Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Lokakarya  Diplomasi Budaya Dan Kerjasama Perbatasan Dalam Kerangka Sister City Kota Jayapura-Vanimo-Wewak Papua New Guinea Pugu, Melyana Ratana; Amenes, Apriani Anastasia
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/949zmh72

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mengembangkan diplomasi budaya serta kerja sama perbatasan antara Kota Jayapura, Indonesia, dan Kota Vanimo serta Wewak, Papua Nugini, dalam kerangka sister city. Kegiatan pengabdian masyarakat ini melibatkan pemangku kepentingan dari kota Jayapura antara lain kepala Badan Pengelola Perbatasan Kota Jayapura dan seluruh staf dan pegawai juga pegawai dari distrik Perbatasan yaitu Distrik Muara Tami kota Jayapura  untuk meningkatkan pemahaman dan kolaborasi di bidang budaya, ekonomi, dan sosial. Metode yang digunakan meliputi lokakarya, diskusi kelompok, dan tanya jawab di mana peserta diajak untuk berbagi pengalaman dan praktik terbaik dalam pengembangan hubungan antar kota. Dari kegiatan ini, dihasilkan beberapa inisiatif, termasuk program pertukaran pelajar dan kegiatan seni budaya yang melibatkan masyarakat lokal. Luaran pengabdian ini juga mencakup penerbitan jurnal yang mendokumentasikan proses, hasil, dan rekomendasi untuk kerja sama lebih lanjut. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan potensi besar dalam pengembangan kerja sama yang saling menguntungkan serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya identitas budaya dan pelestariannya. Inisiatif yang dihasilkan diharapkan tidak hanya memperkuat hubungan antar kota, tetapi juga berkontribusi pada stabilitas dan kesejahteraan masyarakat di kawasan perbatasan. Melalui program-program yang telah dirintis, diharapkan tercipta jaringan yang berkelanjutan antara Jayapura, Vanimo, dan Wewak, yang dapat diimplementasikan dalam jangka panjang untuk memajukan kerjasama regional di berbagai bidang
Indonesia’s First Spaceport Plan in Biak Island: A View from International Relations Korwa, Johni R.V.; Sinaga, Melpayanty; Renyoet, Claudia Conchita; Amenes, Apriani Anastasia; Darwis, Danial
Jurnal Hubungan Internasional Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jhi.v12i2.18563

Abstract

This study critically examined Indonesia’s first spaceport plan in Biak Island against the Indonesian Government’s underlying objective of bolstering the country’s position to become the regional power in Southeast Asia. By using three analytical frameworks proposed by Destradi (empire, hegemony, and leadership), this study claimed that the building of the Biak spaceport could represent the extension of Indonesia’s political control and domination in Southeast Asia. If built, the spaceport would also be the beginning of an empire in spaceport use. By forging international partnerships with those interested in spaceport services in Southeast Asia and outside the region, Indonesia could gain soft power and be seen as a benevolent hegemony. Indonesia has previously demonstrated a proven track record of success in the launch of the PALAPA satellite, which became the first instrument employed by all ASEAN countries in 1976. Thus, constructing the Biak spaceport could possibly revive Indonesia’s leadership in Southeast Asia.
THE IMPACT OF THE HOSTAGE-TAKING OF CAPTAIN PHILIP MEHRTENS ON INDONESIA–NEW ZEALAND BILATERAL RELATIONS Sinaga, Melpayanty; Amenes, Apriani Anastasia
BHUVANA: Journal of Global Studies Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Department of International Relations Universitas Satya Negara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59408/bjgs.v4i1.280

Abstract

The objective of this research is to examine the impact of the bilateral relationship between Indonesia and New Zealand (NZ) from 2023 to the present. The selection of this timeframe is due to a hostage-taking incident carried out by Captain Philip Mehrtens, an NZ citizen working as a pilot for Susi Air in Nduga Regency, Papua Pegunungan Province. This hostage-taking was carried out by the West Papua National Liberation Army (TPNPB) under the leadership of Sebby Sambom. The research method employed is qualitative, utilizing a case study design, and incorporates conflict theory and the concept of bilateral cooperation. The study’s finding is that the bilateral relationship between Indonesia and NZ is characterized by a high degree of resilience, which does not impede cooperation in economic, energy, education, and security domains. These factors, caused by the recognition of the government of NZ for Indonesia’s sovereignty over the Papua region, mutual trust between Indonesia and NZ since 1958, and the release of hostage using a non-military approach involving negotiations with local actors such as religious leaders, customary leaders, and local government.