Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dinamika Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di Kota Pekanbaru: Tinjauan Sosial dan Upaya Penanganannya Sumawaty, Ike; Hendrawan, Heru
Jurnal Ilmiah Multidisipin Vol. 3 No. 7 (2025): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Juli 2025
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jim.v3i7.1144

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dinamika kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di Kota Pekanbaru serta upaya penanganannya dari perspektif sosial. KDRT merupakan permasalahan sosial yang kompleks dan berdampak signifikan terhadap korban, khususnya perempuan dan anak. Berdasarkan data dari instansi terkait, kasus KDRT di Pekanbaru menunjukkan kecenderungan yang fluktuatif, namun tetap memprihatinkan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara dengan pihak Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), LSM, serta korban KDRT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor ekonomi, pendidikan rendah, dan budaya patriarki masih menjadi pemicu utama terjadinya KDRT. Selain itu, upaya penanganan oleh pemerintah dan lembaga swadaya masyarakat sudah berjalan, namun masih menghadapi berbagai tantangan seperti keterbatasan anggaran dan kurangnya sosialisasi. Penelitian ini menyarankan perlunya sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga terkait untuk meminimalisasi kasus KDRT dan memberikan perlindungan maksimal bagi korban.
URGENSI RELATIVISME USIA PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA ANAK DALAM SISTEM PERADILAN PIDANA ANAK Dinata, Umar; Hendrawan, Heru
ANDREW Law Journal Vol. 4 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : ANDREW Law Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam perdebatan seputar usia seseorang yang dianggap anak dan dapat dimintai pertanggungjawaban pidana, terlihat jelas bahwa banyak undang-undang menerapkan ambang batas yang berbeda, karena hal ini didasarkan pada tujuan dan maksud khusus dari undang-undang tersebut. Perkembangan teknologi yang pesat berkontribusi secara signifikan terhadap peningkatan jumlah kasus di mana anak-anak menjadi pelaku. Tujuan penelitian ini untuk membahas dan menganalisa pengaruh penerapan relativisme mengenai usia pertanggungjawaban pidana anak untuk mencapai keadilan substantif dan untuk membahas penerapan relativisme yang optimal dalam kerangka reformasi hukum pidana anak. Metode yang digunakan adalah riset hukum normatif dengan fokus pada tinjauan pustaka undang-undang dan peraturan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pertanggungjawaban pidana pada dasarnya adalah sistem yang diabadikan dalam hukum pidana untuk menanggapi pelanggaran larangan suatu tindakan tertentu. Pengadilan anak diharapkan mempertimbangkan keadaan hidup yang kurang baik bagi anak dan tidak boleh disamaratakan seperti orang dewasa dalam proses pidana. Hukum pidana anak merupakan sistem hukum yang spesifik.