Dr. Eng. Ir. Desy Setyowulan, ST., MT., M.Sc., IPM.
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Studi Analisis Perilaku Balok Beton Komposit Berongga Menggunakan Baja Cold-Formed C Berhadapan terhadap Variasi Panjang Carbon Fiber Reinforced Polymer (CFRP) Andi Zahwah Anasyah; Dr. Eng. Ir. Desy Setyowulan, ST., MT., M.Sc., IPM.; Dr. Eng. Devi Nuralinah, ST., MT.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan kebutuhan infrastruktur mendorong pemanfaatan material konstruksi inovatif yang tidak hanya kuat dan efisien, tetapi juga mendukung keberlanjutan. Salah satu material yang semakin dikembangkan adalah baja canai dingin (cold-formed steel), yang menawarkan keunggulan seperti bobot ringan, kekuatan tinggi, dan ketahanan terhadap korosi. Dalam pengembangannya sebagai elemen struktural utama seperti balok, penguatan eksternal menggunakan Carbon Fiber Reinforced Polymer (CFRP) menjadi solusi potensial dengan sifatnya yang ringan, kuat tarik, dan tahan korosi. Pada penelitian ini, dirancang balok komposit berongga menggunakan profil baja cold-formed tipe C yang disusun berhadapan dan dihubungkan dengan sekrup SDS (Self Drilling Screw). Perkuatan CFRP ditempatkan pada sisi bawah balok. Dalam penelitian ini, terdapat tiga variasi balok yang dianalisis, yaitu balok tanpa CFRP, balok dengan CFRP sepanjang 350 mm di tengah bentang, dan balok dengan CFRP sepanjang 950 mm di sepanjang bentang. Seluruh analisis dilakukan secara numerik menggunakan perangkat lunak ABAQUS. Hasil analisis menunjukkan bahwa variasi panjang CFRP berpengaruh terhadap kapasitas beban, lendutan, dan kapasitas lentur balok. Semakin panjang CFRP yang digunakan, semakin besar kapasitas beban dan kapasitas lentur yang dapat ditahan oleh balok. Selain itu, pada beban yang sama, balok dengan CFRP yang lebih panjang menunjukkan nilai lendutan yang lebih kecil dibandingkan variasi lainnya.
Studi Analisis Perilaku Balok Beton Recycled Coarse Aggregate (RCA) Komposit Berongga Menggunakan Baja Cold-Formed C Berhadapan Rumana, Putra Dewa; Dr. Eng. Ir. Desy Setyowulan, ST., MT., M.Sc., IPM.; Dr. Eng. Devi Nuralinah, ST., MT.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inovasi dalam pemanfaatan material untuk industri konstruksi telah mengalami perkembangan yang pesat, mulai dari material yang ramah lingkungan hingga material yang efisien dan tahan lama. Saat ini, salah satu terobosan terbaru dalam penggunaan material adalah pengembangan penggunaan baja cold-formed. Material profil baja cold-formed kanal ganda C80x30x9x0,75 disusun secara berhadapan pada struktur balok berdimensi 10 cm x 15 cm x 100 cm, dengan penggabungan menggunakan sambungan sekrup SDS (Self Drilling Screw) dan pelat sambung. Model struktur ini dibuat menggunakan software ABAQUS untuk memperoleh nilai kapasitas lentur, tegangan-regangan, besar lendutan, serta pola retak pada balok dari variasi penggunaan beton jenis Normal Concrete Aggregate (NCA), Recycled Concrete Aggregate (RCA), dan RCA + Bakteri. Pengujian dilakukan pada benda uji dengan kondisi tumpuan berupa sendi dan rol, serta diberikan beban terpusat di tengah bentang secara bertahap dan terus meningkat hingga struktur balok mencapai batas kemampuan menahan beban. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi beton NCA memiliki kapasitas beban maksimum terbesar. Benda uji yang menggunakan variasi beton NCA mencatat nilai kapasitas lentur tertinggi sebesar 3.7256 MPa, atau sekitar 47.71% lebih tinggi dibandingkan dengan variasi RCA + Bakteri. Selain itu, benda uji dengan variasi beton NCA juga menunjukkan nilai lendutan paling kecil, yaitu sebesar 11.177 mm, yang merupakan sekitar 30.10% lebih kecil dibandingkan dengan variasi RCA + Bakteri.
Pengaruh Jumlah Lapisan Geopolimer Sebagai Coating Agregat Kasar Daur Ulang Terhadap Penyusutan Kering Beton Muhammad Andrianto, Athar; Dr. Eng. Ir. Eva Arifi, ST., MT., IPM.; Dr. Eng. Ir. Desy Setyowulan, ST., MT., M.Sc., IPM.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri konstruksi di Indonesia diproyeksikan mengalami pertumbuhan pesat hingga menempati peringkat ke-4 dunia, sehingga ketersediaan material konstruksi seperti beton menjadi semakin vital. Penggunaan agregat kasar alami secara masif berdampak negatif terhadap lingkungan dan sumber daya alam, sehingga dibutuhkan alternatif seperti agregat kasar daur ulang (RCA). Namun, RCA memiliki kualitas yang lebih rendah akibat sisa mortar dan retakan permukaan, sehingga diperlukan upaya peningkatan kualitas melalui pelapisan geopolimer berbahan dasar fly ash. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh jumlah lapisan geopolimer (1, 2, dan 3 lapisan) terhadap kualitas RCA dan penyusutan kering beton. Parameter yang dianalisis meliputi nilai penyerapan dan berat isi agregat, serta penyusutan kering beton. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan jumlah lapisan geopolimer dapat menurunkan penyerapan air hingga 42% dan meningkatkan berat isi hingga 2,3% dibandingkan RCA tanpa pelapisan. Selain itu, peningkatan jumlah lapisan juga menurunkan penyusutan kering beton secara, yaitu hingga 26,5% pada tiga lapisan. Dengan demikian, semakin banyak lapisan geopolimer pada RCA maka kualitas agregat daur ulang semakin meningkat dan penyusutan kering beton semakin menurun.
