Rahayu Kusumaningrum, ST., MT., M.Sc.
Unknown Affiliation

Published : 10 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Pengaruh Penambahan Kappa Carrageenan Powder terhadap Kinerja Marshall Campuran Laston Lapis Aus Asbuton (AC-WC Asb) Nadhirah Salsabila Luthfitawati; Ghaniya Khanni Anata; Prof. Ir. Ludfi Djakfar, MSCE., Ph.D., IPU., ASEAN Eng.; Rahayu Kusumaningrum, ST., MT., M.Sc.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia adalah negara dengan persediaan Asbuton terbesar di dunia. Namun, sampai saat ini penggunaannya belum optimal dikarenakan kandungan bitumen dalam Asbuton yang sulit keluar dari rongga antara mineral. Kappa Carrageenan merupakan salah satu bahan aditif yang menghasilkan gel yang kaku sehingga dapat membantu sebagai bahan pengikat tambahan dan dapat mengatasi kelemahan Asbuton. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis hasil dari substitusi Asbuton dalam campuran Laston Lapis Aus (AC-WC) serta penambahan Kappa Carrageenan Powder. Penelitian ini menggunakan wet process dengan penambahaan kadar Kappa Carrageenan Powder sebesar 2%, 3%, 4%, 5%, dan 6%. Analisis dilakukan dengan uji Marshall dan dilanjutkan dengan pengolahan data. Didapatkan niali optimum penambahan Kappa Carrageenan Powder sebesar 3% dengan KAO aspal sebesar 6.5% dengan peningkatan VFA sebesar 2%, stabilitas sebesar 29%, MQ sebesar 70% dibandingkan dengan campuran tanpa bahan tambahan (aditif). Namun, untuk nilai VIM, VMA, serta kelelehan (flow), mengalami sedikit penurunan namun masih dalam batas spesifikasi yang ditentukan. Maka dapat disimpulkan bahwa dengan penambahan Kappa Carrageenan Powder memiliki ketahanan yang lebih tinggi terhadap bebean lalu lintas dan cocok digunakan untuk beban lalu lintas berat.
Pengaruh Penambahan Serat Kappa Carrageenan terhadap Kinerja Marshall pada Campuran (AC-WC ASB) Cecaria Kurnia dewi; Jasmine Ayu Penggalih; Prof. Ir. Ludfi Djakfar, MSCE., Ph.D., IPU., ASEAN Eng.; Rahayu Kusumaningrum, ST., MT., M.Sc.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia memiliki aspal alam melimpah, aspal buton (asbuton) dari Pulau Buton dengan cadangan 600 juta ton, yang dapat menggantikan sebagian aspal minyak meski kualitasnya lebih rendah dan perlu ditingkatkan dengan penambahan serat kappa carrageenan yang diolah menggunakan sunflower oil pengujian Marshall dilakukan untuk menentukan pengaruh dan kadar optimum. Serat kappa carrageenan dibuat dengan microfluidic device, kadar aspal optimum 6,5%, dan serat ditambahkan sebesar 1%, 3%, 5%, serta 7% dari berat aspal dengan panjang serat 1 cm analisis dilakukan menggunakan grafik pita untuk mengetahui kadar optimum. Hasil menunjukkan kadar optimum serat kappa carrageenan pada campuran AC-WC Asb adalah 7%, dimana penambahan 1%-3% menurunkan VIM dan VMA, tetapi pada 3%-7% meningkat; VFA naik pada 1%-3% dan turun pada 3%-7%; stabilitas meningkat seiring kadar serat naik, sementara nilai flow menurun.
