Saiful Munir
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Prinsip Etik dalam Al-Quran tentang Profesi Notaris di Indonesia Saiful Munir; Hidayati, Rahmatul; Sunardi
REVELATIA Jurnal Ilmu al-Qur`an dan Tafsir Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/revelatia.v6i2.19014

Abstract

The notary profession plays an important role in maintaining the credibility of notarial practice. The existence of Law No. 2 of 2014 concerning the Position of Notary has not yet been able to fully uphold this credibility, as in reality, issues related to improper recording practices in Indonesia often referred to as bogus records are still frequently encountered. This study aims to interpret notarial practice based on principles from the Qur'an, which emphasize the actualization of notaries as professionals. A qualitative-interpretative method was used, guiding the researcher to interpret the professional conduct of notaries. In conducting this interpretation, the researcher refers to QS. Al-Baqarah (2): 282, At-Taubah (9): 119, An-Nahl (16): 90, and Al-Ahzab (33): 72. The findings of this study indicate that Qur'anic values such as honesty (sidq), justice (‘adl), and trustworthiness (amānah) are essential in shaping the professional ethics of notaries. The implementation of these values can strengthen the integrity of the notary profession serving as a moral guideline in carrying out their duties not merely as an administrative obligation. This study proposes the need for integrating Qur'anic values into notary professional education and reinforcing ethical code supervision to create a more moral and civilized legal system.
Implementasi Education Management Information System (EMIS) dalam Pengelolaan Data Akademik Siswa di Seksi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Lamongan Shofa, Nevi Levia; Vitta Tahta Alfinah; Sulanam; Edi Suhariyanto; Saiful Munir
Jurnal Administrasi Pendidikan Islam Vol. 7 No. 1 (2025): March
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/japi.2025.7.1.115-126

Abstract

Pelayanan pendidikan merupakan hal yang sangat penting. Setelah diketahui pentingnya data serta informasi pendidikan sehingga dapat dijadikan sebagai pegangan dalam menentukan kebijakan pendidikan. Oleh karena itu, Direktorat Jendral Pendidikan Islam berusaha dalam meningkatkan efektivitas dari sistem pengelolaan data-data yang ada di lembaga pendidikan islam sistem pengelolaan data pendidikan islam atau biasanya disebut dengan Education Management Information System (EMIS) melalui Surat Keputusan Ditjen Pendis Nomor 5974 Tahun 2019 yang berisikan pengelolaan data dan sitem informasi pendidikan islam. Emis adalah bagian pengelolaan sistem informasi yang dipegang oleh Direktorat Jendral Pendidikan Islam yang berisikan data-data kumpulan dari pendidikan islam, pendidik dan tenaga kependidikan, peserta didik, dan data pokok pendidikan yang mana data tersebut diperoleh dari satuan pendidikan. Data-data tersebut diperbarui terus menerus secara priodik. Emis bisa dibuka oleh orang-orang yang memiliki tanggung jawab atasnya seperti pihak-pihak yang memiliki kewenangan seperti pihak administrasi madrasah, pihak kementerian agama kabupaten, pihak kantor wilayah (kanwil) kementerian agama provinsi, serta pihak direktorat jendral pendidikan islam sendiri. Dengan adanya Education Management Information System (EMIS) diharapkan data-data yang berhubungan dengan pendidikan dapat dikelola dengan baik serta dapat menunjang dalam pengambilan keputusan. Tujuan diadakan penelitian ini yaitu untuk mengetahui efektifitas pengelolaan emis di madrasah maupun di kementerian agama Kabupaten Lamongan. Bukan hanya itu saja, dengan adanya penelitian ini juga dapat diketahui manfaat serta kendala-kendala dalam pengaplikasian Education Management Information System (EMIS) sehingga untuk kendala yang ada diharapkan agar segera teratasi. Penelitian kali ini menerapkan metode deskriptif dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi serta dokumentasi.
Femenisme Islam Vs Feminisme Barat:“Analisis Perbedaan Paradigma Dan Tujuan” Surni Kadir; Saiful Munir
Mahiyah: Journal of Islamic Thought and Philosophy Vol. 2 No. 1 (2025): MAHIYAH: Journal of Islamic Thought and Philosophy
Publisher : Department of Islamic Theology and Philosophy, UIN Datokarama Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/b9wxqw53

Abstract

Artikel ini mengkaji perbedaan paradigma dan tujuan antara feminisme Islam dan feminisme Barat dalam memahami isu kesetaraan gender. Tujuan penelitian ini adalah untuk menelaah basis filosofis, metode perjuangan, serta implikasi sosial dari kedua aliran feminisme tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kepustakaan, yang melibatkan analisis terhadap literatur akademik, artikel jurnal, serta karya-karya pemikir feminis dari tradisi Islam maupun Barat. Data yang diperoleh dianalisis dengan metode deskriptif-komparatif guna menemukan titik temu sekaligus perbedaan mendasar di antara keduanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa feminisme Barat berakar pada sekularisme dengan orientasi pada kesetaraan absolut berbasis kebebasan individu, sementara feminisme Islam bertumpu pada prinsip syariat yang menekankan keadilan, kesetaraan spiritual, dan perbedaan kodrat antara laki-laki dan perempuan. Dari segi tujuan, feminisme Barat lebih cenderung menuntut perubahan radikal terhadap struktur patriarki, sedangkan feminisme Islam menekankan reinterpretasi teks keagamaan untuk memperjuangkan hak perempuan tanpa menanggalkan nilai-nilai religius. Novelty penelitian ini terletak pada penyajian analisis kritis yang tidak hanya membandingkan kerangka teoritik keduanya, tetapi juga menyoroti implikasi praktisnya bagi masyarakat Muslim kontemporer. Dengan demikian, artikel ini berkontribusi pada pengembangan wacana gender yang lebih kontekstual dan relevan dengan dinamika sosial-keagamaan masa kini.