Lasmini Ambarwati, ST., M.Eng.
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Mode Choice Analysis Between Train and Bus on Malang-Surabaya Route Using Revealed Preference Method Sylvia Marsha A.; Ir. Achmad Wicaksono, M.Eng, Ph.D., IPU.; Lasmini Ambarwati, ST., M.Eng.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Malang dan Surabaya merupakan dua wilayah dengan produktivitas tertinggi di Jawa Timur dan memiliki jumlah penduduk terbesar di Jawa Timur. Padatnya penduduk maupun pendatang di kedua wilayah ini mendorong tingginya permintaan moda transportasi umum, tak terkecuali kereta api komuter dan bus AKDP non patas. Saat ini, kereta api komuter menjadi transportasi umum yang paling diminati oleh masyarakat saat bepergian di rute Malang-Surabaya PP dibandingkan bus AKDP non patas. Oleh karena itu, studi ini bertujuan untuk menyelidiki karakteristik penumpang dengan metode statistik deskriptif, mengetahui faktor pelayanan apa saja yang mempengaruhi pemilihan moda dengan metode regresi logistik biner, mendapatkan model pemilihan moda dengan metode logit biner selisih, dan mengetahui solusi perbaikan kualitas pelayanan agar penumpang tidak berpindah pilihan moda dengan metode IFAS/EFAS-SWOT. Adapun studi ini menunjukkan bahwa pemilihan moda transportasi umum tidak hanya dipengaruhi oleh aspek kuantitatif (biaya dan waktu), tetapi juga dipengaruhi oleh aspek kualitatif (pelayanan) yang telah diatur pada SPM No. 63 Tahun 2019 untuk kereta api dan SPM No. 98 Tahun 2013 untuk bus. Berdasarkan aspek kuantitatif, kereta api komuter cenderung diminati karena biaya yang murah sedangkan bus AKDP non patas cenderung diminati karena waktu perjalanan yang singkat. Berdasarkan aspek kualitatif, seluruh aspek pelayanan berpengaruh terhadap pemilihan moda dengan prioritas utama pada aspek keamanan, keselamatan, dan kemudahan. Kata Kunci : pemilihan moda, kereta api dan bus, Malang-Surabaya, revealed preference  ABSTRACT Malang and Surabaya are two regions with the highest productivity in East Java and have the largest populations in East Java. The dense population and influx of migrants in these two regions have driven high demand for public transportation, including commuter trains and non-express AKDP buses. Currently, commuter trains are the most popular form of public transportation for people traveling on the Malang-Surabaya route compared to non-express AKDP buses. Therefore, this study aims to investigate passenger characteristics using descriptive statistical methods, identify the service factors influencing mode choice using binary logistic regression methods, obtain a mode choice model using the binary logit difference method, and determine solutions for improving service quality to prevent passengers from switching modes using the IFAS/EFAS-SWOT method. This study shows that the choice of public transportation mode is not only influenced by quantitative aspects (cost and time), but also by qualitative aspects (service) as stipulated in SPM No. 63 of 2019 for trains and SPM No. 98 of 2013 for buses. Based on quantitative aspects, commuter trains are preferred due to their low cost, while non-express AKDP buses are preferred due to their short travel time. Based on qualitative aspects, all service aspects influence mode selection, with the primary priorities being safety, security, and convenience. Keywords : mode choice, trains and buses, Malang-Surabaya, revealed preference
Evaluasi terhadap Kinerja Operasional Bus Transjakarta Koridor 13 (Rute: Ciledug-Tegal Mampang) Berdasarkan Peraturan BRT Standard 2024 Darmawan, Hendiarto; Ir. Achmad Wicaksono, M.Eng., Ph.D., IPU.; Lasmini Ambarwati, ST., M.Eng.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan akan transportasi di Indonesia semakin bertambah setiap tahunnya dikarenakan populasi serta perpindahan penduduk semakin banyak. Jakarta Selatan dan Tangerang merupakan dua kota yang menjadi tempat dimana masyarakat menetap untuk bekerja maupun bersekolah. Koridor 13 merupakan satu-satunya koridor BRT yang melintasi pada jalan layang sejauh  ± 9,3 km yang membentang antara halte Petukangan D’MASIV sampai dengan halte Tegal Mampang. Penelitian ini ditujukan untuk melihat langsung kondisi yang ada di lapangan apakah untuk operasional yang ada di koridor 13 sudah berjalan dengan baik sesuai dengan peraturan BRT Standard 2024 atau belum. Selain itu, penelitian ini juga difokuskan untuk menentukan strategi SWOT yang didapat melalui perhitungan dari Internal Factor Analysis Summary (IFAS) yang berisi faktor Strength dan Weakness, serta Eksternal Factor Analysis Summary (EFAS) atau yang biasa disebut dengan IFAS-EFAS yang berisi faktor Opportunity dan Threats yang ditentukan berdasarkan peraturan BRT Standard 2024. Selanjutnya, pada penelitian ini ditentukan untuk strategi baik strategi Strength Opportunity, Strength Threats, Weakness Opportunity, dan Weakness Threats yang nantinya dapat menjadi rekomendasi untuk PT Transjakarta menjalani operasional pada koridor 13 kedepannya.