Pengaruh Penambahan Serat Selulosa Filter Rokok terhadap Kinerja Marshall Campuran AC-WC Asb Paskoalinda Fyta Aprilya; Akmal Yusuf Ziyad Abqori; Prof. Ir. Ludfi Djakfar, MSCE., Ph.D., IPU., ASEAN Eng.; Rahayu Kusumaningrum, ST., MT., M.Sc.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkerasan jalan memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia. Namun, ketergantungan terhadap aspal impor menjadi tantangan tersendiri, padahal Indonesia memiliki potensi besar dari Aspal Buton (Asbuton) yang belum dimanfaatkan secara optimal. Di sisi lain, limbah filter rokok mengandung serat selulosa asetat yang sulit terurai namun berpotensi sebagai bahan tambah dalam campuran aspal. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penambahan serat selulosa filter rokok terhadap kinerja Marshall campuran AC-WC Asb. Dilakukan pembuatan benda uji dengan variasi penambahan serat sebesar 4%, 5%, dan 6% dari berat total aspal yang digunakan. Data pengujian yang didapat lalu diuji secara statistik untuk memastikan signifikansi pengaruh serat selulosa terhadap kinerja Marshall. Penelitian ini menghasilkan nilai KAO sebesar 6,5% dan nilai variasi penambahan variasi kadar serat selulosa filter rokok 4% 5%, dan 6% terhadap berat total aspal mampu meningkatkan nilai Stabilitas, VIM, VMA, dan MQ serta menurunkan nilai flow dan VFB. Nilai maksimum penambahan serat selulosa filter rokok adalah 6% yang memenuhi spesifikasi dengan menghasilkan peningkatan VIM sebesar 2%, peningkatan VMA sebesar 0,5%, penurunan VFB sebesar 0,7%, peningkatan stabilitas sebesar 25%, penurunan kelelehan sebesar 19%, dan peningkatan MQ sebesar 54% dari campuran tanpa penambahan serat. Hasil uji statistik menunjukkan penambahan serat selulosa filter rokok terhadap campuran AC-WC Asb memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kinerja Marshall.
Pengaruh Penambahan Serat Alginate Terhadap Kinerja Marshall Campuran Laston Lapis Aus Asbuton (Ac-Wc Asb) Rayhan Rifqi Hidayat; Petrus Lalo Dachunya; Ir. Achmad Wicaksono, M.Eng., Ph.D., IPU.; Rahayu Kusumaningrum, ST., MT., M.Sc.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkerasan jalan yang berkualitas sangat penting untuk mendukung pembangunan infrastruktur di Indonesia. Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas perkerasan jalan adalah dengan menggunakan aspal Buton, yang masih banyak diimpor meskipun Indonesia memiliki cadangan yang melimpah. Untuk meningkatkan kualitas campuran aspal, penelitian ini mengeksplorasi penggunaan serat Alginate, bahan alami yang diperoleh dari rumput laut cokelat, yang diperkaya dengan minyak bunga matahari sebagai bahan peremaja untuk aspal. Penambahan serat Alginate bertujuan untuk meningkatkan kemampuan self-healing (perbaikan diri) aspal yang telah rusak, memperpanjang umur jalan tanpa perlu penambahan lapisan perkerasan baru. Penelitian ini melakukan eksperimen dengan pembuatan serat Alginate menggunakan alat microfluidic device dengan variasi kadar serat (1%, 3%, 5%, dan 7%) dan panjang serat (1 cm dan 2 cm), yang kemudian diuji menggunakan metode Marshall untuk mengukur pengaruhnya terhadap stabilitas dan aliran campuran aspal. Hasil analisis menunjukkan bahwa penambahan serat Alginate dengan kadar 7% sepanjang 1 cm memberikan peningkatan VIM, VMA, stabilitas dan nilai Marshall Quotient (MQ) sebesar 0,28%, 0,24%, 17,38% dan 53,4%, sementara penurunan nilai Flow dan VFA menunjukkan perbaikan kualitas campuran aspal. Penambahan serat Alginate dengan kadar 1% sepanjang 2 cm menyebabkan peningkatan pada nilai VIM, VMA, stabilitas dan MQ masing-masing sebesar 0,1%, 0,09%, 0,90% dan 17,93%, sementara penurunan nilai VFA dan Flow menunjukkan perbaikan kualitas campuran aspal. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa penambahan serat Alginate dengan kadar yang optimal memenuhi standar karakteristik Marshall yang telah ditentukan.
