Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sistem Pendukung Keputusan untuk Merekomendasikan Wisata di Kabupaten Klungkung Menggunakan Metode MOORA Mahendra, Gede Surya; Santhi, Trihana; Sutrisna, Ketut Dita Ari; Cahayani, Putu Putri; Hendrayana, I Gede; Nugraha, Putu Gede Surya Cipta
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 1 (2025): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i1.780

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan SPK berbasis web untuk membantu wisatawan dalam memilih destinasi wisata terbaik di Kabupaten Klungkung, Bali. Masalah utama yang dihadapi adalah kesulitan wisatawan dalam memilih tempat wisata yang sesuai dengan preferensi mereka, mengingat banyaknya pilihan destinasi yang tersedia namun kurangnya informasi yang terstruktur. Solusi yang dipilih adalah pengembangan SPK yang dapat memberikan rekomendasi destinasi wisata berdasarkan kriteria seperti keindahan alam, fasilitas, aksesibilitas, dan popularitas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah MOORA, yang diterapkan pada sistem berbasis web menggunakan bahasa pemrograman PHP dan framework Laravel. Penelitian ini mengikuti framework CRISP-DM, yang mencakup tahapan Business Understanding, Data understanding, Data preparation, Modeling, Evaluation, dan Deployment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode MOORA dalam SPK dapat memberikan rekomendasi destinasi wisata yang akurat dan efisien. Perhitungan yang dilakukan baik secara manual maupun menggunakan sistem berbasis web menghasilkan nilai yang konsisten, memastikan keakuratan hasil. Sistem ini dapat mempermudah wisatawan dalam membuat keputusan berbasis data, serta mendukung promosi destinasi wisata oleh pemerintah daerah dan pelaku industri pariwisata di Kabupaten Klungkung
Implementasi Sistem Pendukung Keputusan dengan Metode SWARA-ARAS untuk Evaluasi Destinasi Wisata Sutrisna, Ketut Dita Ari; Indradewi, I Gusti Ayu Agung Diatri; Mahendra, Gede Surya
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus - October
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i3.3205

Abstract

Proses evaluasi destinasi wisata di Kabupaten Buleleng masih dilakukan secara manual sehingga rawan inefisiensi, bias subjektif, dan durasi penilaian yang panjang, yang pada akhirnya menghambat optimalisasi potensi daerah. Penelitian ini merancang dan mengimplementasikan Sistem Pendukung Keputusan (SPK) berbasis web untuk mengatasi kendala tersebut. Pendekatan hibrid digunakan dengan mengintegrasikan Step-Wise Weight Assessment Ratio Analysis (SWARA) guna menetapkan bobot kriteria melalui penilaian pakar, serta Additive Ratio Assessment (ARAS) untuk melakukan perangkingan alternatif secara konsisten. Siklus pengembangan mengikuti metodologi Agile yang iteratif, memungkinkan umpan balik cepat dan penyesuaian berkelanjutan terhadap kebutuhan pemangku kepentingan. Implementasi mencakup modul manajemen kriteria dan alternatif, proses normalisasi, serta audit trail agar setiap keputusan dapat ditelusuri dan direplikasi. Keandalan sistem divalidasi melalui Blackbox Testing yang menunjukkan seluruh fungsionalitas berjalan sesuai skenario. Aspek penerimaan dievaluasi melalui User Acceptance Testing (UAT) oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng, dengan skor rata-rata 97,7%, menegaskan sistem tidak hanya berfungsi secara teknis, tetapi juga relevan dan mudah digunakan. Integrasi SWARA–ARAS memperkuat objektivitas dan konsistensi penilaian, meminimalkan bias, dan mendorong transparansi. Secara keseluruhan, SPK ini menghadirkan alat bantu yang objektif, transparan, dan efisien untuk mendukung pengambilan keputusan strategis pada promosi serta pengembangan destinasi, sekaligus memperkuat akuntabilitas proses seleksi dan alokasi sumber daya pariwisata daerah. Temuan ini juga membuka peluang replikasi pada konteks pariwisata daerah lain di Indonesia.