Dr. Eng. Devi Nuralinah, ST., MT.
Unknown Affiliation

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pengaruh Penggunaan Agregat Kasar Expanded Polystyrene Berukuran Satu Sentimeter dengan Coating Pasta Semen terhadap Kuat Tekan dan Modulus Elastisitas Beton dengan Metode Non-Destructive Test Tristanio, Vito; Ir. Indra Waluyohadi, ST., MT., M.Sc., IPM; Dr. Eng. Devi Nuralinah, ST., MT.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 1 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan kebutuhan beton akibat pertumbuhan infrastruktur yang pesat memicu eksploitasi sumber daya alam secara berlebihan. Untuk mengurangi dampak lingkungan, limbah expanded polystyrene (EPS) dipertimbangkan sebagai pengganti agregat kasar dalam beton ringan. EPS merupakan limbah yang sulit terurai dan mencemari lingkungan, terutama di laut Indonesia. Penggunaan EPS dalam beton dapat mengurangi berat dan limbah lingkungan, tetapi cenderung menurunkan kekuatan beton. Penelitian ini mengevaluasi penggunaan EPS yang dilapisi pasta semen untuk meningkatkan kekuatan beton. Lima jenis beton diuji: 25% EPS, 50% EPS, 75% EPS, 100% EPS, dan beton kontrol dengan agregat kasar alami. Hasil menunjukkan bahwa beton dengan EPS yang dilapisi pasta semen memiliki modulus elastisitas dan kekuatan tekan lebih rendah dibandingkan beton dengan agregat alami. Uji hammer, UPV, kompresi, dan SonReb digunakan sebagai metode pengujian. Kata Kunci: Expanded polystyrene, Non-destructive test, Beton ringan
Studi Analisis Perilaku Balok Beton Komposit Berongga Menggunakan Baja Cold-Formed C Berhadapan terhadap Variasi Panjang Carbon Fiber Reinforced Polymer (CFRP) Andi Zahwah Anasyah; Dr. Eng. Ir. Desy Setyowulan, ST., MT., M.Sc., IPM.; Dr. Eng. Devi Nuralinah, ST., MT.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan kebutuhan infrastruktur mendorong pemanfaatan material konstruksi inovatif yang tidak hanya kuat dan efisien, tetapi juga mendukung keberlanjutan. Salah satu material yang semakin dikembangkan adalah baja canai dingin (cold-formed steel), yang menawarkan keunggulan seperti bobot ringan, kekuatan tinggi, dan ketahanan terhadap korosi. Dalam pengembangannya sebagai elemen struktural utama seperti balok, penguatan eksternal menggunakan Carbon Fiber Reinforced Polymer (CFRP) menjadi solusi potensial dengan sifatnya yang ringan, kuat tarik, dan tahan korosi. Pada penelitian ini, dirancang balok komposit berongga menggunakan profil baja cold-formed tipe C yang disusun berhadapan dan dihubungkan dengan sekrup SDS (Self Drilling Screw). Perkuatan CFRP ditempatkan pada sisi bawah balok. Dalam penelitian ini, terdapat tiga variasi balok yang dianalisis, yaitu balok tanpa CFRP, balok dengan CFRP sepanjang 350 mm di tengah bentang, dan balok dengan CFRP sepanjang 950 mm di sepanjang bentang. Seluruh analisis dilakukan secara numerik menggunakan perangkat lunak ABAQUS. Hasil analisis menunjukkan bahwa variasi panjang CFRP berpengaruh terhadap kapasitas beban, lendutan, dan kapasitas lentur balok. Semakin panjang CFRP yang digunakan, semakin besar kapasitas beban dan kapasitas lentur yang dapat ditahan oleh balok. Selain itu, pada beban yang sama, balok dengan CFRP yang lebih panjang menunjukkan nilai lendutan yang lebih kecil dibandingkan variasi lainnya.