Analisis Kelaikan Fungsi Jalan Studi Kasus: Jalan Patimura, Jalan Diponegoro, dan Jalan Dewi Sartika–Imam Bonjol pada Kota Batu Sumantri, Rifky Wijaya; Hermawan, Yoga; Prof. Ir. Ludfi Djakfar, MSCE., Ph.D., IPU., ASEAN Eng.; Rahayu Kusumaningrum, ST., MT., M.Sc.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keselamatan jalan merupakan salah satu indikator penting dalam mendukung kelancaran dan keamanan mobilitas di kawasan perkotaan. Kota Batu sebagai salah satu kota wisata memiliki ruas-ruas jalan yang padat aktivitas dan rawan terhadap permasalahan lalu lintas. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi terhadap kondisi eksisting jalan menggunakan pendekatan uji laik fungsi jalan berdasarkan Pedoman Bidang Lingkungan dan Keselamatan Jalan Nomor 06/P/BM/2024 dengan sistem pemeringkatan bintang. Penelitian ini dilakukan pada lima ruas jalan utama di Kota Batu, yaitu Jalan Patimura, Jalan Diponegoro, Jalan Dewi Sartika, Jalan Imam Bonjol, dan Jalan Agus Salim, dengan total panjang 3.808 meter. Metode pengumpulan data dilakukan melalui survei lapangan dan rekaman video, serta pengolahan data berdasarkan atribut teknis seperti kecepatan operasional, kelandaian, dan lebar bahu jalan. Hasil pemeringkatan menunjukkan bahwa Jalan Diponegoro memperoleh bintang 4 (skor 4,58), Jalan Patimura bintang 3 (skor 6,32), Jalan Dewi Sartika bintang 4 (skor 7,10), Jalan Imam Bonjol bintang 5 (skor 3,47), dan Jalan Agus Salim bintang 5 (skor 2,21). Analisis juga menunjukkan adanya hubungan antara nilai bintang dan jumlah kecelakaan lalu lintas. Segmen dengan peringkat rendah cenderung memiliki angka kecelakaan lebih tinggi. Rekomendasi teknis yang disusun mencakup pemasangan marka jalan bertekstur, rambu batas kecepatan, penambahan zebra cross, hingga penertiban parkir dan pelebaran bahu jalan. Diharapkan dengan diterapkannya rekomendasi teknis tersebut, ruas jalan yang dianalisis dapat menjadi lebih berkeselamatan (Safer Road).Kata kunci : Kecelakaan Lalu Lintas, Kota Batu, Pemeringkatan Bintang, Rekomendasi Teknis, dan Uji Laik Fungsi Jalan.
Pengaruh Penambahan Limbah Carrageenan terhadap Ketahanan Retak Campuran Laston Lapis Aus Asbuton (AC-WC Asb) Yuniarti, Shela Putri; Prof. Ir. Ludfi Djakfar, MSCE., Ph.D., IPU., ASEAN Eng.; Rahayu Kusumaningrum, ST., MT., M.Sc.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 1 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keretakan dini pada Laston Lapis Aus Asbuton (AC-WC Asb) sering terjadi akibat stabilitas Asbuton yang rendah. Penelitian ini mengevaluasi komprehensif ketahanan retak campuran AC-WC Asb yang dimodifikasi dengan 7,25% limbah carrageenan. Pengujian Indirect Tensile Stiffness Modulus (ITSM) dan Indirect Tensile Fatigue Test (ITFT) dilakukan pada suhu 25°C dan 40°C. Hasil menunjukkan sensitivitas tinggi terhadap suhu, dengan modulus kekakuan tertinggi 8520,00 MPa tercapai pada 25°C dan turun drastis menjadi 1253,83 MPa pada 40°C. Namun, pada pengujian kelelahan, modifikasi ini secara signifikan meningkatkan umur kelelahan hingga 8.806 siklus pada tegangan tarik 500 kPa. Maka, penambahan limbah carrageenan efektif meningkatkan performa AC-WC Asb terhadap ketahanan retak menjadikannya optimal untuk jalan dengan beban lalu lintas tinggi. Kata kunci: AC-WC, Asbuton, Limbah Carrageenan, Modulus Kekakuan, Kelelahan
