Nathalia, Jessica
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Comparison Between WHO Partograph and Friedman Curve in Diagnosing Labor Dystocia Winata, I Gde Sastra; Mahendrata, Prayascita; Putri, Desak Agung Istri Padma; Kusuma, I Komang Wira Ananta; Budiman, Ardelia Clara; Deviyanti, Gery Puspa; Nathalia, Jessica
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Volume 8 Nomor 2 July 2025
Publisher : Dep/SMF Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/obgynia.v8i2.824

Abstract

Objective: This study aims to determine the importance of appropriate device selection and training in optimizing delivery outcomes and reducing the incidence of cesarean delivery.Methods: The method used in this research is a literature review using three databases: PubMed, NCBI, and Google Scholar, covering publications from 2014 to 2024. A total of 19 articles were included after screening.Results: Labor dystocia is characterized by slow progress of labor. It is the leading cause of unplanned cesarean delivery. The WHO Partograph, recognized for its flexibility and real-time monitoring capabilities, enables early detection of complications and helps reduce unnecessary interventions. Conversely, the Friedman Curve provides a more rigid temporal framework, which may lead to overdiagnosis and higher cesarean delivery rates. Conclusion: While both tools are beneficial, the WHO Partograph demonstrates greater adaptability and effectiveness in managing labor dystocia, particularly in varied clinical environments.Perbandingan Antara Partograf WHO dan Kurva Friedman dalam Diagnosis Labor DystociaAbstrakTujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pentingnya pemilihan alat yang tepat dan pelatihan untuk mengoptimalkan hasil persalinan dan mengurangi kejadian persalinan sesar.Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu tinjauan literatur dengan menggunakan tiga database yaitu PubMed, NCBI, dan Google Scholar. Dengan rentang waktu pencarian selama 10 tahun terakhir yaitu tahun 2014 hingga tahun 2024. Setelah dilakukan skrining, terdapat 19 artikel yang digunakan dalam penelitian iniHasil: Persalinan macet (Labor dystocia) ditandai dengan kemajuan persalinan yang lambat. Hal ini merupakan penyebab utama persalinan sesar yang tidak direncanakan. Partograf WHO, yang dikenal dengan fleksibilitas dan pemantauan waktu yang nyata, memungkinkan deteksi dini komplikasi dan mengurangi intervensi yang tidak perlu. Sebaliknya, Kurva Friedman memberikan kerangka kerja temporal yang lebih kaku, yang dapat menyebabkan overdiagnosis dan peningkatan angka persalinan sesar. Kesimpulan: Meskipun kedua alat tersebut berharga, Partograf WHO menunjukkan kemampuan beradaptasi dan efektivitas yang lebih besar dalam mengelola distosia persalinan,
Insulin Treatment for Gestational Diabetes Mellitus Winata, I Gde Sastra; Mahendrata, Prayascita; Widia, Made Yudha Ganesa Wikantyas; Setiawan, William Alexander; Nathalia, Jessica
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Volume 8 Nomor 3 November 2025
Publisher : Dep/SMF Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/obgynia.v8i3.823

Abstract

AbstractIntroduction: Gestational diabetes is one of the most common pathologies in pregnancy that can potentially cause other complications, both to the mother and the fetus. This condition is considered a global health problem, with Asia having the highest prevalence.Methods: This article is a literature review of publications from the past five years (2019–2024) obtained from the NCBI, PubMed, and Science Direct databases. The keywords used include “gestational diabetes,” “insulin therapy,” “types of insulin,” dan “management”.Results: Insulin remains the gold standard therapy for managing GDM when lifestyle interventions over 1–2 weeks fail to achieve glycemic targets. Various types of insulin, such as human insulin, rapid-acting analogs (lispro, aspart), intermediate-acting insulin (NPH), and basal analogs (detemir, glargine), are considered safe and effective for use during pregnancyDiscussion: The main advantage of insulin is that it does not cross the placenta, thereby avoiding teratogenic risks. Some insulin analogs, such as lispro and detemir, have the advantage of reducing the risk of maternal hypoglycemia and providing more stable glycemic control.Conclusion: Insulin is the only therapy that does not cross the placenta, and most types do not affect pregnancy and fetuses or neonates.Keywords: diabetes gestational; insulin; treatment Pengobatan Insulin untuk Diabetes Mellitus GestasionalAbstrak Pendahuluan: Diabetes gestasional merupakan salah satu patologi yang paling umum terjadi pada kehamilan. Penyakit ini berpotensi menimbulkan komplikasi lain, baik pada ibu maupun janin. Kondisi ini dianggap sebagai masalah kesehatan global dan di Asia memiliki prevalensi tertinggi.Metode: Artikel ini merupakan tinjauan literatur dari publikasi dalam lima tahun terakhir (2019–2024) yang diperoleh dari basis data NCBI, PubMed, dan Science Direct. Kata kunci yang digunakan meliputi “gestational diabetes,” “insulin therapy,” “types of insulin,” dan “management”.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa insulin tetap menjadi terapi standar emas dalam penatalaksanaan GDM apabila intervensi gaya hidup selama 1 – 2 minggu tidak mampu mencapai target glikemik. Berbagai jenis insulin seperti insulin manusia, analog kerja cepat (lispro, aspart), insulin intermediet (NPH), dan analog basal (detemir, glargine) dinilai aman dan efektif digunakan selama kehamilan.Diskusi: Keuntungan utama insulin adalah tidak melewati plasenta sehingga menghindari risiko teratogenik. Beberapa jenis insulin analog seperti lispro dan detemir memiliki keunggulan berupa penurunan risiko hipoglikemia maternal dan kontrol glikemik yang lebih stabil.Kesimpulan: Insulin merupakan satu-satunya terapi yang tidak melewati plasenta dan sebagian besar jenis insulin tidak memiliki efek pada kehamilan dan janin atau neonatus.Kata kunci: diabetes gestasional; insulin; tatalaksana