUBUNGAN USIA, PARITAS DAN HIS DENGAN KEJADIAN PARTUS LAMA PADA IBU BERSALIN DI PMB KABUPATEN BOGOR Firdaus, Ulfa Nadia Nurul; Agustin, Rika Nabila
Jurnal Delima Harapan Vol 12 No 1 (2025): Maret
Publisher : AKADEMI KEBIDANAN HARAPAN MULYA PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31935/delima.v12i1.293

Abstract

Latar Belakang: Partus lama merupakan masalah yang paling sering terjadi pada ibu bersalin. Data World Health Organization (WHO) tahun 2023 menunjukkan, sebanyak 295.000 wanita di seluruh dunia meninggal karena komplikasi kehamilan dan persalinan (WHO, 2023) Metode: yang digunakan pada penelitian ini yaitu kuantitatif dengan jenis penelitian Retrospektif dengan design case control. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin yang ada di PMB E di Kabupaten Bogor. Dengan jumlah sample 159 responden, teknik pengambilan sample secara Random Sampling. Data responden diambil melalui rekam medik. Hasil: Chi Square p value= 0,001 < 0,05 menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara usia paritas dan his dengan kejadian partus lama di PMB E di Kabupaten Bogor. Usia < 20 tahun adalah usia yang berisiko mengalami partus lama. Karena pada usia < 20 tahun alat reproduksi ibu belum siap untuk dibuahi dan menopang berat badan janin yang semakin tumbuh besar. Sedangkan pada paritas berisiko adalah primipara. Kesimpulan : Berdasarkan hasil uji statistik umur, paritas, dan his masing – masing yaitu p value = 0,010, p value = 0,027, p value = 0,001 yang berarti < 0,05 artinya terdapat hubungan yang signifikan antara umur, paritas, his dengan terjadinya partus lama pada ibu bersalin.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL DENGAN KEJADIAN BAYI LAHIR ASFIKSIA DI PMB. M GUNUNG PUTRI BOGOR Yulianti Hayati; Ulfa Nadia NF; Nurul Wahidah; Zinda Tsakila Azzahra
Jurnal Kesehatan Farmasi Manajemen Vol 3 No 1 (2025): JURNAL ILMU KESEHATAN FARMASI, KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : JURNAL KESEHATAN FARMASI MANAJEMEN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan ibu dan bayi merupakan indikator penting dalam kesehatan nasional, denganpeningkatan kesehatan selama kehamilan berpengaruh pada proses bersalin, nifas, danperawatan bayi. Namun, kurangnya waktu ibu hamil untuk mengakses fasilitas kesehatandan mendapatkan informasi yang memadai berpotensi meningkatkan risiko komplikasi,termasuk asfiksia neonatorum - kondisi di mana bayi tidak mendapatkan cukup oksigensaat lahir. Asfiksia neonatorum merupakan penyebab utama kematian neonatus, denganfaktor risiko yang meliputi usia ibu, anemia, dan komplikasi selama kehamilan. Datamenunjukkan bahwa kematian ibu dan bayi di Indonesia masih tinggi, terutama di daerahdengan fasilitas kesehatan yang terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasihubungan antara tingkat pengetahuan ibu hamil mengenai risiko asfiksia dan kejadian bayilahir asfiksia. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain crosssectional. Dari penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa pengetahuan ibu tentangasfiksia di PMB M Gunung Putri Bogor terdapat sejumlah 21 ibu dengan mayoritaspengetahuan kurang (35.0%) dari 60 sempel dan kejadian asfiksia dengan mayoritasasfiksia terdapat 27 bayi (45,0%) dengan asfiksia ringan. Hasil dari penelitian diatasterdapat hubungan yang signifikan antara kejadian asfiksia dengan pengetahuan ibu hamildi PMB M gunung putri bogor yaitu dengan Nilai p = 0.014 < 0.05 yang artinya Ho ditolak dan Ha diterima atau ada kaitannya. Yang menunjukkan bahwa peningkatanpengetahuan ibu dapat berkontribusi dalam pencegahan asfiksia neonatorum. Penelitianini menekankan pentingnya edukasi kesehatan yang efektif untuk ibu hamil sebagai upayapreventif dalam menurunkan angka kematian neonatal akibat asfiksia.
PENGARUH PEMBERIAN AKUPRESURE TITIK LI-4 (TITIK HEGU) TERHADAP DISMINORE PADA REMAJA PUTRI DI SMA 15 PEKANBARU Gandi, Putri Indra; Haryanti, Hulfa Ahadian; Firdaus, Ulfa Nadia Nurul; Malika, Riwayati
Ensiklopedia of Journal Vol 7, No 4 (2025): Vol. 7 No. 4 Edisi 2 Juli 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/eoj.v7i4.3283