Modifikasi Aspal dengan Pemanfaatan Plastik PET (Polyethylene Terephthalate) dan Limbah Beton sebagai Substitusi Agregat Halus Peny Kalista Sari; Geffira Qowlam Fadilla; Ir. Hendi Bowoputro, ST., MT., IPU., ASEAN Eng.; Rahayu Kusumaningrum, ST., MT., M.Sc.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 1 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengatasi kebutuhan infrastruktur jalan berdurabilitas tinggi dan isu lingkungan dengan menganalisis kinerja campuran Asphalt Concrete-Wearing Course (AC-WC) yang dimodifikasi limbah plastik PET dan limbah beton konstruksi. Metode penelitian menggunakan eksperimen laboratorium berbasis pengujian Marshall sesuai Spesifikasi Umum Bina Marga 2025. Dalam studi ini, plastik PET (kadar 5%) digunakan sebagai aditif aspal, dan limbah beton (15,25%) sebagai substitusi agregat halus. Hasil pengujian menunjukkan bahwa campuran modifikasi memenuhi seluruh parameter Marshall dengan Kadar Aspal Optimum (KAO) sebesar 6%. Analisis ekonomi menggunakan AHSP 2025 mencatat penghematan biaya produksi sebesar 1,11% dibandingkan AC-WC konvensional. Pemanfaatan integratif ini terbukti menjadi alternatif solusi perkerasan yang layak secara teknis, ekonomis, dan berkelanjutan.
Pengaruh Penambahan Serat Ampas Tebu terhadap Stabilitas Marshall Campuran Asphalt Concrete – Wearing Course Asbuton (AC-WC Asb) Bunga Humaira; Muhammad Julda Faza; Ir. Hendi Bowoputro, ST., MT., IPU., ASEAN Eng.; Rahayu Kusumaningrum, ST., MT., M.Sc.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 1 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kerusakan dini pada perkerasan jalan masih menjadi permasalahan umum di Indonesia, sehingga diperlukan upaya modifikasi campuran aspal menggunakan material inovatif dan ramah lingkungan. Salah satu material alternatif yang berpotensi digunakan adalah Serat Ampas Tebu (SAT) yang merupakan limbah pertanian dengan ketersediaan melimpah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan serat ampas tebu terhadap karakteristik Marshall campuran Asphalt Concrete – Wearing Course Asbuton (AC-WC Asb), serta menentukan kadar aspal dan kadar serat optimum berdasarkan kinerja campuran. Material yang digunakan meliputi Aspal Penetrasi 60/70, Asbuton tipe B 50/30 sebanyak 8% dari total campuran, agregat dari Pasuruan, serta serat ampas tebu jenis tebu hijau. Variasi kadar aspal yang diuji yaitu 6%, 6,5%, dan 7%, sedangkan variasi serat ampas tebu adalah 0.15%, 0.30%, 0.45%, dan 0.60% dari total berat campuran. Parameter Marshall yang dianalisis mencakup VIM, VMA, VFB, Stabilitas, Flow, dan Marshall Quotient (MQ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan serat ampas tebu hingga kadar 0.45% dapat meningkatkan performa campuran. Nilai Stabilitas dan MQ tertinggi diperoleh pada kadar SAT 0.30%, masing-masing sebesar 1286.2 kg dan 348.8 kg/mm. Semua nilai Flow memenuhi spesifikasi, namun nilai VFB turun di bawah batas standar pada kadar SAT 0.60%. Berdasarkan analisis grafik, kadar optimum campuran berada pada rentang kadar aspal 6.55% – 7% dan kadar serat 0.15% – 0.45%. Hasil uji ANOVA dua arah menunjukkan adanya interaksi signifikan antara kadar aspal dan kadar serat terhadap nilai VIM, VFB, Stabilitas, dan MQ.   Kata Kunci: Asphalt Concrete - Wearing Course (AC-WC Asb), Asbuton, Serat Ampas Tebu, Marshall.
