RAHMAWATI, CORI DWI
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAWATAN TALI PUSAT TERBUKA UNTUK MENCEGAH DAN MENGATASI INFEKSI TALI PUSAT NINGSIH, DEWI AYU; DESKA, RINI; RAHMAWATI, CORI DWI
Journal Of Midwifery Vol 13 No 1 (2025)
Publisher : UNIVED PRESS, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Infeksi tetanus neonaturum terjadi pada bayi baru lahir akibat kurangnya sterilitas dari alat pada saat pemotongan tali pusat dan teknik perawatan tali pusat yang kurang tepat. Perawatan tali pusat lebih efektif dilakukan dengan menggunakan teknik perawatan tali pusat terbuka. Pengetahuan ibu menjadi faktor penting dalam keberhasilan perawatan tali pusat. Metode: Desain studi menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Penerapan asuhan kebidanan dengan pendekatan Continuity of Care. Asuhan dilakukan sejak 30 Maret – 6 April 2023. Subjek asuhan adalah Bayi Ny. T umur 3 hari. Instrumen yang digunakan adalah alat pemeriksaan fisik dan format pengkajian. Data diperoleh langsung dari subjek studi. Subjek kasus telah dimintai informed consent. Untuk mengikuti rangkaian asuhan kebidanan. Hasil dan Pembahasan: Pada tanggal 30 Maret 2023 peneliti memberikan asuhan kebidanan terhadap Bayi Ny. T Umur 3 hari dengan infeksi tali pusat. Kondisi umum bayi baik, tanda vital dalam batas normal. Infeksi tali pusat ditandai dengan adanya peradangan disekitar tali pusat seperti : warna kemerahan, terdapat pus, dan berbau. Terlihat adanya bubuk bedak tabur di area tali pusat dan genitalia bayi. Perawatan tali pusat metode terbuka diterapkan selama 5 hari. Hari ke-5 tali pusat lepas dan tanda peradangan tali pusat sudah menghilang. Kesimpulan: Asuhan kebidanan penerapan perawatan tali pusat metode terbuka selama 5 hari terbukti dapat mencegah dan mengurangi peradangan pada infeksi tali pusat By. Ny. T. Perlunya peningkatan edukasi kepada masyarakat khususnya ibu hamil dan ibu nifas tentang perawatan tali pusat metode terbuka.
Faktor-faktor yang berhubungan dengan siklus menstruasi pada remaja putri Rahmawati, Cori Dwi; Sunarsih, Sunarsih; Susilawati, Susilawati
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 7 (2025): December Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i7.1556

Abstract

Background: Menstrual disorders are common among adolescents worldwide, with a prevalence of approximately 45% in early adolescence among women. Furthermore, 13.7% of Indonesian adolescents aged 10-17 experience irregular menstruation. Factors associated with menstrual cycle disorders include stress, nutritional status, hemoglobin levels, physical activity, and sleep duration. Objective: To identify factors associated with menstrual cycle disorders in adolescent girls. Purpose: To determine factors associated with menstrual cycle disorders in adolescent girls. Method: This quantitative study used a cross-sectional design. The population in this study was all 125 female students of SMP Negeri 44 Gunung Sulah Bandar Lampung. The sampling technique used purposive sampling with 55 respondents. Bivariate analysis used the chi-square test. Results: The chi-square test obtained a p-value of 0.198 > 0.05 for the variables of menarche age and menstrual cycle. Furthermore, a p-value of 0.000 < 0.05 was obtained for the variables of stress and menstrual cycle. The chi-square test results showed a p-value of 0.000 < 0.05 for the variables of nutritional status and menstrual cycle. Conclusion: Stress and nutritional factors influence the menstrual cycle, but age at menarche does not affect the menstrual cycle in adolescents.   Keywords: Age at Menarche; Menstrual cycle; Nutritional status; Stress level.   Pendahuluan: Gangguan menstruasi merupakan hal yang umum terjadi pada kelompok remaja di dunia dengan prevalensi pada wanita di awal masa remaja sekitar 45%. Selain itu, remaja di Indonesia usia 10-17 tahun mengalami masalah menstruasi tidak teratur sebanyak 13.7%. Faktor-faktor yang berhubungan  dengan gangguan siklus menstruasi meliputi stres, status  gizi,  kadar hemoglobin, aktivitas  fisik,  dan  durasi  tidur. Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan siklus  menstruasi pada remaja putri. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh seluruh siswi remaja putri SMP Negeri 44 Gunung Sulah Bandar Lampung sebanyak 125 orang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sebanyak 55 responden. Analisis bivariat menggunakan uji chi square. Hasil: Uji chi square diperoleh p value  0.198 > 0.05 pada variabel faktor usia menarche dan siklus menstruasi. Selain itu, diperoleh juga nilai p 0.000 < 0.05 pada variabel faktor stres dan siklus menstruasi. Kemudian hasil uji chi square menunjukkan nilai p 0.000 < 0.05 pada variabel status gizi dan siklus menstruasi. Simpulan: Faktor stress dan faktor gizi mempengaruhi siklus menstruasi, namun faktor usia menarche tidak memengaruhi siklus menstruasi pada remaja.   Kata Kunci: Siklus menstruasi; Status gizi; Tingkat stress; Usia menarche.