Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Activity Based Costing (ABC) Dalam Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Siahaan, Sahat Martupa; Maureen Pasaribu, Eunike Petricia; Saribu, Ardin Dolok; Ompu Sunggu, Della Waty; Silitonga, Herlan Pranata; Rebekka Tamba, Junita Fina; Samosir, Kisniah; Hutabarat, Winda
Economics and Digital Business Review Vol. 7 No. 1 (2025): Agustus - Januari
Publisher : STIE Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/ecotal.v7i1.2890

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan metode Activity-Based Costing (ABC) dalam meningkatkan keunggulan kompetitif perusahaan, khususnya pada sektor manufaktur. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah sejumlah jurnal utama dan pendukung yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa ABC merupakan metode perhitungan biaya yang lebih akurat dibandingkan metode tradisional karena mengalokasikan biaya berdasarkan aktivitas nyata yang mengonsumsi sumber daya. Dengan penerapan ABC, perusahaan dapat menetapkan harga jual yang lebih kompetitif, mengidentifikasi aktivitas yang tidak bernilai tambah, serta menghasilkan informasi biaya yang lebih relevan untuk pengambilan keputusan strategis. Meskipun implementasi ABC memerlukan proses yang kompleks dan kesiapan sistem yang baik, metode ini terbukti mampu meningkatkan efisiensi operasional, transparansi biaya, dan daya saing perusahaan. Temuan ini menyimpulkan bahwa ABC dapat dijadikan sebagai strategi jangka panjang untuk menghadapi persaingan global yang semakin ketat, selama didukung oleh kesiapan sumber daya manusia, sistem informasi, dan komitmen manajerial yang kuat.
PERAN STRATEGIS BANK INDONESIA DALAM MENJAGA STABILITAS DAN EFISIENSI SISTEM KLIRING ANTAR BANK DI ERA DIGITAL Raja Simatupang, Mula Lumban; Simanjuntak, Hartati; Maureen Pasaribu, Eunike Petricia; Mendrofa, Erika Elisabeth; Siallagan, Hamonangan
Jurnal Ekonomi Bisnis Kompetif Vol 4 No 3 (2025): aktor Penentu Minat Pembelian, Kinerja Karyawan, dan Pengelolaan Hubungan Pelangg
Publisher : Komunitas Manajemen Kompetitif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35446/bisniskompetif.v4i3.2519

Abstract

Kliring antar bank merupakan mekanisme vital yang menjamin kelancaran dan efisiensi transaksi pembayaran di indonesia. Seiring dengan peningkatan kompleksitas ekonomi dan akselerasi digitalisasi, peran Bank Indonesia (BI) sebagai bank sentral menjadi sentral dalam mengatur, mengawasi, sekaligus menyelenggarakan sistem kliring nasional yang aman dan transaparan. Kajian ini bertujuan menganalisis peran strategis BI dalam pelaksanaan kliring, mengidentifikasi tantangan di era digital, dan menjelaskan upaya inovatif yang dilakukan BI untuk meningkatkan efisiensi dan keamanan sistem pembayaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kepustakaan (Library Research). Hasil analisis menunjukkan bahwa peran BI bertumpu pada tiga pilar utama yaitu, regulasi (penetapan prinsip CHAPS dan jaminan Finalty of Settelement), operasional (penyelenggara SKNBI), dan mitigasi risiko (loss-sharing dan kewajiban collateral). Di era digital, tantangan utama yang dihadapi BI meliputi lonjakan risiko operasional dan keamanan siber, serta kesenjangan kapasitas teknologi (digital divide) yang signifikan antara bank-bank besar dan kecil. Menghadapi tantangan tersebut, BI melakukan inovasi transaformatif dengan meluncurkan BI-FAST (Bank Indonesia-Fast Payment), yang memungkinkan penyelesaian transaksi near real-time 24/7. Inovasi ini diperkuat dengan fitur Fraud Detection System (FDS) terintegrasi untuk meningkatkan keamanan sistem. Disimpulkan bahwa BI telah berhasil menjalankan peran gandanya sebagai arsitek, regulator, dan operator utama, menegaskan stabilitas dan integritas sistem pembayaran nasional. BI-FAST telah menjadi katalis modernisasi yang mendorong efisiensi waktu penyelesaian digital divide melalui program asistensi teknologi dan memperluas regulasi untuk pengawasan ketat terhadap vendor dan pihak ketiga dalam supply chain operasional kliring. Kata Kunci: Bank Indonesia, Kliring Antar Bank, Stabilitas Sistem Keuangan