Mahendrata, Prayascita
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Diagnosis and Management of Antepartum Bleeding in Primary Health Care Winata, I Gde Sastra; Mahendrata, Prayascita; Intizam, Marwa Humaira; Astawa, I Made Mulya
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Volume 8 Nomor 1 Maret 2025
Publisher : Dep/SMF Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/obgynia.v8i1.768

Abstract

Objective: Antepartum bleeding, occurring in the second or third trimester of pregnancy, is a critical obstetric concern. This literature review explores diagnostic and management strategies for antepartum bleeding within primary health care settings. Method: This study employs a literature review methodology. Data were gathered from articles published between 2010 and 2024, accessed through PubMed and ScienceDirect.Result: Early identification and timely management of antepartum bleeding are essential in minimizing maternal and fetal morbidity and mortality. This review examines diagnostic approaches, including clinical assessments, ultrasonography, and laboratory investigations, with a focus on their accessibility within primary care environments. Management strategies, ranging from expectant care to emergency interventions, are discussed, alongside the critical role of primary care providers in stabilizing patients, ensuring prompt referrals, and providing continuous care.Conclusion: The review concludes by advocating for standardized protocols and enhanced training for primary care practitioners to improve the management of antepartum bleeding.Diagnosis dan Penatalaksanaan Perdarahan Antepartum di Layanan Kesehatan PrimerAbstrakTujuan: Perdarahan antepartum, yang terjadi pada trimester kedua atau ketiga kehamilan, merupakan perhatian serius dalam perawatan obstetri. Tinjauan literatur ini mengeksplorasi strategi diagnosis dan penatalaksanaan perdarahan antepartum di layanan kesehatan primer. Metode : Penelitian ini merupakan literatur review. Data penelitian diperoleh dari publikasi artikel di tahun 2010 – 2024 yang diakses melalui PubMed and ScienceDirect. Hasil: Identifikasi dini dan penatalaksanaan tepat waktu sangat penting untuk meminimalkan morbiditas dan mortalitas ibu serta janin. Pendekatan diagnostik, termasuk penilaian klinis, ultrasonografi, dan pemeriksaan laboratorium, ditinjau dengan penekanan pada aksesibilitasnya di lingkungan pelayanan primer. Selain itu, protokol manajemen, mulai dari penanganan ekspektatif, hingga intervensi darurat juga diulas. Peran penyedia layanan kesehatan primer dalam menstabilkan pasien, memastikan rujukan tepat waktu, dan memberikan perawatan lanjutan sangat ditekankan. Kesimpulan: Tinjauan ini menyimpulkan dengan menganjurkan adanya protokol standar dan peningkatan pelatihan bagi praktisi layanan kesehatan primer untuk lebih baik menangani perdarahan antepartum.Kata kunci : Antepartum, gawat darurat, kehamilan, perdarahan
Antioxidant administration on the incidence of preterm premature rupture of membranes: a literature review Winata, I Gde Sastra; Mahendrata, Prayascita; Wiraputri, Anak Agung Ratih Kusumadewi; Anwar, Meirisa Afifah Nurmalia; Jessica Nathalia
Indonesian Journal of Perinatology Vol. 6 No. 1 (2025): (Available online: 1 June 2025)
Publisher : The Indonesian Society of Perinatology, South Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51559/inajperinatol.v6i1.75

Abstract

One of the obstetric issues that can lead to consequences for both the mother and the unborn child is premature rupture of membranes (PROM).  In Indonesia, 35% of pregnancies ended in preterm rupture of the membranes in 2013.  The incidence of preterm pregnancy is 2% of all pregnancies, while the incidence of term pregnancy ranges from 6 to 19%.  At 37 weeks gestation, the phrase "premature rupture of membranes" is used.  Preterm premature rupture of membranes (PPROM) is the term used to describe when the membranes burst before birth in women whose gestational age is less than 37 weeks.  It is believed that the pathophysiology of premature membrane rupture involves reactive oxygen species (ROS).  The result of premature membrane rupture is anticipated to be impacted by antioxidant supplementation.
Comparison Between WHO Partograph and Friedman Curve in Diagnosing Labor Dystocia Winata, I Gde Sastra; Mahendrata, Prayascita; Putri, Desak Agung Istri Padma; Kusuma, I Komang Wira Ananta; Budiman, Ardelia Clara; Deviyanti, Gery Puspa; Nathalia, Jessica
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Volume 8 Nomor 2 July 2025
Publisher : Dep/SMF Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/obgynia.v8i2.824