Analisis Perilaku Berkendara Pengguna Sepeda Motor dan Penentuan Titik Rawan Kecelakaan pada Jaringan Jalan Surabaya Timur Setiawan , Evans Aristo; Basandid, Rania; Lasmini Ambarwati, ST., M.Eng.; Rahayu Kusumaningrum, ST., MT., M.Sc.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 1 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut data dari Humas Polri Jawa Timur, pada tahun 2023 tercatat minimal 1.356 kecelakaan di Surabaya. Penyebab kecelakaan ini bervariasi, mulai dari kondisi infrastruktur jalan yang kurang baik dan perilaku pengemudi yang mengabaikan aturan. Di daerah blackspot, dibutuhkan tindakan khusus untuk memperbaiki dan meningkatkan keselamatan jalan.  Penelitian ini menggunakan data primer (kuesioner karakteristik berkendara), data sekunder (peta wilayah penelitian, data LHR Surabaya Timur tahun 2021-2022 dan data kecelakaan lalu lintas Surabaya Timur tahun 2021-2022), serta berbagai teknik analisis seperti analisis deskriptif, regresi logistik, perhitungan angka ekivalen kecelekaan (AEK), perhitungan accident rate, metode batas kontrol atas (BKA), identifikasi SWOT, dan pemodelan prediksi peluang kecelakaan untuk mencapai tujuan penelitian. Penentuan jumlah sampel dalam penelitian ini menggunakan kuesioner yang dihitung dengan rumus Slovin serta teknik stratified random sampling, sehingga diperoleh kebutuhan sampel sebanyak 400 responden. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas pengendara sepeda motor di Surabaya Timur masih banyak yang melanggar peraturan-peraturan lalu lintas yang dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan lalu lintas. Kata Kunci: Karakteristik Pengendara Sepeda Motor, Blackspot, Pemodelan Prediksi Peluang Kecelakaan, Kecelakaan Lalu Lintas, Surabaya Timur
Penentuan Prioritas Pembangunan Jalan Desa Menggunakan Metode RAI (Studi Kasus Kecamatan Wagir, Pakisaji,  Karangploso) -, Athallariq Gayo; Nanda Satria Apriyanto; Ir. Achmad Wicaksono, M.Eng., Ph.D., IPU.; Lasmini Ambarwati, ST., M.Eng.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 1 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan infrastruktur jalan desa memiliki peran penting dalam meningkatkan aksesibilitas masyarakat perdesaan terhadap pusat kegiatan ekonomi dan layanan publik. Kabupaten Malang, khususnya Kecamatan Pakisaji, Wagir, dan Karangploso, masih menghadapi permasalahan keterbatasan akses jalan desa akibat kondisi jalan yang kurang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan prioritas pembangunan jalan desa dengan menggunakan metode Rural Access Index (RAI) serta mengevaluasi kelayakan ekonomi berdasarkan Biaya Operasional Kendaraan (BOK). Metode RAI digunakan untuk mengukur tingkat aksesibilitas penduduk perdesaan terhadap jalan yang dapat dilalui sepanjang tahun. Data yang digunakan meliputi data primer hasil survei lapangan dan data sekunder berupa data kependudukan serta jaringan jalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat variasi tingkat aksesibilitas antar ruas jalan desa, sehingga prioritas pembangunan dapat ditetapkan secara objektif. Analisis BOK menunjukkan bahwa peningkatan kondisi jalan berpotensi menurunkan biaya operasional kendaraan secara signifikan. Dengan demikian, penerapan metode RAI dapat menjadi dasar perencanaan pembangunan jalan desa yang lebih efektif, efisien, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.