Abstract

Abstract: Dysmenorrhea occurs when there is an excessive increase in prostaglandin levels in the endometrium during the proliferative phase leading to the secretory phase, which can result in contractions of the myometrium, causing ischemia that is followed by a decrease in progesterone levels at the end of the luteal phase. This results in pain in the uterine muscles before, during, and after menstruation. This condition can last for 2 days or more during each month’s menstrual period. Management of dysmenorrhea pain can be approached through non-pharmacological therapy, specifically by applying pressure to the Li4 meridian point (Hegu Point). The aim of this research is to determine the effect of Li4 acupressure (Hegu Point) on dysmenorrhea pain in adolescents with dysmenorrhea.. This research method is quantitative with a one-group pretest-posttest experimental design conducted at SMA 15 Pekanbaru. The population consists of all female students of SMA 15 Pekanbaru with Purposive sampling technique. The sample for this study includes female students experiencing pain. Data collection was carried out by distributing pretest and posttest questionnaires using the Numeric Rating Scale (NRS). The LI-4 acupressure was administered 20 times over three consecutive days by a therapist, after which the respondents continued during menstruation. Data analysis was conducted using univariate and bivariate methods. The results showed a decrease in dysmenorrhea pain, with a pre-treatment average of 2.67 and a standard deviation of 0.687, while after three consecutive days of acupressure treatment, the average intensity of dysmenorrhea pain was 1.19 with a standard deviation of 0.552. The results of the Wilcoxon test showed a decrease in the average intensity of dysmenorrhea pain on day 1 of 0.22, on day 2 of 0.43, and on day 3 of 0.83, with a P value of 0.00, which means that the application of acupressure at point LI 4 (Hegu) has an effect on dysmenorrhea in  teenage.Keywords: Acupressure, Pain Intensity, Dysmenorrhea, Teenage
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN VITAMIN A PADA BALITA DI POSYANDU CEMPAKA DESA BENTENG KABUPATEN BOGOR Nadia Nurul Firdaus, Ulfa; Diah Puspita, Andini
Jurnal Ilmiah Kesehatan dan Kebidanan Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Kesehatan Dan Kebidanan
Publisher : Jurnal Ilmiah Kesehatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.044211/306f3r75

Abstract

Kekurangan Vitamin A (KVA) dapat menurunkan system kekebalan tubuh balita serta meningkatkan risiko kesakitan dan kematian. Masalah kesehatan yang terkait gizi akibat kurangnya asupan vitamin A yang diperoleh dari makanan yang dimakan sehari-hari. Data Menurut World Health Organization (WHO), sebanyak 190 juta balita di seluruh dunia mengalami kekurangan vitamin A. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian vitamin A pada balita di Posyandu Cempaka Desa Benteng Kabupaten Bogor. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu memiliki balita (3-5 tahun) yang berkunjung ke Posyandu Cempaka Desa Benteng Kabupaten Bogor pada bulan  Juli 2023 yang telah diperiksa sebanyak 33 orang balita, dengan sampel sebagian ibu yang memiliki balita yang berkunjung ke Posyandu Cempaka sebanyak 25 orang, menggunakan metode systemic random total sampling. Analisa yang digunakan adalah uji Chi-square. Hasil uji chi-square menunjukkan bahwa ada hubungan pengetahuan dengan pemberian vitamin A pada balita (p=0,032), ada hubungan sikap dengan pemberian vitamin A pada balita (p=0,012), ada hubungan peran kader dengan pemberian vitamin A pada balita (p=0,004), ada hubungan keaktifan kunjungan balita dengan pemberian vitamin A pada balita (p=0,001). Saran bagi ibu memiliki balita agar selalu aktif dalam kegiatan Posyandu sehingga dapat memperoleh banyak pengetahuan, dengan mengikuti penyuluhan tentang pentingnya pemberian vitamin A.
HUBUNGAN PERUBAHAN FISIK WANITA SAAT PREMENOPAUSE DENGAN TINGKAT KECEMASANIBU MENGHADAPI MENOPAUSE DIKABUPATEN TANGERANG Agustin, Riska; Firdaus, Ulfa Nadia Nurul; Wahidah, Nurul
Jurnal Ilmiah Kesehatan dan Kebidanan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan Dan Kebidanan
Publisher : Jurnal Ilmiah Kesehatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.044211/tg86nr54