Studi Analisis Perilaku Balok Beton Recycled Coarse Aggregate (RCA) Komposit Berongga Menggunakan Baja Cold-Formed C Berhadapan Rumana, Putra Dewa; Dr. Eng. Ir. Desy Setyowulan, ST., MT., M.Sc., IPM.; Dr. Eng. Devi Nuralinah, ST., MT.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inovasi dalam pemanfaatan material untuk industri konstruksi telah mengalami perkembangan yang pesat, mulai dari material yang ramah lingkungan hingga material yang efisien dan tahan lama. Saat ini, salah satu terobosan terbaru dalam penggunaan material adalah pengembangan penggunaan baja cold-formed. Material profil baja cold-formed kanal ganda C80x30x9x0,75 disusun secara berhadapan pada struktur balok berdimensi 10 cm x 15 cm x 100 cm, dengan penggabungan menggunakan sambungan sekrup SDS (Self Drilling Screw) dan pelat sambung. Model struktur ini dibuat menggunakan software ABAQUS untuk memperoleh nilai kapasitas lentur, tegangan-regangan, besar lendutan, serta pola retak pada balok dari variasi penggunaan beton jenis Normal Concrete Aggregate (NCA), Recycled Concrete Aggregate (RCA), dan RCA + Bakteri. Pengujian dilakukan pada benda uji dengan kondisi tumpuan berupa sendi dan rol, serta diberikan beban terpusat di tengah bentang secara bertahap dan terus meningkat hingga struktur balok mencapai batas kemampuan menahan beban. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi beton NCA memiliki kapasitas beban maksimum terbesar. Benda uji yang menggunakan variasi beton NCA mencatat nilai kapasitas lentur tertinggi sebesar 3.7256 MPa, atau sekitar 47.71% lebih tinggi dibandingkan dengan variasi RCA + Bakteri. Selain itu, benda uji dengan variasi beton NCA juga menunjukkan nilai lendutan paling kecil, yaitu sebesar 11.177 mm, yang merupakan sekitar 30.10% lebih kecil dibandingkan dengan variasi RCA + Bakteri.
Pengaruh Penggunaan Agregat Kasar Expanded Polystyrene dengan Coating Pasta Semen terhadap Tegangan dan Regangan pada Balok Beton Bertulang Benjamin Reynard Limbong; Ir. Indra Waluyohadi, ST., MT., M.Sc., IPM.; Dr. Eng. Devi Nuralinah, ST., MT.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan akan material konstruksi yang ramah lingkungan terus meningkat seiring dengan perkembangan infrastruktur. Salah satu inovasi yang diteliti adalah pemanfaatan limbah Expanded Polystyrene (EPS) sebagai substitusi agregat kasar dalam pembuatan beton ringan. EPS memiliki sifat ringan, namun kurang optimal dalam berikatan dengan pasta semen. Oleh karena itu, dalam penelitian ini dilakukan pelapisan EPS menggunakan pasta semen untuk meningkatkan daya ikatnya. Penelitian ini menggunakan tiga variasi, yaitu beton dengan agregat kasar alami (NCA), beton dengan 25% EPS, dan beton dengan 75% EPS. Seluruh benda uji berupa balok beton bertulang diuji pada umur 28 hari. Pengujian meliputi tegangan dan regangan untuk mengevaluasi karakteristik mekanis yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa EPS berlapis pasta semen dapat dipertimbangkan sebagai alternatif agregat kasar dalam beton ringan, dengan tetap memperhatikan performa struktural yang dihasilkan.