Analisis Perilaku Berkendara Pengguna Sepeda Motor dan Penentuan Titik Rawan Kecelakaan pada Jaringan Jalan Surabaya Timur Setiawan , Evans Aristo; Basandid, Rania; Lasmini Ambarwati, ST., M.Eng.; Rahayu Kusumaningrum, ST., MT., M.Sc.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 1 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut data dari Humas Polri Jawa Timur, pada tahun 2023 tercatat minimal 1.356 kecelakaan di Surabaya. Penyebab kecelakaan ini bervariasi, mulai dari kondisi infrastruktur jalan yang kurang baik dan perilaku pengemudi yang mengabaikan aturan. Di daerah blackspot, dibutuhkan tindakan khusus untuk memperbaiki dan meningkatkan keselamatan jalan.  Penelitian ini menggunakan data primer (kuesioner karakteristik berkendara), data sekunder (peta wilayah penelitian, data LHR Surabaya Timur tahun 2021-2022 dan data kecelakaan lalu lintas Surabaya Timur tahun 2021-2022), serta berbagai teknik analisis seperti analisis deskriptif, regresi logistik, perhitungan angka ekivalen kecelekaan (AEK), perhitungan accident rate, metode batas kontrol atas (BKA), identifikasi SWOT, dan pemodelan prediksi peluang kecelakaan untuk mencapai tujuan penelitian. Penentuan jumlah sampel dalam penelitian ini menggunakan kuesioner yang dihitung dengan rumus Slovin serta teknik stratified random sampling, sehingga diperoleh kebutuhan sampel sebanyak 400 responden. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas pengendara sepeda motor di Surabaya Timur masih banyak yang melanggar peraturan-peraturan lalu lintas yang dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan lalu lintas. Kata Kunci: Karakteristik Pengendara Sepeda Motor, Blackspot, Pemodelan Prediksi Peluang Kecelakaan, Kecelakaan Lalu Lintas, Surabaya Timur
Analisis Kondisi Jalan dan Perencanaan Perbaikan Ruas Jalan Plembon-Sugio Kabupaten Lamongan Baihaqi Kurniawan, Muhammad Daffa; Ir. Achmad Wicaksono, M.Eng., Ph.D., IPU.; Rahayu Kusumaningrum, ST., MT., M.Sc.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 1 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi perkerasan Ruas Jalan Plembon–Sugio, Kabupaten Lamongan, yang merupakan jalan kolektor primer sekaligus jalur alternatif Lamongan Bojonegoro dengan volume lalu lintas kendaraan berat yang cukup tinggi. Evaluasi dilakukan menggunakan kombinasi metode Surface Distress Index (SDI) dan International Roughness Index (IRI), di mana SDI digunakan untuk menilai kerusakan permukaan jalan secara visual, sedangkan IRI digunakan untuk mengukur tingkat kekasaran jalan secara kuantitatif menggunakan aplikasi Roadroid pada sepeda kayuh dan mobil. Analisis data meliputi uji normalitas Shapiro–Wilk, uji Wilcoxon Signed Rank, analisis scatterplot, dan korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar segmen jalan berada pada kondisi rusak ringan hingga rusak berat berdasarkan nilai SDI dengan nilai rata-rata sebesar 146,91, sementara nilai IRI sepeda rata-rata sebesar 7,15 m/km yang termasuk kategori sedang. Secara umum, kombinasi hasil SDI dan IRI mengindikasikan bahwa kondisi Ruas Jalan Plembon–Sugio berada pada kategori rusak ringan, sehingga berdasarkan pedoman Bina Marga (2011) direkomendasikan penanganan berupa pemeliharaan berkala seperti overlay tipis untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.