Abstract

Premenopause merupakan kondisi dimana tubuh mulai berinteraksi menuju menopause. Masa ini dapat terjadi selama 2-8 tahun, dan ditambah 1 tahun diakhir menuju menopause. Biasanya masa premenopause terjadi pada usia 40-50 tahun.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perubahan fisik wanita saat premenopause dengan tingkat kecemasan ibu menghadapi menopause di Kabupaten Tangerang tahun 2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian ini survey analitik dan desain cross sectional. Responden pada penelitian ini yaitu wanita premenopause dengan usia 40-50 tahun di Kabupaten Tangerang dan sampelnya sebanyak 36 responden dengan teknik penelitian total sampling. Instrumen penelitian ini mengggunakan data sekunder (jumlah penduduk) dan data primer (wawancara). Analisa data menggunakan Analisa univariat dan bivariat dengan menggunakan uji statistik spearman-rho.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki perubahan fisik sebanyak 32 responden (88,9%) dan yang tidak mengalami perubahan fisik sebanyak 4 responden (11,1%). Dan responden yang mengalami tingkat kecemasan paling banyak yaitu kecemasan ringan sebanyak 12 responden (33,3%), Dan ibu yang mengalami kecemasan sedang yaitu 12 responden (33,3%). Dan yang mengalami kecemasan berat yaitu 8 responden (22,2%). Dan yang mengalami tidak ada kecemasan yaitu 4 responden (11,1%). Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara hubungan perubahan fisik wanita saat premenopause dengan tingkat kecemasan ibu menghadapi menopause dengan hasil nilai signifikan dari uji spearman-rho (p= 0,001), korelasi rs 0.643 yang artinya menunjukkan ada hubungan yang kuat antara perubahan fisik wanita saat premenopause dengan tingkat kecemasan ibu menghadapi menopause dengan arah kolerasi pada perhitungan rs yaitu positif.
HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG VULVA HYGIENE DENGAN KEPUTIHAN PATOLOGIS PADA REMAJA PUTRI DI MA AL-KHAIRAT KABUPATEN SUKABUMI Ulfa Nadia Nurul Firdaus; Alviah Nur Syafera
Jurnal Ilmiah Kesehatan dan Kebidanan Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Kesehatan dan Kebidanan
Publisher : Jurnal Ilmiah Kesehatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pengetahuan pada hakikatnya merupakan apa yang diketahui suatu objek tertentu dan setiap jenis pengetahuan mempunyai ciri-ciri spesifik mengenai apa(ontology), bagaimana (epistemology) dan untuk apa (aksiology). Dari adanya pengetahuan yang didapat oleh individu juga bisa berpengaruh pada kebiasaan dalam melakukan tindakan. Kebiasaan terbentuk karena adanya pengetahuan, pengetahuan yang kurang bisa menyebabkan kebiasaan-kebiasaan yang buruk dalam melakukan Vulva Hygiene sehingga dapat menimbulkan keputihan ataupun infeksi pada organ genetalia. Begitu juga sebaliknya pengetahuan yang baik akan berpengaruh dengan kebiasaan yang baik dalam pengetahuan dan kebiasaan melakukan vulva hygiene dengan kejadian keputihan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan pengetahuan vulva hygiene dengan keputihan pada remaja putri. Penelitian ini adalah menggunakan Deskriftif Kuantitatif dan pengambilan sample menggunakan teknik Total Sampling yang berjumlah 37 responden. Penelitian ini menunjukkan bahwa adanya hubungan pengetahuan dengan kejadian keputihan (p=0.000<0.01). Adanya hubungan pengetahuan dengan kejadian keputihan patologis pada remaja putri. Peneliti menyarankan kepada institusi dan kepada pihak sekolah agar diadakan penyuluhan, seminar tentang pengetahuan vulva hygiene dan keputihan.