Pengaruh Penggunaan Agregat Kasar Expanded Polystyrene dengan Coating Pasta Semen terhadap Lendutan dan Pola Retak pada Balok Beton Bertulang Akmal Ghani Maulana; Ir. Indra Waluyohadi, ST., MT., M.Sc., IPM.; Dr. Eng. Devi Nuralinah, ST., MT.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan beton konvensional yang masif menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan akibat konsumsi agregat alam yang tinggi dan ketersediaannya yang semakin menipis. Salah satu solusi alternatif adalah memanfaatkan limbah Expanded Polystyrene (EPS) atau Styrofoam sebagai substitusi agregat alam, yang juga berpotensi menghasilkan beton ringan. Namun, penambahan EPS dapat mengurangi kekuatan beton. Untuk mengatasi hal ini, pelapisan EPS dengan pasta semen diusulkan sebagai metode untuk meningkatkan kekuatannya. Penelitian ini menginvestigasi pengaruh variasi persentase EPS terhadap lendutan dan pola retak pada balok beton bertulang. Tiga variasi benda uji digunakan: 25% EPS, 75% EPS, dan NCA (agregat alam). Hasil pengujian menunjukkan bahwa benda uji dengan EPS memiliki beban ultimit yang lebih rendah dibandingkan benda uji NCA. Selain itu, lendutan terbesar terjadi pada benda uji 75% EPS. Dalam hal pola retak, benda uji NCA menunjukkan satu garis retak, sedangkan benda uji lainnya menunjukkan dua dan tiga garis retak, meskipun seluruhnya merupakan retak lentur.
Pengaruh Penambahan Fly Ash dan Silica Fume terhadapĀ Permeabilitas Beton Menggunakan Recycled Coarse Aggregate (RCA) Fernando, Ananda Reza; Dr. Eng. Ir. Eva Arifi, ST., MT., IPM.; Dr. Eng. Devi Nuralinah, ST., MT.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Percepatan pembangunan infrastruktur di Indonesia telah mendorong peningkatan volume limbah konstruksi, terutama limbah beton, yang memiliki potensi besar mencemari lingkungan. Upaya memanfaatkan limbah beton sebagai Recycled Coarse Aggregate (RCA) menawarkan alternatif yang berkelanjutan, namun masih menghadapi kendala teknis berupa meningkatnya permeabilitas beton. Hal ini disebabkan oleh ciri khas RCA, yaitu keberadaan sisa mortar lama pada permukaannya yang memiliki porositas tinggi dan berdampak negatif terhadap durabilitas beton. Dengan mempertimbangkan latar belakang tersebut, fokus utama dari penelitian ini adalah untuk mengkaji tingkat keberhasilan dari aditif pozzolanik, yakni fly ash dan silica fume, dalam menurunkan permeabilitas beton RCA sehingga kualitasnya dapat mendekati beton konvensional. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini dilakukan melalui metode eksperimen di laboratorium dengan pengujian utama berupa uji permeabilitas air yang mengacu pada standar DIN 1048 Part 5. Spesimen uji yang digunakan berbentuk kubus berdimensi 15x15x15 cm dan diuji setelah beton berumur lebih dari 28 hari. Variasi campuran yang dibuat meliputi beton kontrol dengan NCA dan beton dengan RCA. Selain itu, dibuat juga variasi dengan penambahan 15% fly ash pada beton NCA dan RCA, serta kombinasi penambahan 15% fly ash dan silica fume dengan kadar 7%, 10%, dan 15% pada beton RCA. Hasil pengujian permeabilitas menunjukkan bahwa penggunaan RCA meningkatkan permeabilitas secara drastis sebesar 150,66% dibandingkan beton NCA, akibat tingginya porositas sisa mortar. Namun, kelemahan ini berhasil diatasi secara efektif melalui penambahan fly ash dan silica fume. Kombinasi optimal dari 15% fly ash dan 15% silica fume terbukti mampu menurunkan permeabilitas beton RCA secara signifikan sebesar 54,83%. Efek sinergis bahan tambah ini berhasil memadatkan matriks beton, sehingga permeabilitas beton RCA hampir setara dengan beton normal (NCA).Kata Kunci : Permeabilitas, Recycled Coarse Aggregate (RCA), Fly ash, Silica fume.