Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Tuha Peut Dalam Perencanaan Pemberdayaan Masyarakat Gampong Ujong Drien Yolanda, Selfia; Saadah, Nailis; Fitri, Susila; Putra, Nirja; Sopar
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 3 No. 3 (2025): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v3i3.553

Abstract

Gampong is the lowest level of government in the government system in Indonesia. In recent years, gampong or villages have been given great authority in carrying out village governance, especially in managing community empowerment in Gampong Ujong Drien. Tuha Peut is given authority in carrying out supervisory functions, especially supervising the performance of the village government. The formulation of the problem in this study is limited to the Role of Tuha Peut in Planning Community Empowerment in Gampong Ujong Drien. This study includes qualitative research as a process to provide a complex understanding of what happens in community empowerment.
Modal Sosial Dalam Memperdayakan Kesadaran Kolektif di Gampong Sipot Arisky, Winda; Madina, Fadila; Zariati, Ainun; Putra, Nirja; Kobogau, Yoniel
Sagita Academia Journal Vol. 4 No. 1 (2026): Sagita Academia Journal
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/sagita.v4i1.768

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran modal sosial dalam memberdayakan kesadaran kolektif masyarakat Gampong Sipot, Kecamatan Sungai Mas, Kabupaten Aceh Barat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan perangkat gampong, tokoh adat, pemuda, dan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Gampong Sipot memiliki modal sosial yang kuat, ditandai oleh ikatan kekeluargaan, nilai gotong royong, partisipasi dalam kegiatan keagamaan, serta peran lembaga adat dalam pengambilan keputusan lokal. Modal sosial tersebut berkontribusi terhadap terbentuknya kesadaran kolektif masyarakat dalam mendukung pembangunan desa. Namun, kesadaran kolektif yang ada belum sepenuhnya diimbangi oleh kapasitas pengelolaan program yang memadai, terutama dalam aspek sumber daya manusia dan kelembagaan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kapasitas masyarakat dan sinergi kelembagaan agar modal sosial dapat dioptimalkan sebagai dasar pembangunan desa yang partisipatif dan berkelanjutan.