Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS TATA RUANG TERHADAP AKTIVITAS PEDAGANG KAKI 5 SEBAGAI FASILITAS PEJALAN KAKI DI TROTAR KOTA PALOPO BERDASARKAN PRESPEKTIF HUKUM Ichsan Ashari Achmad; Fitriah Kahar Djabal Tira; Riris Anastasia Rudi; Riskyanita; Lianto; Nursyamsi Ichsan; Citra Nasir
El-Iqthisadi Vol 7 No 1 (2025): Juni
Publisher : Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah dan Hukum Uin Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/el-iqthisady.v7i1.59238

Abstract

Abstrak Jalan jendral sudirman sebagian besar merupakan pusat dari kegiatan pedagang kaki lima yang dapat menyebabkan gangguan kenyamanan pejalan kaki karena banyaknya aktifitas pedagang kaki lima yang terjadi disana. Pada trotoar di jalan jendral sudirman banyak terdapat pedagang kaki lima.Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui dan memahami sebagaimana fungsi sebenarnya trotoar. metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode Penelitian deskriptif kualitatif dengan mengkaitkan hasil responden melalui data kuisioner.  Analisis data yang dilakukan dengan mengumpulkan hasil pengisian kuisioner oleh para responden dan dilakukan penarikan kesimpulan dari data yang telah didapatkan. Dari hasil analisis menghasilkan kesimpulan bahwa banyak sekali pedagang kaki lima yang memenuhi jalur pedestrian atau trotoar sehingga para pejalan kaki merasa tidak aman dan nyaman saat melintasinya, bahkan sulit untuk berjalan di trotoar Kata Kunci: Tata Ruang, Trotoar, Pedagang Kaki Lima   Abstract Jalan Jendral Sudirman is largely a hub for street vendor activity, which can disrupt pedestrian comfort due to the numerous activities taking place there. Many street vendors are found on the sidewalks of Jalan Jendral Sudirman. This study aimed to determine and understand the true function of sidewalks. The research method used in this study was descriptive qualitative research, linking respondent results through questionnaire data. Data analysis was conducted by collecting the questionnaires completed by respondents and drawing conclusions from the data obtained. The analysis concluded that the large number of street vendors crowding the pedestrian path or sidewalks makes pedestrians feel unsafe and uncomfortable when crossing them, even making it difficult to walk on the sidewalk. Keywords: Spatial Planning, Sidewalks, Street Vendors
ANALISIS KEBIJAKAN DAN STRATEGI PENYULUHAN HUKUM DALAM MENGURANGI LAJU DEFORESTASI DI LUWU UTARA Riska Yana; Anggita Pratiwi; Hafid Patabiran; Citra Nasir
Iqtishaduna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah Vol 7 No 1 (2025): Oktober
Publisher : Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah dan Hukum Uin Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/iqtishaduna.v7i1.60820

Abstract

Abstrak Salah satu upayah mengatasi Laju Deforestasi adalah membentuk Kesatuan Pengelolahan Hutan (KPH) sebagai institusi pengelolahan kawasan  hutan ditingkat tapak. KPH Rongkong merupakan KPH  Model Dinas lingkungan hidup dan kehutanan yang di bangun  Provinsi Sulawesi Selatan Kab. Luwu Utara pada tahun 1999 dan memiliki tingkat Deforestasi paling tinggi diantara 7 KPH model lainya.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi atau laju Deforestasi sebelum dan sesudah KPH dibentuk serta mengkaji factor-faktor yang mempengaruhi dan strategi yang digunakan  KPH dalam mengatasi Deforestasi. Metode ini yang digunakan adalah metode kombinasi antara kuantitafi dan kualitatif dengan analisi deskripsi. Hasil penelitian ini  menunjukan bahwa Deforestasi  di KPH rongkong mengalami penurunan perubahan tutupan dari hutan ke pertanian. Faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi KPH rongkong dalam mengatasi Deforestasi  antara lain factor komunikasi, disposisi, struktur birokrasi, partisipasi masyarakat, dan kebijakan. KPH sudah banyak berperan dalam upayah mengatasi laju Deforestasi, dimana jika tidak ada KPH diindikasikan angka deforestasi  akan lebih besar dari saat ini. Kata Kunci: Analisis Kebijakan, Deforestasi, Penyuluhan Hukum   Abstract One effort to address the rate of deforestation is the establishment of a Forest Management Unit (FMU) as a forest management institution at the site level. The Rongkong FMU is a model FMU established by the Environment and Forestry Service in North Luwu Regency, South Sulawesi Province, in 1999. It has the highest deforestation rate among the seven other model FMUs. This study aims to determine the condition or rate of deforestation before and after the FMU was established, as well as to examine the influencing factors and strategies used by the FMU to address deforestation. The method used is a combination of quantitative and qualitative methods with descriptive analysis. The results of this study indicate that deforestation in the Rongkong FMU has decreased due to changes in forest cover to agriculture. Factors influencing the implementation of the Rongkong FMU in addressing deforestation include communication, disposition, bureaucratic structure, community participation, and policy. The FMU has played a significant role in efforts to address the rate of deforestation; without the FMU, deforestation rates would likely be higher than they are today. Keywords: Policy Analysis, Deforestation, Legal Counseling