Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24-59 Bulan Di Puskesmas Agats Kabupaten Asmat Tahun 2024 Rias, Natan; Haryuni, Sri; Susmiati; Mirasa, Yudied Agung
Jurnal Mahasiswa Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jumakes.v6i2.6503

Abstract

Stunting adalah permasalahan gizi yang semakin banyak ditemukan di negara berkembang, termasuk Indonesia. Stunting adalah kondisi tinggi badan seseorang lebih pendek dibanding tinggi badan orang lain pada umunya atau yang seusia. Masalah balita pendek atau stunting menggambarkan adanya masalah gizi kronis yang dipengaruhi oleh ibu ataupun calon ibu, masa janin, dan masa bayi/balita serta masalah lainnya yang secara tidak langsung mempengaruhi kesehatan (Kemenkes, 2016). Stunting merupakan keadaan tubuh yang pendek dan sangat pendek hingga melampaui defisit -2 SD di bawah median panjang atau tinggi badan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah crosssectional, yaitu penelitian observasional cara pengambilan data variabel bebas (independen) dan variabel terikat (dependen) dilakukan sekali dalam waktu yang bersamaan (Notoatmodjo, 2012). Berdasarkan sumber data yang digunakan penelitian ini menggunakan data primer. Berdasarkan Spearman Rank didapatkan nilai signifikan (p value) = 0, 000 (< a = 0,05) sehingga dapat disimpulkan H0 ditolak dan H1 diterima yang artinya ada hubungan berat badan lahir dengan kejadian stunting di Puskesmas Agats Kabupaten Asmat. Nilai Coeffisien Correlation sebesar 0,564 menyatakan bahwa hubungan antara berat badan lahir dan kejadian stunting dalam kategori Kuat dengan arah positif yang artinya semakin banyak balita dengan riwayat berat lahir rendah semakin tinggi kejadian stunting.
PERAN SIKAP DAN PENGETAHUAN IBU DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI IUD: ANALISIS LITERATUR BERDASARKAN TEORI PERILAKU SOSIAL (SOCIAL COGNITIVE THEORY) Rias, Natan; Winarti, Eko
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.25250

Abstract

Penggunaan alat kontrasepsi merupakan salah satu aspek penting dalam promosi kesehatan reproduksi di berbagai negara, termasuk Indonesia. Alat kontrasepsi intrauterin (IUD) merupakan salah satu metode kontrasepsi yang efektif dan dapat memberikan perlindungan jangka panjang terhadap kehamilan yang tidak diinginkan. Tujuan penelitian yaitu  dapat mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang peran sikap dan pengetahuan ibu dalam pengambilan keputusan penggunaan alat kontrasepsi IUD, serta relevansi penerapan teori perilaku sosial dalam konteks kesehatan masyarakat.Pengetahuan ibu tentang alat kontrasepsi IUD secara signifikan memengaruhi keputusan mereka dalam menggunakan metode kontrasepsi ini. Pemahaman yang akurat tentang cara kerja, efektivitas, dan efek samping IUD dapat meningkatkan kepercayaan ibu terhadap metode ini.Strategi intervensi yang melibatkan penyuluhan, pendidikan kesehatan reproduksi, dan dukungan sosial dapat membantu meningkatkan pemahaman ibu tentang alat kontrasepsi IUD. Melalui pendekatan holistik dan terarah, kita dapat memperkuat norma sosial yang mendukung penggunaan IUD dan memberikan dukungan yang diperlukan bagi ibu yang memilih metode kontrasepsi ini.Penerapan teori perilaku sosial menjadi kunci dalam merancang program promosi kesehatan reproduksi yang efektif. Dengan memahami interaksi kompleks antara faktor-faktor personal, lingkungan, dan perilaku dalam kerangka teori ini, kita dapat merancang strategi intervensi yang lebih efektif dan berdampak positif bagi masyarakat.