Penggunaan alat kontrasepsi merupakan salah satu aspek penting dalam promosi kesehatan reproduksi di berbagai negara, termasuk Indonesia. Alat kontrasepsi intrauterin (IUD) merupakan salah satu metode kontrasepsi yang efektif dan dapat memberikan perlindungan jangka panjang terhadap kehamilan yang tidak diinginkan. Tujuan penelitian yaitu dapat mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang peran sikap dan pengetahuan ibu dalam pengambilan keputusan penggunaan alat kontrasepsi IUD, serta relevansi penerapan teori perilaku sosial dalam konteks kesehatan masyarakat.Pengetahuan ibu tentang alat kontrasepsi IUD secara signifikan memengaruhi keputusan mereka dalam menggunakan metode kontrasepsi ini. Pemahaman yang akurat tentang cara kerja, efektivitas, dan efek samping IUD dapat meningkatkan kepercayaan ibu terhadap metode ini.Strategi intervensi yang melibatkan penyuluhan, pendidikan kesehatan reproduksi, dan dukungan sosial dapat membantu meningkatkan pemahaman ibu tentang alat kontrasepsi IUD. Melalui pendekatan holistik dan terarah, kita dapat memperkuat norma sosial yang mendukung penggunaan IUD dan memberikan dukungan yang diperlukan bagi ibu yang memilih metode kontrasepsi ini.Penerapan teori perilaku sosial menjadi kunci dalam merancang program promosi kesehatan reproduksi yang efektif. Dengan memahami interaksi kompleks antara faktor-faktor personal, lingkungan, dan perilaku dalam kerangka teori ini, kita dapat merancang strategi intervensi yang lebih efektif dan berdampak positif bagi masyarakat.