Pengaruh Penggunaan Agregat Kasar Expanded Polystrene dengan Coating Pasta Semen terhadap Kuat Lentur Balok Beton Bertulang Arnol Siahaan; Ir. Indra Waluyohadi, ST., MT., M.Sc., IPM.; Dr. Eng. Ir. Desy Setyowulan, ST., MT., M.Sc., IPM.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan infrastruktur yang cepat meningkatkan kebutuhan beton, yang berujung pada eksploitasi sumber daya alam secara berlebihan. Untuk meminimalkan dampak lingkungan, limbah expanded polystyrene (EPS) dipertimbangkan sebagai pengganti agregat kasar dalam pembuatan beton ringan. Di perairan Indonesia, sebagian besar limbah terdiri dari EPS yang sulit terurai dan berpotensi mencemari lingkungan. Penggunaan EPS dalam beton dapat mengurangi berat beton dan limbah lingkungan, namun cenderung menurunkan kekuatan beton. Penelitian ini mengevaluasi penggunaan EPS yang dilapisi pasta semen untuk mengetahui seberapa signifikan EPS yang dilapisi pasta semen akan memengaruhi kekuatan beton. Terdapat tiga variasi benda uji, yaitu beton dengan 25% EPS, 75% EPS dan beton kontrol yang menggunakan agregat kasar alami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beton dengan EPS yang dilapisi pasta semen memiliki kekuatan lentur yang lebih rendah dibandingkan beton dengan agregat alami. Pengujian kuat tekan dilakukan menggunakan compression testing machine dan extensometer sebagai metode pengujian. Kata Kunci: Expanded polystyrene, Kuat Lentur, Beton ringan
Pengaruh Penambahan Fly Ash dan Silica Fume Terhadap Kuat Tekan dan Modulus Elastisitas Beton Menggunakan Recycled Coarse Aggregate (RCA) Muhammad Ar-Rahman Nugraha Wiguna; Dr. Eng. Ir. Eva Arifi, ST., MT., IPM.; Dr. Eng. Ir. Desy Setyowulan, ST., MT., M.Sc., IPM.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesatnya pembangunan infrastruktur di Indonesia sebagai respons terhadap jumlah penduduk yang besar menyebabkan meningkatnya limbah konstruksi, terutama limbah beton. Beton merupakan material penting dalam dunia konstruksi karena karakteristiknya yang mampu menahan tekanan tinggi serta ketersediaan bahan penyusunnya yang melimpah. Meski demikian, pemanfaatan agregat kasar alami (Natural Coarse Aggregate/NCA) secara masif dapat menimbulkan dampak lingkungan yang merugikan. Untuk mendukung prinsip pembangunan berkelanjutan, pemanfaatan agregat kasar daur ulang (Recycled Coarse Aggregate/RCA) yang didapatkan dari penghancuran limbah beton menjadi alternatif yang layak sebagai pengganti agregat kasar alami. Namun demikian, sifat RCA yang kurang optimal dapat menyebabkan penurunan pada nilai kuat tekan serta modulus elastisitas beton. Sebagai upaya untuk mengatasi masalah tersebut, diberikan bahan tambahan pozzolan berupa fly ash dan silica fume dengan tujuan meningkatkan kekuatan tekan dan modulus elastisitas beton yang mengandung agregat kasar hasil daur ulang. Penelitian menggunakan 35 silinder uji berukuran 15 cm untuk diameter dan 30 cm untuk tinggi silinder dengan tujuh variasi campuran, lima sampel pervariasi. Variasi campuran terdiri dari beton normal (dengan NCA), beton RCA, beton NCA dan RCA dengan tambahan 15% fly ash, serta beton RCA dengan 15% fly ash dan silica fume masing-masing sebesar 7%, 10%, dan 15%. Setelah proses curing 7 hari, silinder beton diuji saat memasuki umur 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan RCA pada beton tanpa bahan tambah menurunkan kuat tekan sebesar 3,57% dan modulus elastisitas sebesar 41,22% dibandingkan beton NCA. Namun, penambahan fly ash dan silica fume secara bersamaan mampu memperbaiki sifat mekanik beton secara signifikan. Kombinasi terbaik dengan 15% fly ash dan 15% silica fume meningkatkan kuat tekan sebesar 16,91% dan modulus elastisitas sebesar 59,92% dibandingkan beton RCA tanpa bahan tambah. Hal ini memperlihatkan potensi penggunaan limbah untuk mendukung konstruksi berkelanjutan. Kata Kunci : kuat tekan beton, modulus elastisitas beton, Recycled Coarse Aggregate (RCA), fly ash (FA), silica fume (SF).