Andi Zahwah Anasyah
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Studi Analisis Perilaku Balok Beton Komposit Berongga Menggunakan Baja Cold-Formed C Berhadapan terhadap Variasi Panjang Carbon Fiber Reinforced Polymer (CFRP) Andi Zahwah Anasyah; Dr. Eng. Ir. Desy Setyowulan, ST., MT., M.Sc., IPM.; Dr. Eng. Devi Nuralinah, ST., MT.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan kebutuhan infrastruktur mendorong pemanfaatan material konstruksi inovatif yang tidak hanya kuat dan efisien, tetapi juga mendukung keberlanjutan. Salah satu material yang semakin dikembangkan adalah baja canai dingin (cold-formed steel), yang menawarkan keunggulan seperti bobot ringan, kekuatan tinggi, dan ketahanan terhadap korosi. Dalam pengembangannya sebagai elemen struktural utama seperti balok, penguatan eksternal menggunakan Carbon Fiber Reinforced Polymer (CFRP) menjadi solusi potensial dengan sifatnya yang ringan, kuat tarik, dan tahan korosi. Pada penelitian ini, dirancang balok komposit berongga menggunakan profil baja cold-formed tipe C yang disusun berhadapan dan dihubungkan dengan sekrup SDS (Self Drilling Screw). Perkuatan CFRP ditempatkan pada sisi bawah balok. Dalam penelitian ini, terdapat tiga variasi balok yang dianalisis, yaitu balok tanpa CFRP, balok dengan CFRP sepanjang 350 mm di tengah bentang, dan balok dengan CFRP sepanjang 950 mm di sepanjang bentang. Seluruh analisis dilakukan secara numerik menggunakan perangkat lunak ABAQUS. Hasil analisis menunjukkan bahwa variasi panjang CFRP berpengaruh terhadap kapasitas beban, lendutan, dan kapasitas lentur balok. Semakin panjang CFRP yang digunakan, semakin besar kapasitas beban dan kapasitas lentur yang dapat ditahan oleh balok. Selain itu, pada beban yang sama, balok dengan CFRP yang lebih panjang menunjukkan nilai lendutan yang lebih kecil dibandingkan variasi lainnya.