Abstract

Objective: This study aims to determine the importance of appropriate device selection and training in optimizing delivery outcomes and reducing the incidence of cesarean delivery.Methods: The method used in this research is a literature review using three databases: PubMed, NCBI, and Google Scholar, covering publications from 2014 to 2024. A total of 19 articles were included after screening.Results: Labor dystocia is characterized by slow progress of labor. It is the leading cause of unplanned cesarean delivery. The WHO Partograph, recognized for its flexibility and real-time monitoring capabilities, enables early detection of complications and helps reduce unnecessary interventions. Conversely, the Friedman Curve provides a more rigid temporal framework, which may lead to overdiagnosis and higher cesarean delivery rates. Conclusion: While both tools are beneficial, the WHO Partograph demonstrates greater adaptability and effectiveness in managing labor dystocia, particularly in varied clinical environments.Perbandingan Antara Partograf WHO dan Kurva Friedman dalam Diagnosis Labor DystociaAbstrakTujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pentingnya pemilihan alat yang tepat dan pelatihan untuk mengoptimalkan hasil persalinan dan mengurangi kejadian persalinan sesar.Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu tinjauan literatur dengan menggunakan tiga database yaitu PubMed, NCBI, dan Google Scholar. Dengan rentang waktu pencarian selama 10 tahun terakhir yaitu tahun 2014 hingga tahun 2024. Setelah dilakukan skrining, terdapat 19 artikel yang digunakan dalam penelitian iniHasil: Persalinan macet (Labor dystocia) ditandai dengan kemajuan persalinan yang lambat. Hal ini merupakan penyebab utama persalinan sesar yang tidak direncanakan. Partograf WHO, yang dikenal dengan fleksibilitas dan pemantauan waktu yang nyata, memungkinkan deteksi dini komplikasi dan mengurangi intervensi yang tidak perlu. Sebaliknya, Kurva Friedman memberikan kerangka kerja temporal yang lebih kaku, yang dapat menyebabkan overdiagnosis dan peningkatan angka persalinan sesar. Kesimpulan: Meskipun kedua alat tersebut berharga, Partograf WHO menunjukkan kemampuan beradaptasi dan efektivitas yang lebih besar dalam mengelola distosia persalinan,
Insulin Treatment for Gestational Diabetes Mellitus Winata, I Gde Sastra; Mahendrata, Prayascita; Widia, Made Yudha Ganesa Wikantyas; Setiawan, William Alexander; Nathalia, Jessica
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Volume 8 Nomor 3 November 2025
Publisher : Dep/SMF Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/obgynia.v8i3.823

Abstract

AbstractIntroduction: Gestational diabetes is one of the most common pathologies in pregnancy that can potentially cause other complications, both to the mother and the fetus. This condition is considered a global health problem, with Asia having the highest prevalence.Methods: This article is a literature review of publications from the past five years (2019–2024) obtained from the NCBI, PubMed, and Science Direct databases. The keywords used include “gestational diabetes,” “insulin therapy,” “types of insulin,” dan “management”.Results: Insulin remains the gold standard therapy for managing GDM when lifestyle interventions over 1–2 weeks fail to achieve glycemic targets. Various types of insulin, such as human insulin, rapid-acting analogs (lispro, aspart), intermediate-acting insulin (NPH), and basal analogs (detemir, glargine), are considered safe and effective for use during pregnancyDiscussion: The main advantage of insulin is that it does not cross the placenta, thereby avoiding teratogenic risks. Some insulin analogs, such as lispro and detemir, have the advantage of reducing the risk of maternal hypoglycemia and providing more stable glycemic control.Conclusion: Insulin is the only therapy that does not cross the placenta, and most types do not affect pregnancy and fetuses or neonates.Keywords: diabetes gestational; insulin; treatment Pengobatan Insulin untuk Diabetes Mellitus GestasionalAbstrak Pendahuluan: Diabetes gestasional merupakan salah satu patologi yang paling umum terjadi pada kehamilan. Penyakit ini berpotensi menimbulkan komplikasi lain, baik pada ibu maupun janin. Kondisi ini dianggap sebagai masalah kesehatan global dan di Asia memiliki prevalensi tertinggi.Metode: Artikel ini merupakan tinjauan literatur dari publikasi dalam lima tahun terakhir (2019–2024) yang diperoleh dari basis data NCBI, PubMed, dan Science Direct. Kata kunci yang digunakan meliputi “gestational diabetes,” “insulin therapy,” “types of insulin,” dan “management”.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa insulin tetap menjadi terapi standar emas dalam penatalaksanaan GDM apabila intervensi gaya hidup selama 1 – 2 minggu tidak mampu mencapai target glikemik. Berbagai jenis insulin seperti insulin manusia, analog kerja cepat (lispro, aspart), insulin intermediet (NPH), dan analog basal (detemir, glargine) dinilai aman dan efektif digunakan selama kehamilan.Diskusi: Keuntungan utama insulin adalah tidak melewati plasenta sehingga menghindari risiko teratogenik. Beberapa jenis insulin analog seperti lispro dan detemir memiliki keunggulan berupa penurunan risiko hipoglikemia maternal dan kontrol glikemik yang lebih stabil.Kesimpulan: Insulin merupakan satu-satunya terapi yang tidak melewati plasenta dan sebagian besar jenis insulin tidak memiliki efek pada kehamilan dan janin atau neonatus.Kata kunci: diabetes gestasional; insulin; tatalaksana